IMG-LOGO
Trending Now:
Daerah

“Nusa Expo” Pompa Minat Kuliah Pelajar SMA

Ahad 1 Februari 2015 9:1 WIB
Bagikan:
“Nusa Expo” Pompa Minat Kuliah Pelajar SMA

Gresik, NU Online
Ikatan Keluarga Alumni SMA Nahdlatul Ulama 1 Gresik (Ikanusa) memiliki cara tersendiri untuk menarik minat kuliah pelajar. Selain berbagi kiat sukses, jaringan alumni ini juga memperkenalkan perguruan tinggi kepada siswa tingkat SMA melalui sebuah pameran.
<>
Dengan memberdayakan alumni yang tersebar di beberapa perguruan tinggi, Ikanusa berhasil menghimpun 27 PTN (Perguruan Tinggi Negeri), 10 PTK (Perguruan Tinggi Kedinasan), 10 PTS (Perguruan Tinggi Swasta), dan 1 PTLN (Perguruan Tinggi Luar Negri) dalam rangkaian acara “Nusa Expo” di Aula Idham Kholid SMA NU 1 Gresik, Kamis (29/01).

Acara yang diawali dengan presentasi cara sukses menembus perguruan tinggi favorit ini mendapat sambutan posiitf dari para siswa SMA. “Kami sangat mengapresiasi acara Nusa  Expo. Dengan diselenggarakannya acara ini kami dapat mengetahui strategi menembus perguruan tinggi favorit,” ujar Annisa, salah satu peserta Nusa Expo.

Ketua Panitia Nusa Expo Wahyu Firmansyah menyatakan, usaha ini dilakukan agar para siswa mendapat wawasan, pemahaman, serta pengetahuan seputar dunia kampus. Selain itu acara ini diharapkan dapat lebih memotivasi para siswa untuk lebih gigih mencapai target yang ingin diraih.

Sekretaris Panitia Nusa Expo Iqomatul Haq Angelasi menambahkan, ke depan Nusa Expo diharapkan dapat memperluas jaringan kampus yang berpartisipasi dalam setiap agendanya. Beberapa tahun terakhir SMA NU 1 Gresik berhasil  menjadi sekolah dengan siswa terbanyak di perguruan tinggi negeri, baik dalam maupun luar negeri. Sejauh ini tercatat ada alumni SMA NU 1 Gresik yang menempuh pendidian di China, Taiwan, Malaysia, dan baru-baru ini di Singapura dan Jepang.

Terselenggaranya Nusa Expo tersebut ditargetkan mampu mendongkrak semangat persaingan dalam memperebutkan perguruan tinggi favorit. Harapan ke depan para siswa SMA NU 1 Gresik mampu menembus dan memperluas jaringan perguruan tinggi negeri dan favorit baik dalam maupun luar negeri. (Red: Mahbib)

Bagikan:
Ahad 1 Februari 2015 21:11 WIB
Pelajar NU Tasikmalaya Rekrut Puluhan Kader di Tasik Timur
Pelajar NU Tasikmalaya Rekrut Puluhan Kader di Tasik Timur

Tasikmalaya, NU Online
Pelajar NU Tasikmalaya turut memperingati Harlah ke-89 NU. Mereka keluar-masuk dari satu ke lain kecamatan untuk merekrut kader baru di wilayah Tasik Timur. Pada Sabtu (31/1) mereka mengadakan kaderisasi di pesantren Assalam kecamatan Cineam, Tasikmalaya.
<>
Ketua PCNU Kabupaten Tasikmalaya H Noercholis Tisnawan yang hadir pada kaderisasi ini menyampaikan masukan kepada pengurus IPNU dan IPPNU Tasikmalaya untuk bisa lebih maju dalam mempersiapkan kader.

Ketua IPNU Tasikmalaya Fikri Nursamsi mengatakan, kaderisasi kali ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Harlah NU ke 89.

“Kami ingin memberikan kader-kader terbaik untuk regenerasi para ulama nanti,” tegasnya di hadapan puluhan kader baru.

Sementara Ketua Panitia Agis Hilman Septia menuturkan, selain memperingati Harlah NU ke 89, kaderisasi ini juga merupakan salah satu agenda Road Show PAC yang telah dilaksanakan sejak Desember tahun lalu. (Husni Mubarok/Alhafiz K)

Ahad 1 Februari 2015 20:2 WIB
PCNU Purworejo Harap PMII Kembali ke NU
PCNU Purworejo Harap PMII Kembali ke NU

Purworejo, NU Online
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Purworejo untuk kesekian kalinya diminta kembali menjadi bagian dari badan otonom NU. Permintaan ini kembali disampaikan Ketua PCNU Purworejo KH Khamid dalam refleksi peringatan hari lahir ke-89 NU di desa Coweran Lor, kecamatan Loano, Purworejo, Sabtu (31/1).
<>
Kiai Khamid menegaskan sikap NU Purworejo terhadap PMII guna menyistematisasi kaderisasi di NU. “Kami berharap PMII kembali menjadi bagian yang sah secara strktural di NU. Kita tahu dari tingkat pelajar ada IPNU-IPPNU, nanti mahasiswa di PMII, terus berlanjut ke Ansor, Fatayat dan NU. Kalau sistematis dan tersturktur demikian tidak akan tejadi pelompatan dari pelajar (IPNU-IPPNU) ke Ansor atau ke Fatayat tapi ke PMII dulu,”  ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, walaupun banyak kader PMII berasal dari IPNU-IPPNU namun hal itu secara paradigma kaderisasi belum bisa dikatakan sistematis. Pasalnya secara struktur PMII tidak masuk dalam banom NU walupun PMII telah menyatakan interdepensi. Selain itu kekhawatiran terjadi di internal NU Purworejo jika PBNU dalam muktamar besok memutuskan membuat organisasi mahasiswa sendiri jika PMII tidak mau kembali menjadi bagian dari NU.

“Kader-kader PMII itu anak NU, tapi PMII bukan milik NU. Jadi walaupun banyak kader PMII jebolan dari IPNU-IPPNU tapi hal tersebut belum bisa dikatakan jenjang kaderisasi sistematis. Pasalnya PMII bukan milik kami dan kami khawatir bila nantinya sampai muktamar ke depan PBNU memutuskan untuk melegimitasi organisasi mahasiswa baru jika PMII enggan kembali. Ini akan sulit lagi nantinya,” tegas Kiai Khamid.

Menanggapi pernyataan tersebut, Ketua PMII Purworejo Muh Arivin menyatakan bahwa saat ini pihaknya belum memikirkan hal itu. Pihaknya kini masih fokus menangani bidang kaderisasi dan berusaha menempatkan PMII sebagai 'people power' yang merupakan wujud komitmen mengawal Purworejo ke depan.

“Masalah masuk atau tidaknya PMII dalam struktural NU untuk kali ini kami belum membahas secara intern. Pada intinya kembali maupun tidaknya PMII ke NU tidak akan memengaruhi proses berjalannya organisasi dan komitmen PMII mengawal Purworejo ke depan,” pungkasnya. (Mukti Ali Akhmad/Alhafiz K)

Ahad 1 Februari 2015 19:2 WIB
NU Kabupaten Malang Kawal Aliran Dana Desa
NU Kabupaten Malang Kawal Aliran Dana Desa

Malang, NU Online
Berkenaan dengan program pemerintah mengenai Anggaran Dana Desa (ADD), PCNU kabupaten Malang menyatakan turut serta dalam mengawal program ini agar benar-benar tepat sasaran. Itikad baik ini diawali dengan sarasehan mengenai ADD bersama Bupati Malang Rendra Kresna di Kepanjen.
<>
Menurut Sekretaris PCNU Malang Mujib Syadzili, hal ini adalah langkah penting bagi NU khususnya di Malang agar dapat memberikan makna yang besar bagi masyarakat. Hal ini dianggap penting mengingat NU organisasi kemasyarakatan yang strukturnya hadir hingga tingkat desa.

“Maka agar dalam proses pembangunan khususnya yang ada di kabupaten Malang dapat memberikan makna yang besar NU perlu mengambil peran ini,” kata Mujib pada NU Online Sabtu, (31/1).

Dalam rangka ini, PCNU Malang saat ini telah memulai pelatihan kepada pengurus-pengurus MWC mengenai penyaluran dana ADD. Setelah di tingkat kecamatan selesai, pengurus MWCNU bertanggung jawab melanjutkan pelatihan itu di ranting-ranting.

“Untuk mewujudkan rencana ini, maka perlu ada pelatihan-pelatihan bagi pengurus-pengurus MWC dan kemudian dilanjutkan ke tingkat ranting-ranting,” kata pria yang juga aktivis Banser itu. (Ahmad Nur Kholis/Alhafiz K)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG