IMG-LOGO
Daerah

RMI dan LBMNU Jombang Bahas Stiker Sholat Tiga Waktu


Ahad 8 Maret 2015 18:03 WIB
Bagikan:
RMI dan LBMNU Jombang Bahas Stiker Sholat Tiga Waktu

Jombang, NU Online
Beredarnya stiker ajakan sholat tiga waktu cetakan pesantren Urwatul Wutsqo Jombang menarik perhatian masyarakat. Isu ini kemudian diangkat pengurus RMI dan LBM NU Jombang pada forum bahtsul masail di pesantren Tarbiyatunnasyiin, Paculgowang, Jombang, Sabtu (7/3).
<>
Puluhan peserta forum bahtsul masail terdiri atas perwakilan MUI, Kemenag Jombang dan kiai beberapa pesantren di Jombang dan sekitarnya.

Ketua LBM PCNU Jombang Muhammad Shaleh mengatakan, “Selain MUI dan Kemenag Jombang, kami juga mengundang utusan dari tujuh pesantren. Lima di antaranya dari Paculgowang sendiri, Denanyar, Tambakberas, Rejoso, dan Lirboyo,” katanya.

Menurut Shaleh, forum ini membahas perihal hukum penyebaran stiker tersebut dan penanganan atau sikap para sesepuh NU. “Hari ini kami mengkaji terkait bagaimana hukum menfatwakan stiker itu dan penyikapan kita atas tersebar luasnya stiker tersebut,” tuturnya kepada NU Online.

Dari literatur-literatur klasik rujukan pada pembahasan saat itu, peserta forum bahtsul masail menyepakati untuk menangguhkan (mauquf) isi stiker tersebut karena khawatir membuat resah masyarakat.

“Kami sepakat untuk meng-counter isi stiker itu. Karena, dalam kitab-kitab salaf dan tafsir klasik tidak ada shalat tiga waktu atau shalat jama’ tanpa ada persyaratan-persyaratan khusus,” tambah Shaleh.

Kemudian pihaknya juga mengambil sikap untuk menghentikan peredaran stiker dari pesantren yang bersangkutan.

“Kita mendorong pihak yang berwajib untuk menghentikan stiker itu dari sumbernya. PCNU Jombang mengamanahkan MUI dan Kemenag untuk mengusulkan MUI pusat perihal rumusan-rumusan yang dihasilkan forum ini. Demikian juga Kemenag,” ujarnya. (Syamsul/Alhafiz K)

Bagikan:
IMG
IMG