IMG-LOGO
Daerah

30 Pengusaha NU di Sleman Sepakat Bentuk HIPSI

Senin 2 Februari 2015 20:3 WIB
Bagikan:
30 Pengusaha NU di Sleman Sepakat Bentuk HIPSI

Sleman, NU Online
Kepengurusan organisasi pengusaha NU di Sleman, resmi dibentuk di kantor PCNU Sleman jalan Radjiman nomor 13 Pangukan, Tridadi, Sleman, Ahad (1/2). Pada acara sosialisasi dan pembentukan Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI), sedikitnya 30 pengusaha NU mengamanahkan pimpinan HIPSI kepada Muhammad Fathoni.
<>
“Inisiasi untuk mengumpulkan para saudagar di wilayah Sleman ini sebenarnya sudah lama, namun baru terbentuk sekarang. Alhamdulillah ini menjadi momentum penting bagi kami untuk lebih optimal berkiprah memajukan ekonomi NU,” tegas Fathoni.

Ia menambahkan, sumbangsih para pengusaha sangat berguna bagi kemajuan khususnya warga NU di Sleman. “Karena HIPSI baru terbentuk, saya ingin melakukan konsolidasi dulu dengan mencari anggota sebanyak-banyaknya. Kita intensifkan komunikasi, saling berinteraksi, membuka jaringan, sehingga bisa saling bermitra, saling menguatkan dan saling membesarkan,” tambah pengusaha rental mobil Alif Group itu.

Ketua HIPSI Yogyakarta Ahmad Bukhori menuturkan, santri harus menjadi pengusaha profesional. Sebab, pesantren sejak dulu telah mengajarkan kedisiplinan, kejujuran, kemandirian, tanggung jawab yang kesemuanya itu menjadi dasar-dasar kewirausahaan. Dengan dibentuknya HIPSI, Bukhori berharap itu menjadi embrio awal untuk mencetak kader-kader NU menjadi pengusaha.

“Sleman adalah pasar potensial bagi pengusaha. Menjadi pengusaha tidaklah harus terampil, tetapi harus mampu membaca peluang pasar yang biasanya peluang-peluang itu tidak banyak diperhitungkan oleh banyak orang,” pungkasnya.

Hadir pada pembentukan HIPSI Ketua PCNU Sleman KH Nurjamil Dimyati, Pengurus RMI Yogyakarta, dan tamu undangan lainnya. (Joko Wahyono/Alhafiz K)

Bagikan:
Senin 2 Februari 2015 22:3 WIB
Kepanduan Pelajar NU Banjarnegara Berlatih Gerakan Lalu Lintas
Kepanduan Pelajar NU Banjarnegara Berlatih Gerakan Lalu Lintas

Jakarta, NU Online
Pimpinan IPNU dan IPPNU Banjarnegara mengadakan kegiatan Latihan 12 Gerakan Lalu Lintas di Dermaga Wisata Waduk Mrican, Banjarnegara, Ahad (1/2). Pelatihan ini merupakan tindak lanjut bagi 36 alumni Diklatama CBP-KPP (kepanduan pelajar NU) Desember lalu.
<>
Hadir pada kegiatan tersebut Ketua IPNU Banjarnegara Mad Solihin, Pengurus DKC CBP Banjarnegara, dan rekan Muqodar selaku pembina dan anggota Banser yang hadir sebagai pemateri.

Pelatihan ini merupakan kegiatan rutin yang rencananya digelar pada pekan pertama setiap bulan. Kegiatan ini bertujuan mengawal dan memfasilitasi para anggota Corp Brigade Pembangunan (CBP) dan Korps Pelajar Putri (KPP) Banjarnegara.

Untuk pelatihan bulan depan, IPNU dan IPPNU mempersiapkan materi SAR dan Penanganan Pertama Pada Kecelakaan (P3K).

“Harapannya ke depan mereka sudah mempunyai bekal ketika sewaktu-waktu mendapat tugas terjun di lapangan mengingat Banjarnegara merupakan daerah rawan bencana,” kata Mad Solihin. (Red Alhafiz K)

Senin 2 Februari 2015 21:3 WIB
MWCNU Palasah Serahkan Hadiah Musabaqah di Harlah ke-89 NU
MWCNU Palasah Serahkan Hadiah Musabaqah di Harlah ke-89 NU

Majalengka, NU Online
Ratusan nahdliyin Palasah yang menghadiri harlah ke-89 NU, menyaksikan penyerahan hadiah perlombaan Barzanjian dan sholawatan sepekan lalu kepada para pemenang. Mereka lalu menyaksikan pelantikan ranting NU sekecamatan Palasah di Balai Desa Cisambeng, Palasah, Majalengka, Ahad (1/2).
<>
Ketua MWCNU Palasah Kiai Eros Suryadiningrat mengatakan, acara puncak peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, Harlah NU, pelantinkan pengurus ranting NU sekecamatan Palasah, pelantikan pengurus Muslimat dan Fatayat Palasah.

Menurut Kiai Eros, orang NU harus bangkit dan percaya diri pada tampilan juga labelisasi NU. Karena, NU adalah organisasi resmi yang diakui keberadaanya sejak lama oleh Pemerintah RI  bahkan dunia.

Sementara Ketua PCNU Majalengka KH Harun Bajuri menyatakan apresiasinya atas semangat ke-NUan warga Palasah. Ia berharap nahdliyin Palasah senantiasa istiqomah mensyiarkan NU di tengah warga.

“Kegiatan yang memasyarakat secara tidak langsung sudah meng-NU-kan warga Palasah,” kata Kiai Harun.

Sementara itu Rais Syuriyah MWCNU Palasah KH E Hasyim melantik pengurus ranting semua desa yang ada di wilayah kecamatan Palasah. Pelantikan ini dihadiri antara lain Kabag Kesra Majalengka, Camat Palasah Andik Sujarwo, dan unsur muspika lainnya. (Aris Prayuda/Alhafiz K)

Senin 2 Februari 2015 18:33 WIB
Luncurkan Maklumat Surabaya, IKA PMII ITS Ajak PMII Kembali ke NU
Luncurkan Maklumat Surabaya, IKA PMII ITS Ajak PMII Kembali ke NU

Surabaya, NU Online
Dengan meluncurkan Maklumat Surabaya, Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Sepuluh Nopember (IKA PMII ITS) Surabaya mengajak seluruh kader dan alumni PMII untuk kembali ke pangkuan Nahdlatul Ulama (NU). Mereka juga menyatakan komitmen menjadi bagian dari jam'iyyah ormas Islam terbesar di Indonesia tersebut.<>

"Hari ini kita ingin (PMII) kembali ke NU, dan kami mengajak seluruh kader dan alumni agar secara kelembagaan segera kembali menjadi bagian dari Jam'iyyah NU, itu komitmen kami," kata Ketua Umum IKA PMII ITS, Rachmad Pudji dalam deklarasi di MWC NU Sukolilo, Surabaya, Ahad (1/2).

Dalam 'Maklumat Surabaya' yang ditandatangani Ketua Umum IKA PMII ITS, Rachmad Pudji dan Ketua Tanfidziyah PCNU Surabaya, KH Ahmad Syaiful Chalim tersebut, tercantum tiga poin deklarasi yang menjadi sikap resmi dari IKA PMII ITS terkait wacana kembalinya PMII ke NU.

Dalam poin pertama disebutkan, IKA PMII menyatakan untuk mematuhi dan mengikuti perintah dan fatwa ulama. Kedua, mengembangkan ajaran Islam ahlussunnah wal jamaah, pancasila dan mempertahankan keutuhan NKRI. Di poin ketiga dicantumkan, bahwa IKA PMII ITS mengajak seluruh kader dan alumni secara kelembagaan untuk segera kembali menjadi bagian dari Jam'iyyah NU.

Pudji mengatakan, PMII menyatakan independensinya atau lepas dari NU secara organisasi karena konstelasi politik saat itu. Sikap yang diambil itu atau yang dikenal dengan Deklarasi Munarjati pada Juli 1972 tidak bisa dilepaskan dari situasi politik yang berkembang. Hal itu 'mengharuskan' PMII untuk mengambil jarak dari kepentingan politik sebagai organisasi mahasiswa.

Dia menjelaskan, dalam Muktamar NU ke-27 di Situbondo pada tahun 1984, NU menyatakan sikap 'kembali ke khittah 1926' saat kepemimpinan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Sejak saat itu, kata dia, NU melepaskan diri sebagai partai politik dan kembali menjadi organisasi sosial keagamaan. Sehingga, tambahnya, sejak saat itu secara tidak langsung PMII harus kembali menjadi bagian dari NU.

Menurutnya, secara organisasi PMII lebih baik menjadi bagian dari NU sebelum Muktamar 2015 di Jombang mendatang. Sebab, kata dia, alasan PMII melepaskan diri dari NU dengan alasan NU menjadi partai politik saat itu sudah tidak relevan. Di sisi lain, PBNU telah menyatakan kesiapannya dalam merangkul PMII untuk menjadi bagian dari perjuangan ormas yang didirikan KH Hasyim Asy'ari ini.

Pudji berharap, 'Maklumat Surabaya' yang telah dideklarasikan IKA PMII ITS menjadi pemicu bagi yang lain. "Di Kota Surabaya, NU didirikan, PMII dideklarasikan. Kami percaya dari kota inilah insya Allah gerakan PMII kembali ke NU semakin membesar," ujar alumni Teknik Kimia ITS ini.

Sebelumnya, dalam Keputusan Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar NU pada tanggal 1-2 November 2014 di Jakarta, PBNU merekomendasikan PMII untuk kembali kepada NU secara struktural, yakni sebagai badan otonom (banom). Keputusan tersebut merupakan penegasan atas ajakan-ajakan sebelumnya, yakni Muktamar NU 2010 dan Rapat Pleno PBNU 2011. (Junaidi/Fathoni) 

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG