IMG-LOGO
Internasional

NU Maroko Kupas Teori Maqashid Syariah

Senin 13 Oktober 2014 10:4 WIB
Bagikan:
NU Maroko Kupas Teori Maqashid Syariah

Rabat, NU Online
Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul  ulama  (PCINU) Maroko  yang  beranggotakan mayoritas mahasiswa bekerja sama dengan PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia) setempat dan Kedutaan Besar RI (KBRI) Rabat menggelar Stadium General Maqashid Syariah di kantor KBRI di Rabat, Maroko, Sabtu (11/10).
<>
Kuliah umum ini menghadirkan Kepala Perpustakaan di Istana Raja Maroko Dr. Khalid Zuhri sebagai pembanding dan H Nasrulloh Afandi, Lc, MA sebagai narasumber inti.

Sebagai penganut madzhab Maliki, Dr Khalid dalam forum tersebut banyak mengaji maqashid syariah atau filsafat  hukum  Islam dari berbagai perspektif, termasuk memaparkan inti-inti pemikiran para pakar di bidang keilmuan ini.

“Para pelajar Indonesia, di Maroko sudah semestinya mempelajari maqhasid syariah. Hal itu karena khazanah intelektual para  ulama  dan cendikiawan Maroko, baik tempo dulu maupun sekarang  yang  masih hidup, beliau- beliau sebagai penganut madzhab Maliki, pemikirannya penuh dengan analisis maqashid syariah,” tuturnya.

Sedangkan Gus Nasrul, sapaan akrab Nasrulloh Afandi, sebagai penganut madzhab Syafi’I, mengajak untuk terlebih dahulu membidiknya dengan ulumul qur’an dan ilmu hadits sebagai wawasan pendahuluan.

“Karena kita tidak akan mampu mencerna aspek nilai-nilai maqashid kecuali terlebih dahulu dengan memandang nash-nash Al-Quran dan al-Hadits,  yang  terkait dengan sebuah topik disyariatkannya sesuatu hal,” tandas Kandidat Doktor Maqashid Syariah Universitas Al-Qurawiyin Maroko itu.

“Setelah itu,” imbuhnya, “Langkah selanjutnya adalah analisis Usul Fiqih, sebagai kata kunci untuk bisa ‘menerobos’ masuk ke wilyah maqashid.”

Di akhir acara  yang  selesai pada pukul 17.00 GMT itu, Gus Nasrul menutup materinya dengan sebuah kesimpulan dan rekomendasi bahwa analisis maqashid syariah adalah sebuah langkah efektif mencari solusi  hukum  Islam di tengah-tengah semakin kompleksnya permasalahan umat, seperti menyikapai perluasan sarana-prasarana tempat ibadah haji di Tanah Suci, transaksi perdagangan lewat dunia cyber dan lainnya.

“Bebarengan dengan  terus berkembangnya teknologi, itu semua kerap menuntut kepastian hukum atau Fikqh An-Nawazil  yang mana hal-hal itu belum dikaji oleh para ulama terdahulu, dan kondisi dewasa ini, sangat tepat untuk merespon problem umat tersebut dengan jawaban perspektif maqhasid syariah,” katanya.

“Gus Nasrul mengakui, kondisi sekarang sangat sulit untuk melakukan ijtihad atau berfatwa secara perseorangan dalam merespon problem umat. Karenanya, lanjutnya, sangat tepat di negara-negara bagian Arab, marak berdiri Majma’ Fiqih,  yang  berperan sebagai lembaga Fatwa Kolektif atau Ifta Jama’i,  yang  diperkuat dengan para anggota dari berbagai disiplin keilmuan, baik kedokteran, ekonomi, teknologi, dan lainnya.

“Alhasil fatwa tidak hanya sepihak hanyaberdasarkan tinjauan fiqih belaka, tetapi atas dasar analisis dari berbagai aspek,” terang pria yang juga juga anggota pengasuh Pesantren Asy-Syafi’iyyah Kedungwungu, IndramayuTimuritu. ini

Sedangkan Kusnadi El-Gazwa Ketua PCINU Maroko, dalam sambutannya mengatakan, acara ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan intelektualitas anggota PCINU yang mayoritas para mahasiswa. Ia menilai, sebagai negeri bermadzhab Maliki Maroko adalah sumber utama terori maqashid syari’ah.

“Atas dasar itu, PCINU Maroko merasa terpanggil untuk menggelar stadium general tentang Maqashid Syariah,” tandas pria alumnus Pesantren Tambakberas Jombang, asal Brebes Jateng ini. (Red: Mahbib Khoiron)

Bagikan:
Ahad 12 Oktober 2014 22:9 WIB
Uni Eropa Bantu Pembangunan Baru Afganistan
Uni Eropa Bantu Pembangunan Baru Afganistan

Brussels, NU Online
Komisi Eropa (Uni Eropa) Sabtu mengumumkan pendanaan pembangunan baru senilai 1,4 miliar euro kepada Afghanistan untuk periode 2014-2020.
<>
Dana akan difokuskan pada sektor-sektor penting seperti pembangunan pedesaan dan pertanian, kesehatan, dan memperkuat demokrasi di negeri itu, katanya dalam sebuah pernyataan.

Penandatanganan atas program pembangunan antara Komisaris Uni Eropa untuk Pembangunan, Andris Piebalgs, dan Penasihat Ekonomi Nasional Presiden Afghanistan Ghani, Hazrat Omar Zakhilwal, berlangsung pada Jumat di Washington, di sela-sela pertemuan tahunan Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional.

"Perjanjian ini merupakan bukti Uni Eropa terus komitmen dalam jangka panjang terhadap Afghanistan. Kami berharap dana tersebut dimanfaatkan untuk menciptakan kondisi yang diperlukan bagi meningkatkan mata pencaharian warga Afghanistan, dengan menciptakan lapangan kerja, semakin memperkuat lembaga Afghanistan, dan memungkinkan kehidupan penduduk lebih baik," kata Piebalgs.

Uni Eropa akan memfokuskan dukungannya kepada Afghanistan dalam tujuh tahun ke depan pada pengembangan sektor pertanian dan pedesaan, kesehatan, keamanan fisik dan hukum bagi warga negara serta demokratisasi yang lebih luas, katanya menegaskan, demikian OANA. (antara/mukafi niam)

Ahad 12 Oktober 2014 20:3 WIB
Khofifah Buka Orientasi Pengurus Muslimat NU Malaysia
Khofifah Buka Orientasi Pengurus Muslimat NU Malaysia

Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa membuka orientasi pengurus baru Pimpinan Cabang Istimewa Muslimat NU Malaysia yang berlangsung di Kem Alang Sedayu , Batu 12 Gombak, Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (11/10).
<>
Menurut Sekretaris PCI Muslimat NU Malaysia Mimin Mintarsih, Khofifah pada pembukaan menekankan supaya ibu-ibu memperhatikan pendidikan dan moral. Menurut Khofifah, moral bangsa  anak bangsa semakin menurun.

Mimin melanjutkan, kata Khofifah indikasi menurunnya moral adalah maraknya seks bebas di kalangan remaja. “Karena itu untuk kaum ibu Muslimat beliau menyarankan agar sebagai ibu, dapat mempertingkatkan kewaspadaan terhadap anak-anak kita,” ujar Mimin melalui surat elektronik, Ahad (12/10).

Selain Khofifah, kata Mimin yang sudah 20 tahun di Malaysia tersebut, Pengurus PWNU Jawa Tengah KH Muhammad Adnanmenyampaikan materi ke-NU-an dan ajaran Islam yang berhaluan Ahlussunah wal-Jamaah.

Ibu asal CIrebon, Jawa Barat tersebut menambahkan kegiatan yang berakhir pada Ahad (12/10) tersebut diikuti 25 pengurus Muslimat NU, 5 Fatayat NU, serta KMMU, dan PCINU Malaysia. (Abdullah Alawi)

Ahad 12 Oktober 2014 18:22 WIB
Penerima Beasiswa Diingatkan Kontribusinya pada PBNU
Penerima Beasiswa Diingatkan Kontribusinya pada PBNU

Rabat, NU Online
Kedatangan kader-kader NU ke Maroko angkatan ketiga mendapatkan sambutan hangat dari Kedutaan Besar Republik Indonesia KBRI Rabat. Mereka bertemu dengan Duta Besar Republik Indoneaia untuk Kerajaan Maroko H. Tosari Widjaja di KBRI Rabat, Jum’at (10/10). 
<>
Dubes dalam pertemuan tersebut salah satunya mengingatkan, para penerima beasiswa tersebut harus bisa memberikan kontribusi nyata kepada PBNU yang telah mengirim mereka menuju negeri Maroko. 

Pertemuan itu didampingi oleh Pensosbud KBRI Rabat Muhammad Hartantyo, ketua Tanfidziyah PCINU Maroko, Kusnadi dan ketua PPI Maroko, Afif Husen. Pada kesempatan itu Tosari Widjaja mengingatkan bahwa tujuan mereka ke Maroko bukan hanya sekedar belajar ditempat yang jauh dari rumah tapi kedatangannya membawa amanah yang sangat besar. Mereka harus belajar bersungguh-sungguh sehingga bisa selesai tepat waktu dan ketika pulang nanti bisa mengabdikan ilmunya ditengah masyarakat. 

Mengingat masyarakat Maroko mayoritas berkomunikasi menggunakan bahasa Arab dan Perancis hal ini sangat membantu memperlancar bahasa Arab dan Perancis. 

"Oleh karena itu usahakan tinggal dengan orang Maroko dan perbanyak teman dari negara-negara lain supaya bisa menguasai bahasa asing dengan mudah," ujarnya.

Usai bertemu dengan Dubes RI mereka langsung mengikuti orientasi mahasiswa/i baru yang diadakan oleh PCINU Maroko. (red: mukafi niam)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG