IMG-LOGO
Daerah

Banser Kampar Seperti “Bangkit dari Kubur”


Selasa 16 Desember 2014 07:01 WIB
Bagikan:
Banser Kampar Seperti “Bangkit dari Kubur”

Kampar, NU Online
Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serba Guna (Banser) Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, diumpamakan seperti "bangkit dari kubur". Hal itu karena kegiatan tersebut kali digelar setelah sekitar 10 tahun "mati suri".
<>
Hal itu diungkapkan Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kampar, Purwaji dalam acara pembukaan kegiatan tersebut di Pondok Pesantren Madinatul Ulum al Ishlah pimpinan KH Mujahidin di desa Bina Baru, Kecamatan Kampar Kiri Tengah, Jumat lalu. Kegiatan tersebut digelar 12-14 Desember.

Banser di Riau, kata Purwaji, seperti sedang "mati suri" sebab selama 10 tahunan sudah tidak ada kegiatan kebanseran, seperti Diklatsar dan Susbalan. Karena itu kegiatan yang digelar kali pertama di Kampar ini sekaligus menandakan kebangkitan Banser dan Ansor di Riau.

"Setelah lama mati suri, sekarang saatnya kita "bangkit dari kubur" dan kita ini sedang mendobrak, sedang menggugah para kader-kader NU Riau. Para kiai untuk ayo, sama-sama kita hidupkan kembali ghiroh kita dalam merawat organisasi warisan para wali ini (NU, red)," ajaknya.

Purwaji juga menegaskan bahwa Banser adalah bentengnya ulama dan NKRI. Keberadaannya sangat dibutuhkan demi tegakknya Islam Ahlusunnah wal Jamaah an Nahdliyah di Indonesia. "Mudah-mudahan dengan Diklatsar semacam ini, akan lahir generasi muda NU yang dekat dengan ulama dan cinta tanah air," harap kader muda NU Riau ini.

Sementara itu dalam materi-materi kebanseran selama Diklatsar ditangani oleh Satkornas, Adin My Wijayanto dari Semarang. Materi Aswaja dan Kanuragan oleh Gus Ghofur murid alm Kiai Jamaludin Bustomi Lampung. Materi Bela diri H Bambang dan didampingi para kiai seperti Kiai Badrus Soleh, Kiai Mujahidin dan Gus Shohir, selaku pengasuh Pesantren.

Acara yang berlangsung selama tiga hari itu diikuti oleh 50 peserta dan ditutup dengan caraka malam, pembaiatan sekaligus dilanjutkan dengan Haul Gus Dur kelima. Haul diisi dengan tahlilan oleh KH Imam Subaweh dari Pondok Pesantren Darus salikhin dan ceramah agama oleh KH Mujahidin Pondok Pesantren Madinatul Ulum al Ishlah. (Red: Abdullah Alawi)

Bagikan:
IMG
IMG