IMG-LOGO
Daerah

Syukuran UIJ, Ribuan Warga Jember Bersholawat

Ahad 2 November 2014 16:4 WIB
Bagikan:
Syukuran UIJ, Ribuan Warga Jember Bersholawat

Jember, NU Online
Ribuan warga nahdliyyin membanjiri halaman kampus Universitas Islam Jember (UIJ), Sabtu (1/11) malam.  Mereka mengikuti  sholawatan untuk memperingati haul masyayikh dan dies natalis ke-30 perguruan tinggi milik NU Jember.
<>
Sholawatan bertajuk "UIJ Bershalawat" itu dipandu puluhan jama'ah sholawat  Al-Amin, Ambulu asuhan KH Imam Ghazali. Tampak hadir dalam sholawatn Rais Syuriyah PCNU Jember KH Muhyiddin Abdusshomad, Ketua PCNU Jember KH Abdullah Syamsul Arifin, dan para kiai sepuh.

KH Abdullah yang biasa disapa Gus A'ab itu menyatakan, pihaknya terharu atas hadirnya ribuan nahdliyin di kampus tersebut. Menurutnya, hal itu  sangat membanggakan karena menandakan bahwa warga NU mencintai dan merasa memilki UIJ.

"Kami ingin mengembalikan UIJ ke pangkuan warga NU. Kalau bukan warga NU, siapa lagi yang mau membesarkan UIJ," ujarnya.

Ketua Yayasan Pendidikan NU Jember ini melanjutkan, seharusnya di usianya yang ke-30, UIJ lebih maju dari sekarang. Apalagi mayoritas penduduk Jember adalah warga NU, yang secara moral ikut bertanggung jawab untuk membesarkan NU.

"Namun faktanya, anak-anak NU masih relatif sedikit yang sekolah di UIJ," tukasnya seraya menghimbau agar segenap elemen NU ikut membesarkan UIJ.

Sementara itu, Rektor UIJ, Dodiek Sutikno mengaku gembira dan bangga dengan sambutan warga NU. "Baru kali ini saya melihat ribuan warga hadir di UIJ untuk syukuran dies natalis," ungkapnya. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Bagikan:
Ahad 2 November 2014 23:3 WIB
Kader Fatayat NU Probolinggo Dilatih Kewirausahaan
Kader Fatayat NU Probolinggo Dilatih Kewirausahaan

Probolinggo, NU Online
Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Probolinggo mendelegasikan kader terbaiknya untuk mengikuti pelatihan kewirausahaan yang digelar Pengurus Wilayah (PW) Fatayat NU Provinsi Jawa Timur, Ahad (2/11).
<>
Kegiatan yang berlangsung di Kota Surabaya ini menitikberatkan agar kader NU memiliki pemahaman yang luas terhadap dunia usaha sehingga mampu mencetak wirausaha baru di kalangan Nahdliyin.

“Keikutsertaan kader PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo dalam pelatihan kewirausahaan ini bertujuan supaya kader NU bisa mengerti bagaimana cara membaca peluang bisnis, memasarkan produk dan mencatat transaksi usahanya,” ungkap Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo Elysa Candra Maya.

Dengan pelatihan ini jelas Lysa, diharapkan pengurus Fatayat NU mampu menyusun laporan keuangan dengan ringkas dan teknik untuk memajukan usaha yang dijalaninya. “Dengan pelatihan ini setidaknya kader kami mempunyai keahlian wirausaha. Apalagi setelah dilatih, mereka juga bisa langsung melakukan praktek,” jelasnya.

Lysa menerangkan keterlibatan kadernya dalam pelatihan ini agar nantinya menjadi embrio pembentukan wirausaha baru di jajaran PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo sekaligus mampu menularkan ilmunya kepada pengurus yang lain. “Paling tidak nantinya kader mampu mengerti lebih dalam tentang ilmu wirausaha,” terangnya.

Melalui keikutsertaan kader PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo ini Lysa berharap agar nantinya mampu menghasilkan kader yang berkualitas dan memiliki jiwa wirausaha untuk membuktikan jika NU bukan hanya mendoakan saja, tetapi juga ada bukti konkret dalam hal peningkatan dan pemberdayaan ekonomi Nahdliyin.

“Paling tidak delegasi yang kami kirimkan ini mampu memperoleh pelajaran yang berharga dan dapat ditularkan kepada pengurus yang lain. Sehingga ilmu yang didapat benar-benar bermanfaat untuk kebesaran PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo ke depan,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Ahad 2 November 2014 19:5 WIB
ISNU Sumenep Luncurkan Sekolah Riset
ISNU Sumenep Luncurkan Sekolah Riset

Sumenep, NU Online
Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Sumenep, Madura terus memantapkan diri dalam melakukan penguatan keilmuan, utamanya yang berkaitan dengan penelitian.
<>
Organisasi yang dinakhodai salah seorang kiai muda Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep, KH Mohammad Husnan A Nafi’ tersebut meluncurkan sekolah riset, Sabtu (1/11) di Hotel Dreamland Sumenep. Dalam kesempatan tersebut, digelar pula workshop riset dengan tema "Sumenep Mencari Pemimpin".

Lembaga penelitian tersebut diberi nama Sekolah Riset "Lěrrês NU". Nama tersebut merupakan kepanjangan dari Lembaga Riset Sarjana Nahdlatul Ulama.

Kiai Hosnan berharap, kehadiran Sekolah Riset Lěrrês NU PC ISNU Sumenep bisa memberikan warna tersendiri dalam bidang keilmuan. Serta, produk penelitian yang dihasilkan nantinya bisa menjadi acuan kebijakan bagi pemerintahan Kabupaten Sumenep.

“Semoga semuanya membawa keberkahan bagi umat,” terang mantan aktivis PMII Yogyakarta tersebut.

Sementara itu, Damanhuri selaku Direktur Sekolah Riset Lěrrês NU berharap adanya keterlibatan banyak pihak untuk memajukan NU melalui bidang penelitian. Utamanya pihak-pihak yang memang hobi melakukan penelitian.

“Alhamdulillah, Sekolah Riset Lěrrês NU telah dikukuhkan. Atas semua pihak yg terlibat, terima kasih kontribusinya. Dan mari kita jadikan lembaga ini sebagai bentuk penguatan intelektual, perekat komunikasi, dan penyerap aspirasi menuju Sumenep yang lebih baik,” tukasnya. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Ahad 2 November 2014 17:6 WIB
PCNU Sumedang Fasilitasi Ijazah Manaqib Syekh Abdul Qadir
PCNU Sumedang Fasilitasi Ijazah Manaqib Syekh Abdul Qadir

Sumedang, NU Online
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Sumedang mengadakan ijazah manaqib Syekh Abdul Qadir Al-Jilani di pesantren Al-Hikamus Salafiyyah Sukamantri, Tanjungkerta, Sumedang. Pengurus NU Sumedang menghadirkan KH Habib M Hud bin Yahya dari Cirebon untuk memberikan ijazah manaqib.
<>
Peserta yang mengikuti ijazah tidak hanya pengurus PCNU Sumedang. Puluhan warga NU di Sumedang bahkan dari luar kabupaten Sumedang turut hadir pada manaqiban yang dimulai ba’da Isya hingga pukul 00.00.

Ketua PCNU Sumedang KH Sa’dulloh dalam sambutannya mengatakan, pemberian ijazah manaqib merupakan program kerja PCNU yang diprakarsai pengurus JATMAN, Jumat (31/10).

“Inti dari kegiatan ini bertujuan agar warga NU di Sumedang dan generasi muda NU tetap istiqomah dalam menjalankan tradisi manaqib yang sudah dicontohkan oleh kiai-kiai,” kata Kiai Sa’dullah.

Sebelum memberikan ijazah, KH Habib Muhammad Hud yang sering dipanggil Abah Hud, sempat menyebutkan fadilah-fadilah manaqib tersebut. (Ayi Abdul Kohar/Alhafiz K)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG