Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Konfercab, Mustasyar NU Probolinggo Isyaratkan Regenerasi

Konfercab, Mustasyar NU Probolinggo Isyaratkan Regenerasi

Probolinggo, NU Online
Konferensi Cabang (Konfercab) NU Kabupaten Probolinggo yang akan dihelat pada 23 Oktober mendatang mendapatkan atensi khusus dari Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H. Hasan Aminuddin. Dalam konfercab nanti, Hasan mempersilahkan semua kader NU untuk terlibat dalam suksesi kepemimpinan di organisasi Islam terbesar di Kabupaten Probolinggo tersebut.
<>
“Sebagai Mustasyar (Pembina) PCNU Kabupaten Probolinggo, saya persilahkan kepada semua kader NU untuk mencalonkan diri. Semua ini merupakan salah satu upaya regenerasi di organisasi NU. Yang jelas dalam konfercab nanti saya bersikap netral,” ujarnya, Senin (6/10).

Menurut Hasan, bahkan dengan semakin banyak yang mencalonkan diri untuk duduk di pucuk pimpinan NU, hal itu merupakan sebuah kebanggaan tersendiri sebagai warga NU. Artinya, sebagai organisasi kemasyarakatan (ormas) terbesar di Kabupaten Probolinggo, Nahdliyin masih terus memelihara demokrasi.

“Salah satu caranya dengan membiarkan semua kader NU untuk maju sebagai calon pemimpin. Sayapun netral dan tidak mendukung salah satu calon. Sebab siapapun yang terpilih merupakan kader terbaik NU pada saat ini,” jelasnya.

Sementara itu, 6 (enam) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) yang mengatasnamakan gerakan perubahan NU mengaku mendapatkan restu dari Mustasyar NU untuk mengusung nama di luar calon incumbent. “Saya sudah bertemu dengan beliau (Hasan) dan mempersilahkan kepada kami untuk mencari calon,” ujar Koordinator Gerakan Perubahan NU, Khoirul Ishaq.

Lelaki yang juga Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Bantaran ini mengatakan sejauh ini pihaknya mengusung M. Farid Wajdi sebagai calon pimpinan PCNU Kabupaten Probolinggo. “Intinya beliau merestui calon yang kami usung,” jelasnya.

Namun nama Farid bukan nama final, sebab 6 MWCNU dari Kecamatan Bantaran, Leces, Tegalsiwalan, Kuripan, Sumber dan Wonomerto masih menggodok sejumlah nama lain. “Bisa jadi akan berubah jika Pak Farid tidak bersedia,” terangnya.

Dihubungi terpisah M. Farid Fajdi mengklaim sudah mendapatkan restu dari Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo Hasan Aminuddin. “Sudah saya sampaikan bahwa secara pribadi didorong untuk maju jadi ketua NU. Alhamdulillah beliau merestuinya,” ungkapnya.

Sedangkan Ketua NU Incumbent KH. Saiful Hadi mempersilahkan kepada siapa saja yang ingin mencalonkan diri dalam konfercab NU Kabupaten Probolinggo. “Kami tidak masalah, justru dengan adanya banyak calon, berarti NU menjadi ormas yang diminati Nahdliyin,” terangnya.

Saifu Hadi berharap kepada siapa pun yang nantinya terpilih, baik Rais Syuriah atau Ketua Tanfidziyah, hendaknya tidak mencari materi di NU. “Tapi niatnya untuk berkhidmat kepada organisasi,” pungkasnya.

Sementara di kepengurusan Rais Syuriah tidak ada dinamika. Bahkan tiga nama yang digadang-gadang yakni KH. Jamaluddin al Hariri, KH. Mas Hasani Ghazali dan KH. Suhadak. Ketiga nama itu pun belum melakukan pendekatan ke MWCNU.

Dengan 6 MWCNU itu, praktis tinggal 5 (lima) MWCNU yang belum menyatakan dukungan kepada calon. Yakni, MWCNU Kecamatan Tongas, Sumberasih, Sukapura, Lumbang dan Dringu. (Syamsul Akbar/Mahbib)

BNI Mobile