IMG-LOGO
Nasional

Pertemuan Mursyid Tijaniyah Sedunia di Brebes, Serukan Perdamaian

Senin 15 Desember 2014 18:4 WIB
Bagikan:
Pertemuan Mursyid Tijaniyah Sedunia di Brebes, Serukan Perdamaian

Brebes, NU Online
Muqoddam dan para guru tarekat Tijaniyah dari pelbagai belahan dunia hadir pada Idul Khotmi lil Qutbil Maktum Syeikh Ahmad At-Tijani sebagai peringatan ke-222 hari pengangkatan Syekh Tijani sebagai wali khatm. Pada acara yang berlangsung di pesantren Darussalam Jatibarang Kidul, Jatibarang, Brebes, Ahad (14/12), mereka menyerukan penduduk dunia untuk menebar kasih sayang sesame manusia dan juga kepada binatang.
<>
Tampak hadir pada peringatan ini Syekh Sayid Tohar (Maroko), Syekh Muhammad Al-Jakani (Maroko), Syekh Prof Umar Mas’ud (Sudan), Syekh Abdul Halim (India), Syekh Hasan Ibnu Muhammad Al-Jakkani (Maroko), Assyayidah (Hijaz), Assayyidah Ba Aziz Ehwan (London), Dr Mazlam Nawaei (Malaysia), dan Pavontum Mannil (India).

Syekh Wa’lah dari Al-Jazair mengajak para pengamal tarekat Tijaniyah agar selalu mengampanyekan perdamaian di muka bumi ini. Pasalnya, perdamaian ini sangat dianjurkan oleh Rasulullah.

“Nabi telah memerintahkan sahabat-sahabatnya untuk menebarkan kedamaian, cinta, dan menasehati demi kebaikan bersama,” tutur Wa’lah.

Ia menekankan penting persaudaraan. Pantang berdengki dan bermusuhan. “Jauhi permusuhan karena kita menjadi satu badan dalam satu Islam dan Tarekat Tijaniyah. Seperti penyebaran Islam dengan kedamaian demikian juga Tarekat Tijaniyah,” tandasnya.

Senada dengan itu, Prof Dr Rodi Genun dari Prancis menyatakan Tijaniyah selalu menebarkan kasih sayang kepada sesama manusia tetapi juga kepada binatang. Kasih sayang menunjukan pada ketinggian ahlak seperti ahlak Nabi Muhammad SAW. “Ahlak Nabi bagai lautan tak bertepi, ahlak yang yang mulia,” tambahnya.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti mengaku sangat bangga dan gembira karena Brebes telah kedatangan para ulama besar dari seluruh penjuru dunia. Kedatangan mereka diharapkan bisa menambah keteguhan hati masyarakat Brebes dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT.

Muqaddam Tijaniyah KH Syekh Soleh Basalamah menjelaskan, peringatan yang diadakan setiap 18 Shafar ini, merupakan puncak ijtima’ kaum Tijaniyah seluruh Indonesia. Dilaksanakan bersifat nasional berdasar restu sesepuh muqaddam tingkat nasional. Sementara tempatnya bergiliran di tempat-tempat yang ada di Indonesia.

“Bagi Jatibarang, mendapatkan tiga kali giliran, 1984, 2008 dan 2014 ini,” imbuh Syekh Sholeh yang juga Pengasuh Pesantren Darussalam Jatibarang Kidul. (Wasdiun/Alhafiz K)

Bagikan:
Senin 15 Desember 2014 22:1 WIB
Sekjen PBNU 2004-2009 Dikukuhkan sebagai Profesor Riset
Sekjen PBNU 2004-2009 Dikukuhkan sebagai Profesor Riset

Jakarta, NU Online
Sekjen PBNU masa khidmah 2004-2009 Dr Endang Turmudzi dikukuhkan sebagai profesor riset di bidang sosiologi. Ia dikukuhkan sebagai profesor riset bersama dua ilmuwan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang lain, Dr Herman Hidayat dan Dr Yanni Sudiyani.<>

Dalam prosesi pengukuhan di Auditorium LIPI, kawasan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (15/12), Endang Turmudzi menyampaikan orasi ilmiah dengan judul "Dinamika Islamisme dalam Perkembangan Masyarakat Indonesia Modern".

Ia menyampaikan, islamisme berkembang di Indonesia sesuai dengan perkembangan masyarakat Indonesia sendiri. Perkembangan Islam berlangsung secara dinamis dan umat Islam saat ini telah mempraktekkan Islam secara menyeluruh.

Namun pada sisil yang lain, islamisme di Indonesia telah melahirkan berbagai kelompok di kalangan umat Islam yang seringkali memicu konflik antar satu dengan yang lainnya.

Prof Endang Turmudzi dalam orasinya memberikan catatan khusus kepada para pemimpin organisasi Islam seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah untuk membawa islamisme pada persatuan umat Islam dan perdamaian dunia.

Profesor riset lainnya Herman Hidayat juga dikukuhkan menjadi profesor di bidang sosiologi. Keduaanya sama-sama dari Pusat Penelitian Kemasyarakatan LIPI. Sementara Yanni Sudiyani dari Pusat Penelitian Kimia dikukuhkan menjadi profesor di bidang biologi. (Anam)

Senin 15 Desember 2014 17:0 WIB
MUSIBAH LONGSOR BANJARNEGARA
Bantu Evakuasi Korban, LPBI NU Terjunkan 120 Relawan
Bantu Evakuasi Korban, LPBI NU Terjunkan 120 Relawan

Jakarta, NU Online
Nahdlatul Ulama (NU) melalui Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) bersama Banser Tanggap Bencana (Bagana) Banjarnegara dan sekitarnya hingga saat ini telah menerjunkan 120 relawan dengan membawa sejumlah peralatan untuk membantu proses evakuasi korban. <>

Pengurus Pusat LPBI NU melalui Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banjarnegara juga telah mengirimkan bantuan awal untuk membeli peralatan evakuasi dan operasional Tim.

Selain itu, saat ini Tim Relawan NU dipandu oleh assessor dari PP LPBI NU juga sedang melakukan assessment terutama terkait kebutuhan pengungsi.  Setelah assessment nanti, LPBI NU bersama seluruh komponen NU di Banjarnegara akan mendistribusikan bantuan yang dibutuhkan oleh pengungsi.

PCNU Banjarnegara juga telah mendirikan Posko Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Longsor Banjarnegara di salah satu rumah kader NU di Dusun Ngaliyan yang berjarak sekitar 300 meter dari lokasi kejadian atau di depan Pos Pengungsian Utama korban longsor yang berasal dari Dusun Jemblung. Posko ini selain sebagai pusat informasi juga tempat menerima bantuan kemanusiaan untuk didistribusikan kepada korban longsor di Banjarnegara.

Data LPBI NU yang diperoleh dari BNPB dan BPBD Banjarnegara menyebutkan bahwa hingga Senin (15/12) siang, korban meninggal akibat longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang Kecamatan Karangkobar Kabupaten Banjarnegara adalah 39 orang, sementara 69 orang masih dalam pencarian. Sedangkan rumah yang tertimbun longsor sebanyak 38 rumah. Proses evakuasi dan pencarian korban masih terus dilakukan oleh Tim Gabungan dari berbagai pihak.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mengumumkan status darurat bencana pada Sabtu, 13 Desember 2014. Jumlah pengungsi hingga Ahad, 14 Desember 2014 diperkirakan berjumlah 1.692 orang. (Red: Anam)

Senin 15 Desember 2014 16:30 WIB
PENDIDIKAN KADER PENGGERAK NU
Ketua PWNU Sumbar: Kader Muda Harus Siap Pegang Kepemimpinan NU
Ketua PWNU Sumbar: Kader Muda Harus Siap Pegang Kepemimpinan NU

Padang, NU Online
Kader-kader muda Nahdlatul Ulama (NU), baik dari PMII, IPNU, Fatayat dan GP Ansor di Sumatera Barat harus mampu menjadi pemipinan NU di masa yang akan datang. Karena itu program kaderisasi mutlak harus terus dilaksanakan.<>

Demikian disampaikan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumbar Drs H Maswar dalam acara penutupan Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) Angkatan I se-Sumbar yang digelar oleh PWNU Sumbar dari 12-13 Desember 2014 di Gedung Pramuka Padang.

“Keberadaan kader muda NU perlu dipersiapkan oleh PWNU Sumatera Barat sehingga mampu menerima tampuk kepemimpinan NU. Tidak mungkin orang yang tidak dikader di NU kemudian malah memimpin NU,” katanya.

Ketua PWNU yang juga Kabid Penais Kemenag Sumbar ini mengatakan, kegiatan dimaksudkan untuk melatih, memperkuat pemahaman Aswaja dan ke-NU-an bagi kader muda NU di Sumatera Barat. Alhamdulillah kader-kader muda yang hadir bersemangat mengikuti kegiatan terutama kader-kader dari PMII. InsyaAllah kegiatan ini akan dilakukan secara rutin oleh PWNU sumbar.

Adapun materi yang disajikan dalam pelatihan ini antara lain sejarah perjuangan Aswaja, NU dan NKRI, NU dan dinamika kebangsaan, analisis gerakan, memperkuat jaringan kader muda NU dalam bidang sosial, ekonomi, politik, hukum dan budaya, serta materi penting lainnya.

Hadir sebagai pemateri dalam PKPNU Se-Sumbar Angkatan I ini adalah Ketua PBNU Prof. Dr. H. Maidir Harun, MA, Buya Drs.H M. Letter, Buya Drs. H. Zamhar Baheram, Drs. H. Maswar,MA, Drs. H. Tamrin dan tokoh NU lainnya. (Afriendi Sikumbang/Anam)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG