IMG-LOGO
Daerah

Kader PMII Majalengka Tingkatkan Kemampuan Berbahasa Inggris

Rabu 11 Februari 2015 20:3 WIB
Bagikan:
Kader PMII Majalengka Tingkatkan Kemampuan Berbahasa Inggris

Majalengka, NU Online
Para kader PMII Majalengka menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar diskusi rutin. Dengan pengantar itu, mereka berniat menciptakan lingkungan bahasa Inggris agar terbiasa dalam komunikasi sehari-hari.
<>
Agenda ini dipandu oleh  instruktur dari Happy English Course Pare Kediri di Gazebo pesantren Raudlatul Mubtadiin Cisambeng, Palasah, Majalengka, Rabu (11/2) pagi.

Kader PMII universitas Majalengka Ma'wah Khoerunnisa menyatakan rasa bangganya atas diskusi berpengantar bahasa Inggris. “Walaupun masih terus berlatih dalam menyusun kalimatnya, tapi hal ini menjadi kebanggaan.”

Ma'wah yang juga mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris ini menambahkan, pelatihan ini sangat membantu karena insya Allah ke depan pihaknya akan membentuk kelompok belajar dan kelompok paduan suara PMII yang memakai bahasa Inggris.

"Pokoknya anak PMII tiada henti harus memahami Bahasa Inggris. Soalnya, malam Jumat ada kegiatan pertemuan relijius dengan pidato berbahasa Inggris. Sementara malam Aha dada kegiatan pertemuan mingguan yang berisi drama english, debat berbahasa Inggris. Setiap hari peserta wajib berbicara bahasa Inggris,” ujar Ma’wah.

Sementara Ketua PMII Majalengka Iwan Irwanto mengatakan, walaupun agenda ini PMII hanya bersifat mengikut, namun itu sangat membantu para kader dalam menunjukkan kemampuannya selama beberapa hari mengikuti pelatihan di pesantren ini.

“Tak hanya itu para kader pula yang notabene bukan asli santri setidaknya bisa mengenal dunia pesantren dan nyantri di sini selama pelatihan berlangsung,” kata Iwan.

Iwan berharap ke depan para kadernya bisa lebih berdaya saing dengan organisasi mahasiswa lain dalam rekrutmen kadernya. Ini juga menjadi nilai plus bagi PMII Majalengka untuk menciptakan kader yang tak hanya mampu berwacana tapi mampu memperlihatkan kemampuannya khususnya komunikasi bahasa Inggris.

Acara dimulai pukul 20:00 dengan terlebih dahulu tahlillan dan ditutup dengan do'a. Setiap hari 4 kali pembelajaran pukul 09-10 (grammar), pukul 10-11 (speaking), pukul 13.30-15 (tutorial program), pukul 16-17.30 (speaking), dan pukul 21-23 (grammar, trick, review). (Aris Prayuda/Alhafiz K)

Bagikan:
Rabu 11 Februari 2015 21:2 WIB
UKM Seni Religi Brawijaya Buka Festival Quran dan Hadrah Al-Banjari
UKM Seni Religi Brawijaya Buka Festival Quran dan Hadrah Al-Banjari

Jakarta, NU Online
Unit Kegiatan Mahasiswa Seni Religi Universitas Brawijaya berinisiatif mengadakan agenda besar yang berkenaan dengan misi perbaikan dan dakwah antarmahasiswa dan para civitas akademika. Mereka membuka sejumlah perlombaan yang berkaitan dengan Al-Quran dan hadrah Al-Banjari.
<>
Mereka mengadakan Gebyar Qur'ani tingkat Nasional dan seprovinsi Jawa Timur untuk siswa-siswi SMA/MA sederajat. Gebyar Qurani ini meliputi berbagai bidang lomba antara lain lomba MTQ (tilawah), lomba karya tulis Al-Qur'an, lomba menghafal, pada tingkat Nasional.

Sedangkan lomba tingkat provinsi Jawa Timur mencakup lomba musabaqah (syarhil), Kaligrafi, MHQ kategori 5 dan 10 juz beserta Festival Hadrah Seni Al-Banjari.

Perlombaan berlangsung pada 6-8 Maret 2015 mendatang. Sementara panitia membuka pendaftaran terhitung sejak 7 Februari hingg ditutup pada 1 Maret 2015.

“Untuk lomba MTQ, LKTA, MHQ, MSQ, Kaligrafi, tidak dikenakan biaya. Sementara untuk festival hadrah sholawat Al-Banjari, peserta dikenakan biaya sebesar Rp. 100.000,” kata mahasiswa Brawijaya M Ali Wafi, Rabu (11/2).

Untuk keterangan lebih lanjut, formulir pendaftaran, dan ketentuan lomba, para peminat dapat melihat senireligiub.blogspot.com, ub.ac.id , atau grup fesbuk “Gebyar Brawijaya Qur'ani 2 2015”. (Red Alhafiz K)

Rabu 11 Februari 2015 17:2 WIB
Pelajar MTs Ma’arif Sindangwangi Latihan Silat ala NU
Pelajar MTs Ma’arif Sindangwangi Latihan Silat ala NU

Majalengka, NU Online
Pihak MTs Ma'arif NU Sindangwangi kabupaten Majalengka saat ini menekankan siswanya terlibat dalam berbagai ekstrakulikuler kesenian. Karenanya, mereka kini memfasilitasi muridnya berlatih pencak silat NU Pagar Nusa.
<>
Menurut salah satu pembina kegiatan ekstra Mansyur, latihan bela diri ini dilakukan agar dapat menumbuhkan minat dan bakat para siswanya. Sehingga, selain mendapatkan bekal pengetahuan di madrasah mereka juga dapat mengasah keahlian di bidang seni, baik itu seni bela diri, seni sastra, maupun seni musik hadrah.

“Untuk seni bela diri PN (Pagar Nusa) memang sudah ada jadwal rutin, setiap Rabu sore. Pelatihnya guru setempat. Sedangkan untuk kesastraan biasanya kami latih siswa untuk membuat cerpen, puisi, serta seni dalam membawakan cerita di depan umum,” kata Mansyur saat ditemui NU Online sedang melihat siswa berlatih pencak silat, Rabu (11/2) pagi.

Sementara Kepala MTs Maarif NU H Damuri mengatakan, di bidang musik juga kami rutin setiap Sabtu mengembangkan seni musik hadrah karena baru saja kami membeli peralatannya.

Saat ditemui di ruangannya, Rabu (11/2), H Damuri menambahkan kegiatan-kegiatan ekstra lain juga kita akan coba kembangkan untuk lebih meningkatkan potensi dan bakat para siswa dan menunjukan pada calon siswa baru nanti supaya lebih tertarik masuk ke sekolah ini.

“Ke depan harapan kami dengan beberapa kegiatan ekstra tersebut, kelak jika mereka sudah berbaur langsung dengan masyarakat dapat dimanfaatkan oleh para siswa sebagai salah satu sarana dakwah,” pungkas H Damanhuri. (Aris Prayuda/Alhafiz K)

Rabu 11 Februari 2015 16:7 WIB
Majelis Rijalul Ansor Bandung Ziarah Wali Songo
Majelis Rijalul Ansor Bandung Ziarah Wali Songo

Bandung, NU Online
sedikitnya 100 orang mengikuti ziarah Wali Songo yang diadakan oleh Majelis Dzikir Rijalul Ansor kota Bandung, Sabtu-Selasa (7-10/2) kemarin. Ziarah ini terselenggara atas kerja sama pihak GP Ansor, MWCNU Bandung Kulon, dan Majlis Taklim Lebak Sari, kota Bandung.
<>
Menurut Ketua GP Ansor Bandung Abdul Rozak, acara ziarah Wali Songo merupakan bentuk tazkiyatun nafs (menyucikan jiwa) serta mengingatkan diri bahwa manusia kelak pasti akan mengalami kematian.

“Tadzkiratul akhirat mengingatkan kita bahwa setelah kita hidup di dunia yang fana ini kita akan mengalami alam abadi yaitu akhirat. Maka sejatinya kita bisa merenung bagaimana hari ini persiapan kita sudah mempunyai bekal apa untuk menghadapi alam akhirat?” kata Rozak kepada NU Online, Ahad (8/2).

Para waliyullah, kata Rozak, sebagai manusia pilihan yang mempunyai karomah dan sudah jelas konbtribusinya dalam mengislamkan wilayah Nusantara.

“Dengan keliling ziarah Wali Songo maka kita akan mengetahui sejarah para wali tersebut bagaimana mengislamkan tanah Nusantara, termasuk di dalamnya tahu kapan mereka dilahirkan, mereka keturunan siapa, sepak terjang dan metode dalam berdakwah bagaimana, hingga karomah mereka apa saja,” jelasnya.

Perihal kerja sama dengan MWCNU, pihaknya menegaskan bahwa kerja sama tersebut menandakan bagaimana orang tua senantiasa membimbing anaknya dalam kebaikan, khususnya dengan mengajak ziarah WaliSongo.

“Jadi secara tidak langsung para orang tua menitipkan kepada yang muda supaya terus menjalankan tradisi yang baik ini karena pemuda sekarang adalah orang tua yang akan datang,” tandas Rozak. (M Zidni Nafi’/Alhafiz K)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG