Seluruh Kebutuhan Haul Gus Dur di Tebuireng Dibiayai LSPT

Seluruh Kebutuhan Haul Gus Dur di Tebuireng Dibiayai LSPT

Jombang, NU Online
Beberapa hari sebelum pelaksanaan haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) beredar kabar bahwa ada proposal yang mengatasnamakan panitia haul. Dan di dalamnya disebutkan bahwa kebutuhan pelaksanaan haul Gus Dur mendekati satu milyar rupiah. Dapat dipastikan proposal itu palsu adanya.
<>
Peringatan lima tahun meninggalnya KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ternyata dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab. Hal itu terbukti dengan beredarnya proposal palsu untuk acara haul tersebut. Tidak tanggung-tanggung, dalam proposal tersebut dicantumkan anggaran sebesar Rp 900 juta. Ironisnya, proposal tersebut sudah menyebar ke sejumlah pihak.

Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah membenarkan adanya proposal abal-abal tersebut. Untuk itu pihaknya mengimbau agar pihak-pihak yang menerima proposal tersebut tidak mempercayainya. "Proposal tersebut juga mencatut nama saya sebagai pelindung acara haul. Anggarannya mencapai Rp 900 juta. Padahal itu tidak benar," kata Gus Solah ketika dihubungi lewat ponselnya beberapa waktu berselang.

Gus Solah menjelaskan, dia mengetahui adanya proposal palsu itu dari sejumlah panitia. Namun sayang, adik kandung Gus Dur ini enggan membeber identitas pembuat proposal tersebut. Ia hanya memastikan bahwa proposal dengan anggaran Rp 900 juta itu tidak benar. "Saya prihatin. Ternyata masih ada oknum tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan haul Gus Dur untuk meraup keuntungan," ujarnya.

Dia menambahkan, dalam proposal abal-abal itu pelaksanaan haul Gus Dur digelar 28 Desember 2014 bertempat di Tebuireng. "Saya tegaskan lagi. Haul Gus Dur di Tebuireng bukan tanggal 28 Desember, tapi 5 Januari. Anggaran yang kita buat saja tidak sampai Rp 900 juta. Bahkan tidak sampai Rp 100 juta," kata Gus Solah lagi.

Pada kesempatan tersebut Gus Solah memastikan bahwa panitia tidak mengedarkan undangan untuk keperluan haul Gus Dur. Seluruh kebutuhan pelaksanaan haul telah dicukupi Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng atau LSPT. Keberadaan lembaga ini di Pesantren Tebuireng sebagai pengelola kotak amal di makam Pesantren Tebuireng.

Ahad malam (4/1) acara haul Gus Dur akan diawali dengan penampilan grup shalawat Seribu Rebana pimpinan KH Nur Hadi atau yang akrab dipanggil Mbah Bolong. Dengan diiringi grup shalawat kebanggan kota santri ini, para hadirin diajak untuk bershalawat. "Kegiatan dilangsungkan bakda Shalat Isya di halaman Pesantren Tebuireng," kata Teuku Azwani, salah seorang panitia.

Sedangkan puncak haul Gus Dur akan dilangsungkan Senin (5/1) malam, juga di halaman pesantren. Sejumlah menteri dan pejabat serta keluarga akan hadir pada kegiatan ini. "Sesuai hasil musyawarah pengurus, haul Gus Dur ke-5 akan dihadiri bukan Presiden Jokowi, namun ada tiga orang menteri. Yakni Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menko Maritim Dwisuryo Indroyono Soesilo, serta Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin," ujar Ketua Pengurus PP Tebuireng Jombang, Taufiq. Sedangkan dari pihak keluarga ada Ibu Shinta Nuriyah serta Zanuba Arifah Chafsoh atau Yenni Wahid, lanjutnya.

Dalam pantauan NU Online, suasana pesarean Tebuireng menunjukkan peningkatan jumlah peziarah. Maklum hari ini boleh dikata minggu terakhir bagi para pelajar dan santri untuk berlibur. Senin mereka harus sudah mulai masuk se kolah dan kembali ke pesantren. (Syaifullah/Abdullah Alawi)

BNI Mobile