IMG-LOGO
Daerah

GP Ansor Nilai Tatanan Pasar di Pamekasan Kacau


Rabu 5 November 2014 19:03 WIB
Bagikan:
GP Ansor Nilai Tatanan Pasar di Pamekasan Kacau

Pamekasan, NU Online
Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pamekasan menemukan tatanan beberapa bangunan pasar yang tersebar di wilayah Kabupaten Pamekasan yang kacau. Organisasi pemuda NU tersebut menilai pembangunan tidak tertata dengan baik.
<>
Data yang dihimpun GP Ansor Pamekasan, sedikitnya terdapat enam pasar yang dinilai amburadul dalam tatanannya di Pamekasan. Yakni, Pasar Kolpajung, Pasar 17 Agustus, Pasar Gurem, Pasar Keppo, Pasar Waru, dan Pasar Palawija di Desa/Kecamatan Pakong.

“Selama ini, pembangunan sejumlah pasar di wilayah Kabupaten Pamekasan, khususnya pasar besar seperti enam pasar itu, kurang baik dari segi tatanan. Sehingga, seringkali menimbulkan dampak negatif. Seperti halnya kebakaran, lingkungan kotor, memacetkan jalan raya, dan sebagainya,” terang Ketua GP Ansor Pamekasan, Fathorrahman, saat dihubungi NU Online di kantornya, Rabu (5/11).

Dia mendesak agar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pamekasan agar membuat perencanaan pembangunan seluruh pasar, terutama keenam pasar tersebut. GP Ansor menghendaki adanya evaluasi sekaligus perbaikan tatanan pembangunan pasar.

”Setelah kami pantau, ternyata pembangunan pasar di wilayah ini sangat kacau. Karena pembangunannya belum terencana dengan matang. Ada uang dibangun, ada uang dibangun. Kadang bangunan lama dibongkar, dan dibangun terkadang  tidak karu-karuan. Makanya kami mendesak ke Bappeda, tolong dibuat perencanaan dengan baik," paparnya.

Penegasan Fathorrahman tersebut tidak hampa fakta. Bappeda Pamekasan, sejauh ini terkesan setengah hati dalam bekerja. Sementara, gaji dan tunjangan hidup yang dikeruk dari kas negara, mereka terima tiap bulan. Mereka memakan gaji buta.

Sementara itu, Kepala Bappeda Pamekasan Zainal Abidin merespon positif segala masukan yang disampaikan GP Ansor. Zainal berjanji, akan melakukan pembenahan pasar yang persoalannya diurai GP Ansor. Meski demikian, aku Zainal, pembenahan pasar tersebut akan dilakukan sesuai dengan kekuatan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pamekasan.

"Kami akan lakukan sesuai dengan dengan anggaran. Jadi kami akan memulai secara bertahap. Idealnya untuk pembangunan pasar itu, harus ada masterplant, menyusun DED dan semacamnya," tukas Zainal. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Bagikan:
IMG
IMG