IMG-LOGO
Pesantren
PESANTREN FATAHILLAH

Latih Kemandirian Santri, Kembangkan Agro Pesantren

Jumat 28 November 2014 3:1 WIB
Bagikan:
Latih Kemandirian Santri, Kembangkan Agro Pesantren

Probolinggo, NU Online
Pesantren Fatahillah terletak di Desa Sumberkerang Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo. Pesantren ini didirikan oleh KH. Nizar Jakfar pada tahun 1960 silam. Pesantren yang sudah mewarnai kehidupan masyarakat ini tidak hanya menerapkan sistem pembelajaran salafiyah saja, tetapi juga pembelajaran modern atau formal.
<>
Pesantren Fatahillah hanya mengenakan iuran sebesar Rp. 65 ribu per bulan pada santrinya. Dana tersebut diperuntukkan membeli persediakan bahan makanan. Pasalnya pesantren tersebut tidak mempunyai lahan sebagai sumber utama bahan makanan. Bahan makanan yang ada dimasak sendiri oleh para santri.

“Semua ini kami lakukan untuk melatih kemandirian santri. Sementara pengeluaran pesantren lainnya saya tanggung sendiri,” ungkap Pengasuh Pesantren Fatahillah KH. Gufron Maksum, Rabu (26/11).

Di pesantren ini, ada santri yang juga sama sekali tidak membayar iuran. Di mana hanya bayar SPP lembaga formal dan kitab atau hanya membeli kitab saja. “Kami sangat fleksibel untuk hal itu,” kata lelaki yang pernah mengenyam pendidikan di Pesantren Sidogiri Kabupaten Pasuruan ini.

Oleh karena tidak mempunyai sumber utama sebagai penyokong dana, maka ke depannya Pesantren Fatahillah ini akan mengembangkan agro pesantren. Yakni dengan memanfaatkan lahan pesantren untuk ditanami berbagai kebutuhan pokok. Rencananya, tanaman yang dikembangkan akan menggunakan polybag sebagai solusi keterbatasan lahan.

“Perlu terobosan baru untuk pengembangan pesantren. Hal itu sesuai dengan petuah dari abah yang mengatakan jangan ragu untuk menanggung makan orang, utamanya yang mencari ilmu,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Bagikan:
Jumat 28 November 2014 21:1 WIB
Anggota TNI Ini Bekali Santri Bela Negara
Anggota TNI Ini Bekali Santri Bela Negara

Jepara, NU Online
Anggota TNI AD yang terdiri dari Kapten Mashudi (Danramil 09 Mlonggo), Bambang Sugito (Babinsa Sekuro) dan Musa Abdullah (Babinsa Mororejo) memberikan pembekalan bela negara kepada ratusan santri pesantren Az Zahra Jepara, Kamis (27/11) siang kemarin.<>

Kepada santri unit SMK Az Zahra, Mashudi menyampaikan pentingnya bela negara. Bela negara jelasnya ialah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila, UUD 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara.

Adapun nilai-nilai dalam bela negara mencakup 5 hal. Cinta kepada tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, yakin pada pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban untuk bangsa dan negara. “Serta memiliki kemampuan awal bela negara baik psikis maupun fisik,” imbuhnya.

Secara psikis warga negara harus memiliki kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual, senantiasa memelihara jiwa dan raganya. Serta memiliki sifat disiplin, ulet, kerja keras dan tahan uji.

Sedangkan kemampuan fisik perlu ditopang dengan kondisi kesehatan, keterampilan jasmani dengan gemar berolahraga dan menjaga kesehatannya.

Penanggung jawab kegiatan, Bambang Sugito menyampaikan kegiatan untuk memberikan bekal materi bela negara kepada peserta didik. Selain untuk mengingatkan kembali dasar negara dan UUD kegiatan juga untuk mengingat jasa para pejuang ’45. “Harapan kami anak-anak tidak melupakan para pejuangnya,” harap Bambang disela-sela kegiatan.

Senada dengan Bambang, Hasan Khaeroni, Kepala SMK Az Zahra memaparkan ulama termasuk pejuang yang juga berperan untuk merebut kemerdekaan. “KH Hasyim Asyari, KH Wahab Hasbullah, KH Wahid Hasyim merupakan sejumlah kiai yang turut merebut kemerdekaan,” tegasnya.

Sehingga santri saat ini juga harus berperan aktif pada kelompok yang hendak merongrong keutuhan NKRI. Caranya, lanjut lulusan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta itu dengan penguatan nilai-nilai bela negara yang tertanam sejak dini. (Syaiful Mustaqim/Anam)

Kamis 27 November 2014 22:1 WIB
Pemegang Riwayat Qiraah Al-Azhar Kunjungi Pesantren Annuqayah
Pemegang Riwayat Qiraah Al-Azhar Kunjungi Pesantren Annuqayah

Sumenep, NU Online
Dr. Ali Abdul Majid Abdus Sami’ berkunjung ke Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep, Jawa Timur, Rabu (26/11).
<>
Pemegang riwayat qiraah Al-Azhar As-Syarif, Kairo tersebut memberikan kenang-kenangan mushaf kepada Pengasuh Annuqayah KH Ahmad Basyir Abdullah Sajjad.

KH M Faizi selaku salah seorang kiai muda Annuqayah menjelaskan, itu merupakan kunjungan ketiga bagi Dr. Ali Abdul Majid ke Indonesia dan kunjungan yang pertama ke Madura.

Dikatakan, Dr. Ali juga mengunjungi beberapa pesantren dan masjid-masjid di Jawa Timur dan Lombok, serta beberapa daerah lainnya.

“Selepas bersilaturrahmi dengan dewan pengasuh Annuqayah di langgar KH Ahmad Basyir, Dr. Ali memberikan pesan-pesan kepada santri di masjid Jamik Annuqayah. Di antara pesan pentingnya adalah agar santri rajin belajar dan selalu dekat dengan Alquran,” tukas M Faizi yang tak lain merupakan penyair nasional. (Hairul Anam/Mahbib)

Kamis 27 November 2014 20:6 WIB
Lolos Lomba Karya Tulis, Santri Cantik Ini Ingin Jadi Peneliti
Lolos Lomba Karya Tulis, Santri Cantik Ini Ingin Jadi Peneliti

Jakarta, NU Online
Ada yang menarik dari seminar pengembangan Karya Tulis Ilmiah Santri (KTIS) beberapa hari lalu. Pasalnya, di antara kesepuluh penulis dari pesantren ini ternyata ada yang masih duduk di bangku Aliyah (setingkat SMA). Ya, santri cantik bernama Siti Afifah Adnan (17) ini tercatat sebagai santri kelas VI Pesantren Putri Ibnul Qoyyim Yogyakarta.
<>
Afifah merupakan nominator termuda KTIS yang diselenggarakan Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan (Puspenda) Balitbang dan Diklat Kementerian Agama RI. Di usianya yang ke-17, gadis mungil yang cerdas ini telah memiliki karya di tingkat nasional.

Kepada NU Online, dara kelahiran Bogor, 9 Januari 1997 ini mengaku sangat mencintai dunia tulis-menulis sejak mulai mondok di Yogyakarta. Selain menulis, ia aktif juga di organisasi santri di pesantrennya. Afifah mulai mengenal dunia tulis-menulis itu dari Sagasitas atau komunitas peneliti muda Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sagasitas, lanjut Afifah, adalah suatu komunitas di bawah naungan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) yang berfungsi sebagai sebuah rumah dan wadah bagi siswa dan orang-orang yang memiliki kepedulian terhadap dunia pendidikan siswa.

“Kegiatan yang dilakukan dalam komunitas ini salah satunya adalah melakukan berbagai penelitian. Sagasitas ternyata tidak hanya berisi peneliti-peneliti muda hebat, namun juga memiliki kemampuan lain yang mengesankan,” tutur dara berkacamata ini.

“Ada seorang kakak senior bernama Mbak Ifa yang mengajarkan sekaligus membimbing saya untuk menulis. Dia alumni Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI),” ungkapnya.

Saat dinyatakan lolos seleksi proposal penelitian KTIS, Afifah merasa senang sekali. Meski demikian, ia melihat ada tantangan dan tanggung jawab berat di pundaknya. “Jadi, empat bulan ke depan sejak pengumuman saya merasa ada tanggung jawab yang harus saya selesaikan, yaitu penelitian,” ujarnya.

Ia merasa bangga sekaligus merasa ada cambuk untuk segera menulis karya ilmiah tersebut. Bagi dia, dengan adanya deadline empat bulan, praktis tak ada waktu bermalas-malasan. “Waktu jadi sangat berharga untuk terus belajar dan belajar,” ucap gadis yang bercita-cita kuliah di UGM dan menjadi peneliti ini.

Menurut Afifah, tantangan dalam menulis adalah susahnya mencari referensi. Ia bahkan rela berkeliling ke beberapa perpustakaan di Kota Pelajar, mulai perpustakaan kampus UGM, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta hingga miliki Pemerintah Kota. Saat pencarian mentok, ia lalu kembali ke perpustakaan pesantren. “Ternyata, di pondok malah ada. Tapi saya jadi senang bisa berkunjung ke perpus besar di kampus,” ujarnya riang.

Dalam menyusun penelitian, Afifah dibantu teman sekelasnya, Zahro, asal Kalimantan Barat. Ia berharap, kegiatan KTIS ini bisa dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang. “Adik-adik kelas saya bahkan sudah pada tanya, kapan diadakan lagi. Bahkan, di antara mereka ada yang sudah nulis proposal penelitian,” pungkasnya. (Musthofa Asrori/Mahbib)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG