IMG-LOGO
Daerah

PMII Pontianak Turun Jalan Tolak Kenaikan BBM


Sabtu 15 November 2014 07:12 WIB
Bagikan:
PMII Pontianak Turun Jalan Tolak Kenaikan BBM

Pontianak, NU Online
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Pontianak, Kalimantan Barat, melakukan aksi demonstrasi menolak rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).
<>
Aksi dimulai dari Bundaran Tugu Digulis lalu berlanjut ke gedung DPRD Provinsi Kalimantan Barat dan berakhir di kantor Pertamina Kalbar di Pontianak. Meski sempat diguyur hujan, aksi yang digelar Kamis (13/11) ini tidak surut.

“BBM jantung perekonomian. Jika (harga) BBM naik sembako pun naik, sementara pendapatan dan daya beli masyarakat rendah,” terang Syamsul Hadi selaku koordinator lapangan dalam orasinya. Menurutnya, solusi dengan menaikkan harga BBM sangat tidak pas.

Sedangkan Ketua Pengurus Cabang PMII Kota Pontianak Irham Mahardikan ketika berorasi di gedung DPRD Provinsi menilai, wacana kenaikan harga BBM oleh Presiden Jokowi kurang tepat karena saat ini harga minyak dunia cenderung stabil.

“PMII Kota Pontianak mendesak agar Presiden Jokowi membubarkan Petral karena kita menilai anak perusahaan Pertamina itu menjadi sarang mafia migas untuk mengeruk keuntungan,” katanya.

PMII Pontianak, kata Irham, juga meminta Jokowi untuk mencabut UU Migas No 22/2001. Menurutnya, UU tersebut menjadi legitimasi bagi para kapitalis untuk menjajah minyak di Indonesia.

Ali Fauzi, Ketua Pengurus Koordinator Cabang PMII Kalimantan Barat, turut bergabung dalam aksi penolakan tersebut. Ia berjanji akan mengajak semua kader yang tersebar di Kalimantan Barat untuk bersama-sama turun dan mendesak DPRD Kalimanta Barat ikut menolak rencana kenaikan harga BBM ini.

“Jika (harga) BBM naik maka rakyat akan ditambah beban ekonominya karena dampak domino yang ditimbulkan oleh kenaikan BBM dan tidak menutup kemungkinan beban itu juga akan berimbas pada permasalah sosial baik keluarga maupun masayrakat umum,” pungkas Ali yang selanjutnya meminta tanda tangan anggota DPRD Provinsi Kalbar yang hadir untuk menyatakan sikap sama-sama menolak rencana kenaikan harga BBM. (Khairul Mulyadi/Mahbib)

Bagikan:
IMG
IMG