IMG-LOGO
Nasional

Jadwal Main “Games” Anak-Anak Mesti Dipantau

Senin 29 Desember 2014 21:3 WIB
Bagikan:
Jadwal Main “Games” Anak-Anak Mesti Dipantau

Jakarta, NU Online
Penasihat PP Muslimat NU Hj A’isyah Hamid Baidlowi mengingatkan anggota Muslimat NU untuk memerhatikan durasi permainan “games” di kalangan anak-anak. Hj Aisyah menyebutkan sejumlah bahaya permainan “games” terhadap daya pikir anak-anak.
<>
“Kita tidak melarang permainan itu, tetapi jamnya perlu dibatasi meskipun di waktu liburan,” kata Hj Aisyah di hadapan sedikitnya 400 hadirin dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan santunan yatim di  di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Muslimat NU (Pusdiklat Muslimat NU) jalan Cabe V gang Sawi, Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Tangerang Selatan, Ahad (28/12).

Adik perempuan Gus Dur ini mengatakan, permainan “games” dapat menyebabkan ketagihan. Ini yang membuat anak-anak tidak mengenal waktu kewajibannya seperti sembahyang dan belajar.

Terlalu lama main “games” juga menyerang bagian tertentu di dalam otak. Hj Aisyah menyarankan agar para hadirin meminta anak-cucu mereka bermain objek lain di samping membatasi durasi bermain.

“Sekarang siapa yang tidak punya hape? Semua bisa main games di hape. Tetapi apakah kita mengontrol berapa lama anak atau cucu kita bermain,” kata Perempuan yang pernah diamanahkan sebagai Ketua Umum PP Muslimat NU ini.

Anak-anak boleh bermain. Hanya temponya perlu dibatasi, tandas Hj Aisyah. (Alhafiz K)

Bagikan:
Senin 29 Desember 2014 19:1 WIB
HAUL KE-5 GUS DUR
Pesan ini 3 Kali Disampaikan Gus Dur kepada Khofifah
Pesan ini 3 Kali Disampaikan Gus Dur kepada Khofifah

Jakarta, NU Online
Sebagai anggota Kabinet Persatuan Nasional di bawah kepemimpinan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Khofifah Indar Parawansa memiliki kenangan tak terlupakan dari presiden keempat Republik Indonesia itu.
<>
Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan itu menceritakan pesan unik Gus Dur kepada dirinya. Pesan tersebut bahkan diulangi Gus Dur hingga tiga kali dalam tiga kesempatan berbeda. Terakhir kali disampaikan pada pertengahan Oktober 2009.

“Ada amanat Gus Dur yang mudah-mudahan malam ini saya punya keberanian menyampaikan kepada keluarga beliau,” kata Menteri Sosial Khofifah kepada wartawan di sela-sela haul kelima KH Abdurrahman Wahid di Jl Warung Sila No 10 Ciganjur-Jagakarsa-Jakarta Selatan, Sabtu (27/12/2014) malam.

Ketua umum PP Muslimat NU ini menambahkan, rahasia tersebut telah ia pendam beberapa tahun lamanya sebelum Gus Dur wafat pada 30 Desember 2009 silam. Bahkan, sejak dua tahun sebelum wafat, Gus Dur memintanya menuliskan sebuah kalimat di pusara makamnya.

“Kata beliau, Mbak, kalau saya meninggal, tolong di batu nisan saya ditulisi ‘The Humanist Died Here’. Tiga kali beliau pesan begitu kepada saya,” ungkap Khofifah menirukan ucapan Gus Dur.

Sebagai seorang pemimpin, lanjut Khofifah, Gus Dur dikenal sebagai tokoh pluralisme dan multikulturalisme yang bergerak karena hati nuraninya. Bagi dia, Gus Dur lebih merupakan tokoh humanisme. Ia menilai, Gus Dur sebagai figur yang memiliki sisi kemanusiaan di atas rata-rata.

“Selama ini pesan itu saya pendam saja. Saya pernah tanya kepada beberapa teman, ada yang pernah diberi pesan seperti saya nggak? Tapi saya belum mendapatkan kesamaan pesan itu,” ujarnya.

Selain Khofifah Indarparawansa, hadir juga Wakil Ketua Umum PBNU KH As’ad Said Ali, mantan Katib Am Syuriah PBNU KH Nasaruddin Umar,
mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli, mantan Ketua DPR Akbar Tandjung, para ulama, para pemuka agama, dan ribuan warga yang meluber hingga halaman Yayasan KH A Wahid Hasyim Ciganjur.

Ketua panitia haul Inayah Wahid mengatakan, haul kelima ini mengusung tema “Kepemimpinan Etis dan Tawadhu’ yang Berpihak kepada Umat” karena sesuai sikap politik Gus Dur. “Keberanian Gus Dur muncul karena tawadhu kepada rakyat, bukan tunduk kepada kemewahan. Makanya, kami mengusung tema itu,” tutur putri bungsu Gus Dur ini. (Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)

Senin 29 Desember 2014 12:30 WIB
PP IPNU Gelar Workshop E-Pendidikan
PP IPNU Gelar Workshop E-Pendidikan

Jakarta, NU Online

Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) menggelar workshop E-Pendidikan bertajuk “Budaya Digital dan Pemanfaatannya dalam Kegiatan Belajar Mengajar” yang digelar di lantai 8 Gedung PBNU Kramat Raya Jakarta.

<>

Kegiatan ini dalam rangka menghadapi era digital yang semakin berkembang di kalangan pelajar di Indonesia.

“Workshop E-Pendidikan ini diharapkan menghasilkan gagasan optimalisasi teknologi di bidang pendidikan baik bagi siswa maupun guru,” ujar Ketua PP IPNU Khoirul Anam HS dalam sambutannya, Senin, (29/12) di Jakarta.

Selain itu, lanjut Khoirul Anam, kegiatan ini merupakan respon PP IPNU terhadap penggunaan internet di kalangan pelajar, khususnya pelajar NU.

“Tapi pendidikan berbasis internet ini tentu perlu pendampingan agar teknologi bisa dimanfaatkan dengan hal-hal yang bersifat positif,” tambah Khoirul Anam.

Sementara itu, Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Dr. Ir. Ari Santoso, DEA menuturkan, bahwa potensi pendidikan di kalangan pelajar NU sangat besar, karena mencakup pesantren dan madrasah.

“Pustekkom mau tidak mau membutuhkan madrasah dan pesantren dalam mengembangkan teknologi informasi dan komunikasi meski mereka di bawah naungan Kementerian Agama,” terang Ari yang hadir dalam kegiatan ini.

Merujuk data Dirjen Pendis Kemenag, Ari menjelaskan, jumlah institusi pesantren dan madrasah lebih banyak dibandingkan jumlah peserta didiknya. Meski demikian, tambah Ari, sebaran jumlah institusi per daerah tidak terdata.

“IPNU harus mengelola itu sehingga pendidikan berbasis teknologi dapat tersebar dengan baik,” papar Ari yang membawakan presentasi bertema “Membangun Generasi Digital di Lingkungan Pesantren” dalam workshop ini.

Kegiatan ini di hadiri oleh jajaran pengurus pusat, pengurus wilayah, dan pengurus cabang IPNU khususnya DKI Jakarta serta pengurus PP IPPNU. (Fathoni)

Senin 29 Desember 2014 8:18 WIB
Hadapi ISIS, Banser Punya Densus 99 Asmaul Husna
Hadapi ISIS, Banser Punya Densus 99 Asmaul Husna

Semarang, NU Online
Menanggapi ancaman dari kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), yang disampaikan melalui video di laman Youtube berjudul "Ancaman Wahabi terhadap Polisi, TNI dan Densus 88, Banser", Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Kasatkornas) Banser, Alfa Isnaeni, menegaskan pihaknya siap menjawab tantangan tersebut dengan berbagai upaya.
<>
“Tantangan itu, kami jawab dengan upaya yang baik. Pertama, karena menyangkut persoalan konsep bernegara kami siap berdialog. Namun, kalau itu tidak dilakukan baik, ya, apa pun kami siap," tegasnya saat ditemui di sela kegiatan Suspelat Banser II, di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (27/12).

Lebih lanjut Alfa mengatakan Banser juga telah menyiapkan pasukan khusus yang bernama Densus 99 Asmaul Husna. Meski demikian, ia berharap agar para anggotanya tidak mudah terprovokasi menghadapi ancaman tersebut.

"Kami minta tidak terprovokasi tantangan murahan itu. Namun, kami selaku pengawal NKRI selalu siap," tegasnya. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG