IMG-LOGO
Nasional

Habib Luthfi: Tarekat Samaniyah Tidak Sesat

Senin 3 November 2014 16:30 WIB
Bagikan:
Habib Luthfi: Tarekat Samaniyah Tidak Sesat

Jakarta, NU Online
Beberapa pekan ini Tarekat Samaniyah kembali ramai diperbincangkan menyusul pemberitaan sejumlah media bahwa ia menyebarkan ajaran sesat dan sejumlah tuduhan miring lainnya. Fatwa sesat Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun keluar.
<>
Meski MUI telah meralat lahirnya fatwa sesat tidak ditujukan kepada tarekat ini, melainkan kepada individu pengikut tarekat, namun tetap memicu kontroversi. Bahkan, FUI Sumatera Utara serius untuk membubarkan tarekat NU tersebut. (NU Online, 30/10).

Rais Aam Jam’iyyah Ahli al-Thariqah al-Mu’Tabarah al-Nahdliyah (JATMAN) Habib Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya mengatakan ada kesalahan yang melibatkan oknum pengikutnya. Pihak-pihak terkait seperti MUI mestinya melakukan tabayyun (klarifikasi) kepada JATMAN.  

“Itu kan karena kesalahan oknum. Biar diselesaikan dulu di internal. Memangnya MUI dan FUI itu segala-galanya kok mau bubarin. Mbok ya tabayyun dulu,” tegas Habib Luthfi ketika diwawancarai NU Online usai penutupan Munas Alim Ulama dan Konbes Nahdlatul Ulama di markas besar NU Jl Kramat Raya 164 Jakarta, Ahad (2/11) siang.

Habib Luthfi prihatin atas sikap keras sebagian umat Islam di Sumatera Utara. “Saya sangat menyayangkan sikap mereka yang ndak mau tabayyun, khususnya MUI. Kami siap duduk bersama dengan MUI untuk bahas masalah ini. Saya bicara tarekatnya ya. Bukan oknumnya. Samaniyah tidak sesat, yang sesat oknumnya. Kalau tarekatnya memang saya bela,” tegas Habib Luthfi.

Habib Muhammad Luthfi menyebut Tarekat Samaniyah termasuk salah satu cabang tarekat mu’tabarah yang diakui NU, “Tarekat Samaniyyah itu salah satu dari 43 tarekat yang diakui NU dan bergabung dengan JATMAN,” tegasnya.

JATMAN, lanjut Habib Luthfi, setidaknya menaungi 43 aliran Tarekat Mu'tabarah. Dari sekian banyak aliran tersebut, oleh JATMAN dikelompokkan menjadi mu’tabarah dan ghai'ru mu’tabarah. Tarekat mu'tabarah adalah aliran tarekat yang memiliki sanad muttashil (bersambung) sampai kepada Nabi Muhammad SAW.

“Rasulullah SAW menerima dari Malaikat Jibril AS yang didapat dari Allah SWT. Sehingga bisa diikuti dan dikembangkan. Sedangkan tarekat ghairu mu'tabarah adalah aliran tarekat yang tidak memiliki kriteria seperti tersebut di atas. Jumlahnya ya sisanya yang ada,” paparnya.

Aliran-aliran tarekat yang dinilai mu'tabarah adalah: 1) 'Abbasiyah, 2) Akbariyah,  3) Baerumiyah, 4) Bakriyah, 5) Buhuriyah, 6) Ghaibiyah, 7) Haddadiyah, 8) Idrisiyah,  9) Isawiyah, 10) Justiyah, 11) Khadliriyah, 12) Khalidiyah wa al-Naqsyabandiyah, 13) Madbuliyah, 14. Maulawiyah, 15) Rifa'iyah, 16) Sa’diyah, 17) Sumbuliyah, 18) Syadzaliyah, 19) Syuhrawiyah, 20) Umariyah, 21) Utsmaniyah.

Kemudian, 22) Ahmadiyah, 23) Alawiyah, 24) Bakdasyiyah, 25) Bayumiyah, 26) Dasuqiyah, 27) Ghozaliyah, 28) Hamzawiyah, 29) Idrusiyah, 30) Jalwatiyah, 31) Kalsyaniyah, 32) Khalwatiyah, 33) Kubrawiyah, 34) Malamiyah, 35) Qadiriyah wa al-Naqsyabandiyah, 36) Rumiyah, 37) Samaniyah, 38) Sya'baniyah, 39) Syathariyah, 40) Tijaniyah, 41) Usyaqiyah, 42) Uwaisiyah, dan 43) Zainiyah.

Sejarah mencatat, Tarekat Samaniyyah merupakan salah satu cabang dari Tarekat Syadziliyah yang didirikan oleh Syeh Abul Hasan al-Syadzili (w. 1258). Pendiri Tarekat Sammaniyah adalah Syaikh Muhammad bin Abdul Karim As-Samani Al-Hasani Al-Madani (1718-1775 M). (Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)

Bagikan:
Senin 3 November 2014 23:2 WIB
Rais Aam PBNU Harap Wakil Rakyat “Move On”
Rais Aam PBNU Harap Wakil Rakyat “Move On”

Jakarta, NU Online
Pejabat Rais Aam PBNU KH A Musthofa Bisri menyayangkan sikap kekanak-kanakan segenap anggota dewan belakangan ini. Kiai yang lazim disapa Gus Mus ini, mengamanahkan para wakil rakyat untuk menunjukkan sikap kenegarawanan. Pengalaman persaingan politik yang baru saja berlalu, biarlah menjadi pelajaran. Dengan demikian, tiada lagi istilah “berseberangan di antara kita”.
<>
Demikian disampaikan Gus Mus dalam pidato iftitah Munas-Konbes NU 2014 di Jakarta, Sabtu (1/11) siang. Di hadapan ratusan warga NU, Gus Mus berharap berhentinya perpecahan di kalangan wakil rakyat.

“Kita mesti menjadikan pengalaman yang lalu itu sebagai pelajaran sikap kearifan di kemudian hari. Ini semua kita tujukan untuk para wakil kita yang kelihatannya menunjukkan-kalau kata anak gaul,-‘belum move on’,” ujar Gus Mus.

Wakil Presiden HM Jusuf Kalla dan sejumlah menteri Kabinet Pemerintahan yang baru, tampak hadir di tengah musyawirin pada pidato iftitah Munas-Konbes NU 2014 oleh Pejabat Rais Aam PBNU.

Dengan redanya sikap dukung-mendukung, Gus Mus berharap mereka bisa menekuni tugas masing-masing sebagai semula.

Kepada HM Yusuf Kalla yang juga anggota Mustasyar PBNU, Gus Mus berharap pemerintah melakukan upaya untuk menyudahi ketegangan di Senayan.

“Kita mengamanahkan kepada Wapres di sini untuk menjadikan parlemen layaknya tempat Dewan Perwakilan Rakyat,” tandas Gus Mus sebelum meminta ratusan hadirin mengirimkan surah Al-Fatihah untuk belasan Kiai NU yang wafat di tahun 2014. (Alhafiz K)

Senin 3 November 2014 22:3 WIB
Gus Sholah Dukung Toleransi di Banyuwangi
Gus Sholah Dukung Toleransi di Banyuwangi

Jakarta, NU Online
Pengasuh pesantren Tebuireng KH Sholahudin Wahid pada peringatan haul tokoh NU KH Abdurrahman Wahid mengingatkan kembali kewajiban umat untuk menyebarkan ajaran Islam yang ramah dan penuh kasih. Menurut Gus Sholah, perilaku ramah umat Islam ini menjadi daya tarik sendiri di dunia internasional.
<>
Gus Sholah mengatakan, saat ini pertumbuhan muslim di dunia sangat luar biasa. Ini karena nilai-nilai perdamaian dan kasih sayang Islam sangat mudah diterima orang-orang mempelajarinya.

“Sungguh di luar logika, pasca peristiwa 9/11 di AS, justru pertumbuhan muslim meningkat. Padahal pemberitaan negatif tentang Islam sangat gencar. Tapi justru itu membuat orang penasaran dan banyak yang mempelajari ajaran Islam yang sebenarnya. Bahkan kini ada 3 lembaga tahfidz Quran di AS,” kata Gus Sholah di Pendopo Sabha Swagata, Banyuwangi, Ahad (2/11).

Ajaran Islam yang penuh kasih sayang juga telah dibuktikan para Wali Songo yang merintis penyebaran Islam di Nusantara. Tanpa dukungan militer, dana maupun kekuatan yang besar lainnya, Islam mampu menjadi agama mayoritas.

“Menurut sejarawan Inggris, penyebaran Islam selama 250 tahun telah membuat 90 persen penduduk Nusantara memeluk Islam. Ini adalah waktu yang sangat cepat. Semua terjadi tanpa paksaan dan penindasan,” ujar Gus Sholah.

Sementara Bupati Banyuwangi Anas mengaku banyak belajar dari Gus Dur soal merawat kebhinnekaan.

"Di Banyuwangi kami rutin menggelar pertemuan lintas agama. Program pembangunan pun melibatkan teman-teman lintas agama," ujar Anas salam sambutannya. (Red Alhafiz K)

Senin 3 November 2014 20:0 WIB
Jadi Menterinya Jokowi, PBNU Sarankan Khofifah Tunjuk Plt
Jadi Menterinya Jokowi, PBNU Sarankan Khofifah Tunjuk Plt

Jakarta, NU Online
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyarankan agar Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indarparawansa yang kini duduk sebagai menteri sosial dalam Kabinet Kerja Jokowi menunjuk pelaksana tugas (Plt) ketua umum.
<>
 “Lebih baik di plt-kan sambil menunggu kongres yang akan datang untuk mencari pengganti,” katanya kepada NU Online, Senin. (3/11).

Selain karena adanya aturan larangan rangkap jabatan publik di lingkungan NU, Kiai Said menyampaikan penunjukan plt penting agar bisa fokus menjalankan tugas dan amanah yang diembannya. Akan sangat susah membagi waktu untuk dua tanggung jawab yang sangat besar, sebagai menteri dan ketua umum Muslimat NU.

Kiai Said mengapresiasi kinerja Khofifah selama memimpin Muslimat NU. 

“Mencari ganti figur seperti Khofifah juga setengah mati, perempuan yang kredible, punya kapasitas, dan mau menghabiskan waktunya untuk Muslimat.”

Berdasarkan informasi yang diperolehnya, Khofifah sendiri dalam beberapa kali pengarahan kepada para ketua sudah meminta mereka untuk bersiap-siap mengganti dia.

Mengenai toleransi yang diberikan, ia menjelaskan. “kita kan inginnya menjalankan AD/ART yang serius, tetapi kita masih agak longgar karena mencari orang tidak gampang dan tidak mudah,” tegasnya. (mukafi niam)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG