IMG-LOGO
Daerah

Pemuda Kajen Luncurkan Perpustakaan Syekh Mutamakkin

Rabu 15 Oktober 2014 8:1 WIB
Bagikan:
Pemuda Kajen Luncurkan Perpustakaan Syekh Mutamakkin

Pati, NU Online
Para pemuda Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menggelar lomba cerpen yang dirangkai dengan peluncuran “Perpustakaan Mutamakkin”.
<>
Hasil prakarsa pemuda yang terdiri dari mahasiswa, alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), anggota Lembaga Kajian dan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU cabang Pati, sejumlah alumni pesantren, dan komunitas lainnya ini di antaranya menjadi sarana mewadahi aktivitas para pemuda dan santri setempat.

Salah satu panitia, Farid Abbad, mengatakan, perpustakaan ini perpustakaan ini berada di lantai 2 gedung Lembaga Penguatan dan Pengembangan Bahasa Arab (LPPBA) yang berada di dekat makam Syekh Mutamakkin. Menurutnya, lokasi ini tergolong strategis.

"Pertama, ini akan mewadahi pemuda Kajen, menjadi markas berkumpul. Memang sebelumnya ada komunitas selang dua tahun mati suri dan kendala yang lain. Kedua, kami akan membentuk komunitas penulis santri. Ketiga, Kajen menjadi tempat penelitian, namun kami merasa tidak ada tempat yang representatif untuk dijadikan tempat jujugan pertama sebagai tempat memulai penelitian, dari perpustakaan inilah pihaknya bisa mengumpulkan karya Syekh Mutamakkin,” katanya saat dihubungi, Selasa (14/10).

Dahulu, lanjutnya, LPPBA yang tidak begitu difungsikan memicu para pemuda untuk menghidupkannya kembali. “Setelah meminta izin kepada pengurus yayasan LPPBA KH. Ismail Fayumi, kami diperkenankan menggunakan lantai dua sebagai perpustakaan. Selain perpustakaan di lantai satu dijadikan ma'had Aly Kajen dan lantai tiga sebagai tempat kursus bahasa Arab dan Inggris,” tuturnya.

Terkait lomba cerpen, panitia telah membuka pengiriman karya sejak 1 Oktober dan akan berakhir pada 25 Oktober ini. Perlombaan gratis dan terbuka untuk umum ini dapat mengirimkan lebih dari satu karya ke email ra_irawan87@yahoo.com.

Selain itu, lomba dan peluncuran perpustakaan ini menjadi bagian dari Festival Kajen yang berisikan bazar buku, workshop menulis, bedah buku dan antologi cerpen. Lomba cerpen ini sebagai pembukanya dan penutupan festival nanti saat bedah antologi cerpen. (M Zulfa/Mabib)

Bagikan:
Rabu 15 Oktober 2014 23:32 WIB
BEM Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Buka Sekolah Filsafat
BEM Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Buka Sekolah Filsafat

Jombang, NU Online
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Jombang kembali membuka sekolah filsafat bagi mahasiswa, Selasa (14/10). Pembukaan pendidikan teori dan pemikiran ini dilaksanakan pada pukul 19.30 di Auditorium kampus setempat.
<>
Hadir dalam kesempatan tersebut Muh. Fayyadl Malthuf sebagai pemateri. Mahasiswa program S-3 di Sorbone University ini juga akan menjadi pengajar rutin dalam sekolah filsafat ke depan. Selain penggiat pemikiran dan filsafat keturunan Sumenep Madura ini, Roy Murtadlo yang juga direktur PKPD ini akan menjadi pembimbing murid sekolah filsafat ini.

Pada pembukaan Senin malam (13/10) hadir para peserta dari Ma’had Aly, Universitas Pesantren Tinggi darul Ulum (Unipdu), pemuda dari StaraMuda dan mahasiswa sekitar Tebuireng. Terlihat sekitar 50 peserta yang hadir di ruangan komplek Pondok Tebuireng.

Menurut Ahmad irfan Ketua BEM Ma’had Aly, harapan diadakannya sekkolah filsafat ini untuk mengubah pola pikir mahasiswa dengan mempelajari berbagai teori dan pemikiran para filsuf sebagai dasar aktualisasi diri.

“Dengan mempelajari pemikiran-pemikiran tokoh filsafat, kami menginginkan mahasiswa kuat intelektualnya, dalam kajiannya, serta kaya khazanah keilmuannya,”kata Irfan sapaan akrabnya.

Kegiatan tersebut merupakan kerja sama BEM dengan Pusat Kajian dan Pendidikan Demokrasi (PKPD) Pondok Tebuireng. (Romza/Abdullah Alawi)


Rabu 15 Oktober 2014 22:30 WIB
Kontes Rembang Anjurkan Remaja Berbusana Muslim
Kontes Rembang Anjurkan Remaja Berbusana Muslim

Rembang, NU Online
Tim penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Rembang menyelenggarakan kegiatan kontes busana muslim untuk kalangan remaja putri. Kegiatan tersebut berlangsung di kompleks museum RA Kartini Selasa pagi (14/10).
<>
Wakil Ketua I Tim penggerak PKK kabupaten Rembang Hj Haziroh Hafidz berharap masyarakat luas, khususnya remaja muslim yang ada di wilayah Rembang bisa menjiwai cara sikap berpakaian sesuai ajaran islam.

“Idealisme remaja muslim tetap terjaga sesuai akidah islam,” di sela-sela kegiatan pembukaan  Lomba Peragaan Busana Muslim bagi remaja, anak sekolah usia 16 sampai dengan 18 tahun.

Hasiroh menambahkan sebagai orang Timur tentunya generasi muda diharapkan tidak terpengaruh oleh kultur budaya Barat yang tidak sesuai budaya kita, yaitu budaya orang Indonesia yang beragama Islam.

Namun, sambung dia, tetap bisa mengadopsi hal-hal yang positif Barat dengan catatan jangan sampai meninggalkan pribadi sebagai orang timur atau adat ketimuran.

Sementara Ketua Panitia penyelenggara kegiatan tersebut Mugiharti Sunarto mengatakan, kegiatan lomba berbusana muslim ini merupakan program pokja 3 Tim penggerak PKK Kabupaten rembang. Tujuannya memotivasi masyarakat luas khususnya remaja untuk berbusana muslim yang baik sesuai ajaran  agama Islam .

Kegiatan ini diikuti  45 peserta. Mereka memperebutkan juara satu hingga 3, serta harapan satu hingga harapan 3 dan juara  favorit, busana terbaik, maupun model terbaik. (Ahmad Asmu'i/Abdullah Alawi)

Rabu 15 Oktober 2014 21:2 WIB
LASQI Gelar Seni Budaya Se-Jabar Akhir Bulan Ini
LASQI Gelar Seni Budaya Se-Jabar Akhir Bulan Ini

Bandung, NU Online
Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (LASQI) Jawa Barat bekerja sama dengan Unit Pengembangan Tilawatil Qur'an (UPTQ) UIN Sunan Gunung Djati Bandung akan mengadakan lomba dan pagelaran Seni Budaya se-Jawa Barat. Rencananya, acara tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 28-31 Oktober, di kampus UIN.
<>
“Kami bermaksud ingin menyatukan paradigma kesenian dan budaya, khususnya (karakteristik) Islam yang satu padu se-Jawa Barat sehingga ada persamaan,” terang Esa Rizkiadi Arman panitia Lomba dan Pagelaran Seni Budaya Jawa Barat, Selasa (14/10).

Selain itu, pihaknya juga ingin membentuk LASQI di setiap kota dan kabupaten di Jawa Barat yang belum terbentuk. “Kami ingin mendata grup qasidah dan marawis serta menjalin silaturahmi se Jawa Barat,” lanjutnya.

Rizkiadi menilai, sekarang ini jarang ada yang memikirkan perkembangan dan pengembangan qasidah dan marawis sebagai salah satu seni dan budaya Islami. Sehingga ia merasa, seni Islami perlu berkembang secara signifikan.

Untuk itu, ia mengajak kalangan aktivis kesenian qasidah dan marawis yang berada di Jawa Barat supaya mengikuti acara tersebut yang pembukaannya dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober sekaligus tehnical meeting bagi para peserta.

Usai pembukaan, akan dilanjut dengan rapat pimpinan LASQI Jabar yang agendanya tentang sosialisasi program kerja. Hari kedua, lomba serempak diselenggarakan, dan hari ketiga akan digelar workshop tentang pengembangan seni budaya Islami di Jawa Barat yang akan menghadirkan Bimas Islam Kemenetrian Agama RI, pejabat Kementrian Agama Provinsi Jawa Barat dan KH Mustafa Kamal ketua LASQI provinsi Jawa  Barat. (Muhammad Zidni Nafi’/Abdullah Alawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG