IMG-LOGO
Nasional

Kapolda Jatim: Silaturahmi dengan Kalangan Ulama itu Penting


Jumat 24 Oktober 2014 07:03 WIB
Bagikan:
Kapolda Jatim: Silaturahmi dengan Kalangan Ulama itu Penting

Jombang, NU Online
Kapolda Jatim Irjen Polisi Anas Yusuf menjalin silaturahmi dengan kalangan pesantren di Jombang. Salah satu pesantren yang dikunjungi adalah Pesantren Tebuireng pimpinan KH Sholahudin Wahid yang juga adik kandung KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
<>
Dalam kunjungan pertamanya ini, Anas Yusuf mengatakan pentingnya menjalin komunikasi dan silaturahmi dengan kalangan ulama pesantren. Hal ini dalam rangka menciptakan kondusivitas wilayah Jawa Timur yang cukup luas. "Kita butuh silaturahmi dan masukan dari para kiai, ulama diantaranya adalah pengasuh Ponpes Tebuireng, KH Salahuddin Wahid," ujarnya.

Kunjungan Irjen Anas Yusuf ditemani Wakapolres Jombang Kompol Sumardji serta sejumlah perwira dari Polda Jatim. Kedatangan orang nomor satu dijajaran Polisi Jawa Timur ini langsung disambut Gus Sholah bersama KH Abdurrahman Ustman, KH Irfan Yusuf.

Usai melakukan pertemuan di ndalem kasepuhan, Kapolda yang baru menjabat beberapa bulan ini melakukan ziarah ke Makam Gus Dur dan Makam pendiri NU, KH Hsyim Asyari yang berada di komplek Pesantren Tebuireng.

Dalam kesempatan itu, Kapolda juga menyampaikan pentingnya menciptakan dan menjaga stabilitas keamanan daerah. Karenanya Anas berharap tidak ada bentrokan di masyarakat, khususnya antar-perguruan silat di Jawa Timur pada saat perayaan bulan Suro. "Kita berharap dalam peringatan bulan Suro tidak ada bentrokan di masyarakat, khususnya antar perguruan silat," katanya.

Anas mengakui dibeberapa daerah di Jatim yang memiliki basis perguruan pencak silat berpotensi adanya bentrokan. Karenannya pihaknya terus melakukan pendekataan persuasif dengan semua pihak yang terlibat.

"Kita sudah sejak satu bulan lalu menjalin komunikasi dengan tokoh tokoh silat, termasuk yang di Madiun. Insya Allah tidak ada hal itu (bentrokan), kami optimis perayaan akan aman," tandasnya seraya mengatakan selain Madiun, daerah yang juga berpotensi ada bentrokan antar-perguruan pencak silat adalah Ponorogo.

Dikatakannya, dua wilayah yang selama ini rawan terjadinya bentrokan antar pesilat butuh dilakukan pendekatan. "Untuk mengantisipasi dan menjaga keamanaan dalam perayaan bulan Suro ini kita menerjunkan 3000 personel BKO dari Polda Jatim," pungkas Kapolda mengatakan. (Muslim Abdurrahman/Abdullah Alawi)
 

Bagikan:
IMG
IMG