IMG-LOGO
Nasional
MUKTAMAR UNTUK SYIAR (3)

Jatim Sudah 11 Kali Jadi Tuan Rumah, Luar Jawa Baru 4 Kali


Selasa 11 November 2014 15:01 WIB
Bagikan:
Jatim Sudah 11 Kali Jadi Tuan Rumah, Luar Jawa Baru 4 Kali

Jakarta, NU Online
Dalam usianya yang sudah 91 tahun menurut kalender Hijriyah atau setara dengan 88 tahun menurut perhitungan kalender Masehi, NU telah menyelenggarakan muktamar sebanyak 32 kali. Banyak kejadian penting mengiringi perjalanan NU yang tergambar melalui penyelenggaraan tiap muktamar. 
<>
Secara keseluruhan, Jawa Timur sebagai basis NU menjadi tempat penyelenggaraan hajatan tertinggi NU ini sebanyak 11 kali, Jateng 8 kali, Jabar 4 kali, Jakarta 3 kali, Banten dan Yogyakarta masing-masing 1 kali. Sementara itu dalam kurun waktu yang panjang ini, hajatan di luar Jawa hanya empat kali.

Jika dilihat dari kota penyelenggara, Surabaya menduduki peringkat juara dengan 6 kali, diikuti dengan Jakarta (3), Solo (3), Semarang (2), dan Bandung (2), sementara yang lainnya hanya sekali.

Sampai dengan tahun 1940, muktamar secara rutin diselenggarakan tiap tahun dengan menggunakan penanggalan hijriyah. Beberapa diantaranya secara tepat waktu diselenggarakan antara 12-13 Rabiuts Tsani. Perang Asia Pasifik dan perang kemerdekaan Indonesia memaksa penyelenggaraan muktamar ditunda. Baru pada 1946 mulai digelar muktamar lagi, tetapi dengan jadual yang kurang teratur. Baru setelah Muktamar Semarang 1979 sampai sekarang, muktamar diselenggarakan tiap lima tahunan.

Berikut tempat penyelenggaraan muktamar dari tahun ke tahun

No

Tempat

Tanggal

Tahun

1

Surabaya

13 Rabiul Awwal/12-13 Oktober

1345 H/1926 M

2

Surabaya

12 Rabiuts Tsani/9-11 Oktober

1346 H/1927 M

3

Surabaya

12 Rabiuts Tsani/28-30 September

1347 H/1928 M

4

Semarang

12 Rabiuts Tsani/17-20 September

1348 H/1929 M

5

Pekalongan

13 Rabiuts Tsani/7-10 September

1349 H/1930 M

6

Cirebon

12 Rabiuts Tsani/28 Agustus

1350 H/1931 M

7

Bandung

13 Rabiuts Tsani/9 Agustus

1351 H/1932 M

8

Jakarta

12 Muharram/7 Mei

1352 H/1933 M

9

Banyuwangi

6 Muharram/21-26 Mei

1353 H/1934 M

10

Solo

10 Muharram/13-19 April

1354 H/1935 M

11

Banjarmasin

19 Rabiul Awwal/8-12 Juli

1355 H/1936 M

12

Malang

12 Rabiuts Tsani/12-24 Juni

1356 H/1937 M

13

Menes Banten

13 Rabiuts Tsani/11-16 Juli

1357 H/1938 M

14

Magelang

14 Jumadil Ula/15-21 Juli

1358 H/1939 M

15

Surabaya

10 Dzulqp'dah/10-15 Desember

1359 H/1940 M

16

Purwokerto

22 Rabiul Akhir/26-29 Maret

1365 H/1946 M

17

Madiun

5 Rajab/24 Mei

1366 H/1947 M

18

Jakarta

13 Rajab/30 April-3 Mei

1369 H/1950 M

19

Palembang

19 Rajab/26 April-1 Mei

1370 H/1951 M

20

Surabaya

10 Muharram/8-13 September

1374 H/1954 M

21

Medan

Rabiul Awwal/Desember

1376 H/1956 M

22

Jakarta

14 Jumadil Akhir/14-18 Desember

1379 H/1959 M

23

Solo

26 Rajab/25-29 Desember

1382 H/1962 M

24

Bandung

7 Rabiul Akhir/3-9 Juli

1388 H/1968 M

25

Surabaya

2 Dzulqo'adh/20-25 Desember

1391 H/1971 M

26

Semarang

10 Rajab/5-11 Juni

1399 H/1979 M

27

Situbondo

16 Rabiul Awwal/8-12 Deember

1405 H/1984 M

28

Yogyakarta

26 Rabiuts Tsani/25-28 November

1410 H/1989 M

29

Tasikmalaya

1 Rajab/24-29 Desember

1415 H/1994 M

30

Kediri

13 Sya'ban/21-26 November

1420 H/1999 M

31

Solo

15 Syawwal/ 28 Nov-2 Desember

1425 H/2004 M

32

Makassar

6 Rabiuts Tsani/22-27 Maret

1431 H/2010 M

Untuk muktamar ke-33, terdapat tiga usulan tempat, yaitu pesantren Tebuireng Jombang, Medan dan NTB. PBNU masih akan meninjau lokasi untuk menentukan mana tempat yang paling layak. Panitia kemudian akan menyampaikan dalam forum rapat gabungan syuriyah-tanfidziyah yang nantinya akan memutuskan lokasi muktamar. (ensiklopedi NU/mukafi niam)

Bagikan:
IMG
IMG