IMG-LOGO
Trending Now:
Daerah

Politik Uang Tak Mampu Kalahkan Kaderisasi Ansor

Rabu 8 Oktober 2014 9:42 WIB
Bagikan:
Politik Uang Tak Mampu Kalahkan Kaderisasi Ansor

Way Kanan, NU Online
Konferensi Cabang (Konfercab) IV PC GP Ansor Way Kanan, Lampung, berlangsung sukses dengan mengedepankan musyawarah mufakat dan kekeluargaan tanpa menanggalkan hakikat demokrasi. Dua kandidat, Wakasatkorcab Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Gatot Arifianto dan Sekretaris Banser Arifin direkomendasikan oleh pimpinan anak cabang untuk menggantikan Supri Iswan sebagai Ketua PC GP Ansor setempat masa khidmah 2010-2014.
<>
"Kemenangan sahabat Gatot ialah kemenangan kader yang asal katanya berasal dari bahasa Yunani cadre berarti bingkai," ujar Ketua Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor Kecamatan Bumi Agung Hasyim As'ari didampingi Kasatkoryon Banser Kecamatan Rebangtangkas Arif Makfudin, di Way Kanan, Rabu (8/10).

Hasyim meyakini, Gatot yang memiliki gelar adat Lampung Ratu Ulangan itu merupakan kader yang benar-benar kader yang memiliki kapasitas pengetahuan dan keahlian sehingga akan mampu menjalankan amanat.

"Kami optimistis sahabat Gatot yang merupakan alumnus Pendidikan Kader Penggerak NU (PKPNU) Way Kanan angkatan pertama bisa memegang tongkat estafet sekaligus membingkai keberadaan dan kelangsungan organisasi pemuda NU di Way Kanan ini," katanya.

Pemilihan Ketua PC GP Ansor Way Kanan diikuti 103 pimpinan ranting (kampung) dan 10 pimpinan anak cabang (kecamatan). Gatot Arifianto yang juga Direktur Program Ansor Digdaya (Mendidik Generasi Memberdayakan Masyarakat) diajukan 9 PAC, yakni Bumiagung, Buaybahuga, Bahuga, Waytuba, Blambanganumpu, Banjit, Rebangtangkas, Negeribesar dan Pakuanratu. Adapun satu PAC yakni Baradatu berikut tiga ranting, mengajukan Arifin. Sejumlah pengurus anak cabang pada Konfercab itu mengaku ditawari uang untuk memenangkan salah satu kandidat oleh tim sukses kandidat tersebut.

"Ada beberapa nama yang sebelumnya mengemuka menjelang Konfercab, sahbat-sahabat yang ada di Ansor namun tidak berbuat untuk Ansor," kata Hasyim menjelaskan.

Terkait dengan gagalnya politik uang dalam Konfercab tersebut, Hasyim menegaskan bahwa Ansor ialah organisasi kader dan sekaligus benteng ulama. Menurutnya, sangat memalukan jika benteng ulama dikalahkan oleh rupiah.

"Tidak perlu pula ada kaderisasi jika orang yang tidak pernah berbuat untuk Ansor memimpin Ansor. Karena itu kami percayakan Ansor Way Kanan pada Gatot yang juga santri Thoriqoh Qodiriyah wa Naqsyabandiyah almarhum KH Jamaluddin Al-Busthomi, Pengasuh Pondok Pesantren Roudlotus Sholihin, Purwosari, Kecamatan Padangratu, Lampung Tengah," kata Hasyim lagi.

Ketua Ketua PAC Banjit Bustom Yazid didampingi PAC Rebang Tangkas Triwanto menegaskan pihaknya mendukung apa yang menurut mereka benar dan pantas.

"Kami juga yakin sahabat Gatot yang juga bergiat di Gusdurian Lampung bisa memimpin lebih baik sehingga Ansor akan menjadi kebanggaan bersama. Kami juga selalu siap berjuang bersama sahabat Gatot dan sahabat Ansor lainnya untuk membesarkan organisasi," kata Yazid.

Konfercab IV GP Ansor Way Kanan berlangsung di Pondok Pesantren Assidiqiyah 11 Kampung Labuhan Jaya Kecamatan Gunung Labuhan, pada Selasa (7/10). Sejumlah undangan yang hadir dari organisasi kepemudaan di daerah tersebut antara lain Wakil Ketua I Karang Taruna Way Kanan R Kuncoro SP, Eko Prasetyo dari Pemuda Muhammadiyah dan Wakil Ketua DPD KNPI Randi Farada.

Adapun hadir dari unsur pemerintahan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Way Kanan Gino Vanollie, Sekretaris Badan Diklat dan Kepegawaian Khairul Huda yang juga Ketua Yayasan Shuffah Blambangan Umpu, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat Syahrul Syah, Camat Gunung Labuhan Edi Supriyanto dan Komisioner KPU Darul Hafiz. Hadir pula Ketua PC Muslimat NU Binti dan pengurus NU Way Kanan, Kyai Nur Huda selaku Ketua, Totok Dwi Pambudi selaku Sekretaris dan Mustajab selaku Bendahara.

Ketua PCNU Way Kanan berharap ketua GP Ansor Way Kanan terpilih bisa mengemban amanah dan selalu dekat dengan ulama. (Heri Amanudin/Mahbib)

Bagikan:
Rabu 8 Oktober 2014 20:3 WIB
Gedung NU Waykanan Diresmikan
Gedung NU Waykanan Diresmikan

Waykanan, NU Online
Gedung PCNU Waykanan Provinsi Lampung diressmikan oleh Bupati Bustami Zainudin di Kampung Tiuh Balak I Kecamatan Baradatu pada Rabu (8/10).Peresmian disaksikan Ketua PWNU KH Sholeh Bajuri dan pengurus NU setempat.
<>
"Mari bersyukur atas berdirinya gedung ini," kata Bupati Bustami di Waykanan yang berada sekitar 220 km sebelah utara Kota Bandarlampung.

Ketua PWNU KH Sholeh Bajuri mengapresiasi dan bersyukur atas rampungnya pembangunan gedung dua lantai berukuran 13 m  x 11 m yang didirikan di atas tanah 30 m x 17 m itu.

"Alhamdulillah, kantornya mewah, warnanya seperti PKB. Saya memberanikan menyebut PKB karena setiap bulan ada kontribusi bagi NU," ujar KH Sholeh.

Berdirinya gedung NU yang peletakan batu pertamanya dimulai pada Jumat (7/3) tersebut, menurut Ketua PCNU Waykanan Kiai Nur Huda, merupakan kebanggaan tersendiri bagi warga Nahdliyin.

"Dana pembangunan gedung ini berasal dari Bupati Bustami Zainudin Rp 350 juta, lalu bapak Ir Agusman Effendi Rp 10 juta, lalu Bupati Bustami menambah lagi Rp 6 juta dan Rp 50 juta," kata Ketua PCNU Waykanan itu pula.

PCNU, Kiai Huda menambahkan, diamanati melalui bantuan dan Alhamduillah bisa selesai dibangung berkat bantuan Allah SWT dan Bupati Bustami Zainudin.

Hadir pada kegiatan itu mantan Ketua PCNU Waykanan KH Chumaery, Rais Syuriah PC NU Waykanan KH Abdurahman, Wakil Bupati Raden Nasution Husin, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Gino Vanollie, Kepala Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Syahrul Syah, Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan Leaderwan, Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi AB Munir.

Terlihat pula Ketua Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Waykanan Yonie Aliestiadi, Ketua Muslimat NU Binti, Ketua Fatayat NU Sri Widarti. Adapun pengamanan dilakukan PC GP Ansor melalui Barisan Ansor Serbaguna (Banser). (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Rabu 8 Oktober 2014 17:4 WIB
LAZISNU Karawang Distribusikan Daging Qurban Warga
LAZISNU Karawang Distribusikan Daging Qurban Warga

Karawang, NU Online
Pengurus Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama Karawang, menghimpun 349 paket daging qurban dari 13 DKM masjid dan musholla di Perumnas Bumi Telukjambe. Mereka dibantu pelajar NU Karawang menyalurkan kembali paket bantuan daging yang dihimpun itu ke sejumlah kecamatan di Karawang.
<>
Ketua panitia Ahmad Faisal Ridho mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan LAZISNU Karawang selama Idul Adha, Ahad (5/10). Paket bantuan daging  yang terkumpul langsung didistribusikan ke Kotabaru, Banyusari, Cilamaya Wetan, dan Tempuran.

Sementara di hari berikutnya, Senin (6/10), mereka menyembelih qurban sapi di Kantor Lazisnu Karawang.

Ketua LAZISNU Karawang Ir Gatot Mukhlisin menegaskan, aksi sosial ini merupakan wujud komitmen LAZISNU untuk terus berperan serta dalam membantu mereka-mereka yang membutuhkan.

“Penyaluran daging qurban dari DKM masjid dan musholla kepada LAZISNU merupakan bentuk kepercayaan mereka terhadap lembaga zakat NU,” kata Gatot mengimbau pengurusnya untuk menjaga kepercayaan publik. (Red. Alhafiz K)

Rabu 8 Oktober 2014 16:4 WIB
Puluhan Warga Donorkan Darah di LAZISNU Kudus
Puluhan Warga Donorkan Darah di LAZISNU Kudus

Kudus, NU Online
Aksi donor darah Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kudus dan Palang Merah Indonesia di Kantor PCNU Kudus, Selasa (8/10), mendapat respon baik masyarakat. Selain aktivis, pengurus hingga kader NU, warga dengan sukarela mendonorkan darahnya pada aksi kemanusiaan ini.
<>
Warga Undaan Kudus, Abu Hasan Asy'ari mendukung aksi yang diinisiasi LAZISNU Kudus ini. “Kegiatan sosial ini sangat bermanfaat bagi orang lain. Mereka yang membutuhkan darah, memahami betul arti aksi kemanusiaan ini.”

Menurut Kades Demangan Alek Fahmi, donor darah tidak hanya sekedar membantu orang lain tetapi mampu menyehatkan tubuh bagi yang menyumbangkan darah. "Di sini, saya ikut donor ke-54, tubuh sehat tidak terkena penyakit," katanya usai diambil darahnya.

Ketua LAZISNU Kudus Syakroni menyatakan, program donor darah ini akan rutin digelar dengan waktu yang telah ditentukan PMI, selama 73 hari sekali. "Alhamdulillah, baru pertama kali 37 dari 47 pendaftar diambil darahnya. Semoga ke depan nanti semakin banyak," kata Syakroni singkat.

LAZISNU, kata Syakroni, akan terus mendorong kesadaran masyarakat memiliki kepedulian sosial berbagi antarsesama baik berupa amal zakat, infaq, darah, maupun shodaqoh. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG