IMG-LOGO
Daerah

Dandim Kebumen Ajak Warga NU Bersatu Perangi Radikalisme


Ahad 18 Januari 2015 11:01 WIB
Bagikan:
Dandim Kebumen Ajak Warga NU Bersatu Perangi Radikalisme

Kebumen, NU Online
Warga Nahdlatul Ulama(NU) di Kabupaten Kebumen harus bersatu dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia(NKRI). Mengingat, saat ini gerakan radikalisme yang mengancam NKRI mulai berkembang di Indonesia, termasuk juga di wilayah Kebumen.
<>
Hal itu disampaikan Dandim 0709 Kebumen, Letkol Inf Putra Widyawinaya saat mengisi wawasan kebangsaan pada acara silaturahmi Pimpinan Cabang Rabithah Ma'had Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) di Pesantren Al Falah Somalangu, Desa Sumberadi, Kebumen, Jawa Tengah, belum lama ini. Pada acara tersebut juga dihadiri oleh pengurus PCNU Kabupaten Kebumen dan seluruh pengurus dan santri Pondok Pesantren se-Kabupaten Kebumen.

Widyawinaya melanjutkan, berdasarkan sejarah kemerdekaan, peran NU mulai dari warga biasa, santri, dan kiai sangatlah besar dalam memperjuangkan dan menjaga kemerdekaan Bangsa Indonesia. Hal itu bisa dilihat dari sejarah adanya resolusi jihad pada 10 November 1945, tepatnya ketika Surabaya tengah diserbu oleh pasukan Inggris. KH Hasyim Asy’ari selaku ulama besar Nahdlatul Ulama (NU) kemudian menyerukan bahwa wajib hukumnya bagi seluruh warga NU untuk berperang melawan para penjajah itu. Alhasil, dengan adanya revolusi jihad itu, pasukan Inggris berhasil dikalahkan.

"Oleh sebab itu kita berharap agar warga NU kembali bersatu untuk mencegah paham-paham radikalisme yang memang paham seperti itu tidak boleh ada di Indonesia. Jika warga NU bersatu, diyakini paham radikal yang saat ini berkembang akan lebih mudah dicegah," harapnya.

Sementara itu ketua PCNU Kabupaten Kebumen, KH Maskur Rozak juga menyampaiakan, pesantren dan NU tidak bisa dilepaskan dari sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia. Oleh sebab itu sebagai warga NU seharusnya merasa bangga dan terus menjaga kemerdekaan sampai kapanpun. Seandainya ada berbagai pihak yang mengancam keutuhan Bangsa Indonesia, maka warga NU juga tetap berkewajiban mempertahankanya.

"Kita juga selalu menekankan agar seluruh pesantren yang ada di Kebumen untuk tetap mempertahankan tradisi ke NU an yang sudah ada sejak dulu, seperti tahlil, yasinan, ziarah kubur dan tradisi yang lainnya. Karena tradisi yang ada di NU tersebut merupakan salah satu sarana untuk menjaga rasa kebersamaan atau persatuan warga NU, itu mengapa sejak dulu penjajah selalu berusaha menghilangkan tradisi-tradisi tersebut," terangnya.

Ketua PC RMI NU Kabupaten Kebumen, Kiai Agus Hakim Musyafa menambahkan, kegiatan silaturahmi PC RMINU merupakan kegiatan rutin setiap sebulan sekali. Sebenarnya pada kegiatan-kegiatan silaturahmi sebelumnya hanya diisi tentang materi-materi dakwah islamiyah. Namun seiring dengan kemunculan paham-paham radikalme yang mengancam bangsa Indonesia, sejak saat ini dan ke depan setiap kegiatan silaturahmi akan diisi dengan materi-materi tentang wawasan kebangsaan.

"Dalam memberikan wawasan kebangsaan, kita juga bekerja sama dengan Kodim 0709 Kebumen. Dengan adanya upaya ini, kita berharap kedepan warga NU maupun masyarakat umum lainya bisa bersatu kembali dalam upaya menjaga keutuhan Bangsa Indonesia," beber Agus Hakim. (Beniyanto/Mahbib)

Bagikan:
IMG
IMG