Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Lakpesdam Bangil Cari Jurnalis Muda dan Tangguh

Lakpesdam Bangil Cari Jurnalis Muda dan Tangguh

Bangil, NU Online
Pengurus Cabang Lembaga Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, menyelenggarakan diklat jurnalistik. Kegiatan yang dilangsungkan Ahad (1/2) di aula PC Muslimat NU Bangil ini diharapkan melahirkan jurnalis muda andal.
<>
Sulaiman dari PC Lakpesdam NU Bangil menjelaskan, usai pelatihan ini para peserta akan dibina secara intensif agar mampu mengelola media baik cetak maupun online yang bisa mewartakan perkembangan NU di Bangil.

"Kita akan pilih, mana di antara peserta yang memiliki minat serius dalam jurnalistik," terang Wakil Ketua PC Lakpesdam NU Bangil ini. Meskipun berdasarkan seleksi alam nantinya hanya ada beberapa orang saja, namun kalau serius pasti akan memberikan warna baru bagi perkembangan NU, lanjutnya.

KH Mahfudh Ali Ridho yang merupakan Katib Syuriah NU setempat menandaskan bahwa peran para jurnalis telah terbukti nyata menyelamatkan umat Islam. "Lahirnya karya ulama tempo dulu yang masih lestari hingga kini adalah buah dari karya tulis," katanya saat memberikan sambutan.

Dan untuk kondisi saat ini, NU sangat kekurangan para penulis andal. "Karenanya saya berharap dari pelatihan ini akan lahir para penulis kebanggaan yang tidak hanya bisa menyampaikan pokok pikiran lewat pidato, tapi juga tulisan," tandasnya.

Sukses Lewat Tulisan

Kiai Ali Ridho tidak menampik hasil yang akan dipetik dari pelatihan ini adalah seketika. "Bisa dirasakan manfaatnya lima atau sepuluh tahun mendatang," ungkapnya. Hal itu berdasarkan pengalaman pribadinya. Karena bila saja saat mondok dulu ia menekuni tulis menulis, bukan tidak mungkin telah banyak karya yang dimiliki, lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut, Kiai Ali Ridho juga mengingatkan kepada para peserta bahwa banyak pengusaha sukses yang justru lahir dari karya tulisnya. Sekadar menyebut, ada Anies Baswedan (Paramadina) serta Azrul Ananda (Jawa Pos) yang nyatanya bisa sukses dengan kemampuan tulis menulis.

"Tantangan NU saat ini adalah mengedukasi warga dengan karya tulis, kendati dakwah lewat pidato juga penting," terangnya. Kiai Ali Ridho tidak bisa menyembunyikan keptrihatinan banyaknya berita dan tulisan di sejumlah media cetak dan online yang semakin menyudutkan Islam Ahlus Sunnah wal Jamaah.

Abdul Quddus Salam dari PW Lakpesdam NU Jatim yang tampil pada sesi awal menandaskan bahwa menjadi jurnalis adalah tugas mulia. "Banyak hal yang bisa kita peroleh dari aktif menjadi jurnalis," kata Cak Qudus, sapaan akrabnya. Tidak hanya keuntungan materi, tapi juga kemampuan mempengaruhi persepsi masyarakat lewat sejumlah media, termasuk media social, lanjutnya.

Mohammad As'ad selaku ketua panitia juga mengingatkan bahwa betapa masyarakat demikian mudah terombanhg-ambing dengan berita yang disampaikan berbagai media. "Bahkan tidak jarang, masyarakat yang akhirnya terbelah menjadi kalangan yang pro dan kontra dalam sebuah kegiatan tahapan pemilu hanya gara-gara media," ungkapnya.

Para peserta yang merupakan utusan dari pelajar, mahasiswa dan aktifis NU Bangil mendapatkan informasi dasar-dasar tugas dan kewajiban jurnalistik dari wartawan sejumlah media. Di antaranya adalah dari Majalah Aula, MNC Grup, Tempo serta TV9. (Syaifullah/Mahbib)

BNI Mobile