IMG-LOGO
Nasional

PBNU Klarifikasi, Relawan Desa tak Dapat Honor

Rabu 18 Maret 2015 10:59 WIB
Bagikan:
PBNU Klarifikasi, Relawan Desa tak Dapat Honor

Jakarta, NU Online
Salah satu program yang sedang hangat dibicarakan di masyarakat adalah Program Pendampingan Pemberdayaan Masyarakat Desa sebagai upaya PBNU untuk mengawal dana desa yang akan dikucurkan oleh pemerintah ke seluruh Indonesia.
<>
Terkait dengan kesimpangsiuran informasi adanya honor yang akan diberikan kepada relawan pendamping, H Yahya Maksum, ketua Lakpesdam NU yang menangani program ini menegaskan, tidak ada honor yang diberikan. 

“Ini merupakan program untuk memberdayakan Ranting NU,” katanya di gedung PBNU, Rabu (18/3).

Ia meminta agar calon relawan membaca dengan cermat surat yang diberikan karena didalamnya sudah disampaikan informasi secara jelas bahwa tidak ada honor yang akan diberikan.

Agus Salim Thoyib, kepala sekretariat PBNU menjelaskan, banyak sekali pertanyaan melalui telepon mengenai honor yang akan diberikan kepada pendamping desa tersebut. Bahkan ada yang menyebut relawan akan diberi honor antara 2-4 juta rupiah per bulan. (mukafi niam)

Bagikan:
Rabu 18 Maret 2015 21:1 WIB
Kemenag Ingatkan Masyarakat Hati-hati Tawaran Nikah Online
Kemenag Ingatkan Masyarakat Hati-hati Tawaran Nikah Online

Jakarta, NU Online
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam) Machasin mengingatkan agar masyarakat berhati-hati terhadap tawaran iklan kemudahan menikah melalui online yang belakangan ini marak diberitakan di media sosial.
<>
Ditengarai, nikah online ini merupakan prostitusi terselubung dengan menggunakan dalih agama. “Kita harus melakukan perang melawan nikah siri untuk tujuan prostitusi,” katanya dalam konferensi press yang diselenggarakan di Jakarta, Rabu (18/3).

Ia menegaskan, nikah siri sah menurut agama karena faktanya di masyarakat, hal tersebut masih berjalan dengan beberapa alasan seperti kebiasaan di daerah tertentu yang hanya menikah secara agama atau karena lokasi yang jauh. Hal ini berbeda dengan upaya yang dilakukan dengan sengaja untuk menyembunyikan pernikahan karena posisi budaya yang lemah menyebabkan perempuan dimanfaatkan oleh laki-laki yang punya uang dan kuasa dan karena adanya aturan yang tidak memungkinkan seperti PNS dan TNI yang tidak boleh menikah. 

Machasin mengingatkan, meskipun diawal mudah, nikah siri bisa menimbulkan masalah yang rumit di belakang hari seperti soal akta kelahiran. Ia mencontohkan kasus Machicha Muhtar, yang perlu proses panjang untuk mendapatkan pengakuan atas identitas anaknya. 

Asrorun Niam Sholeh dari Dewan Fatwa MUI menambahkan nikah siri sah selama syarat dan rukun nikahnya terpenuhi, tetapi tidak dicatatkan di lembaga  yang berwenang. Di berbagai daerah, hal ini tidak ditujukan untuk menyembunyikan peristiwa pernikahan, bahkan pernikahan tersebut diramaikan secara luas. Disisi lain, terdapat pernikahan yang dicatatkan tetapi tidak diramaikan dengan mengundang tetangga dan kerabat.

Niam yang juga ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menegaskan, terdapat kecenderungan kuat nikah online ini untuk tujuan prostitusi, meskipun penyelenggara nikah menyediakan saksi dan wali.

“Orang nikah itu ada syaratnya, menjadi wali ada syaratnya dan menjadi saksi juga ada syaratnya. Pertanyaannya, apakah nikah online itu syarat-syaratnya terpenuhi,” tanyanya.

Menikah ditujukan untuk membina hubungan jangka panjang. Karena itu, MUI mengharamkan nikah yang diniatkan untuk sementara seperti nikah mut’ah dan nikah wisata. “Kalau nikah online itu ada maksud terselubung untuk tujuan hubungan jangka pendek, juga haram,” tegasnya. 

Dalam hal ini, MUI sedang membahas secara mendalam dalam forum yang lebih besar.

Direktur urusan agama Islam dan syariah Kemenag Muchtar Ali menambahkan, ada pertanyaan mendasar karena nikah online tersebut ternyata mengenakan biaya paling murah satu juta rupiah, sementara jika nikah di KUA gratis atau jika diselenggarakan di rumah mempelai hanya perlu biaya 600 ribu. “Mereka itu motivasinya bisnis.”

Kemenag saat ini telah meminta Kementerian Komunikasi dan Informasi untuk memblokir iklan nikah online. KUA Tebet Jakarta dan Kanwil Kemenag DKI juga telah melaporkan penyelenggara nikah online ini dengan delik penipuan ke kepolisian. (mukafi niam) 

Rabu 18 Maret 2015 20:0 WIB
Akhmad Muqowam Terpilih Sebagai Ketua Baru IKA-PMII
Akhmad Muqowam Terpilih Sebagai Ketua Baru IKA-PMII

Jakarta, NU Online
Rapat Pleno Gabungan Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII), Rabu (18/3), menetapkan Achmad Muqowam sebagai Ketua Umum IKA-PMII yang baru menggantikan Arif Mudatsir Mandan yang meninggal dunia akhir tahun lalu.<>

Rapat Pleno Gabungan diselenggarakan di Hotel Bidakara Jakarta, dihadiri oleh Dewan Pertimbangan dan Pengurus Harian. Dewan pertimbangan yang hadir antara lain H Ahmad Bagja dan KH Masyhuri Malik. Rapat dipimpin oleh Sekjen IKA-PMII Hanif Dhakhiri.

Sebelumnya ditetapkan bahwa Ketua IKA-PMII Arif Mudatsir Mandan berhalangan tetap dan menurut ketentuan harus diganti. Dalam sesi pencalonan ditetapkan dua calon yang juga wakil ketua umum IKA-PMII yakni Akhmad Muqowam dan Andi Jamaro Dulung.

Muwowam terpilih melalui votting mengungguli Andi Jamaro Dulung. Dalam sesi pemilihan Muqowam mendapatkan 22 suara sementara Andi Jamaro 7 Suara. Hanif Dakhiri tetap sebagai Sekjen IKA-PMII.

Akhmad Muqowam adalah kader NU tulen. Ia pernah menjadi sekretaris Pengurus Cabang PMII (1984-1986), Wakil Sekretaris PW IPNU Jawa Tengah (1984-1987), PW GP Ansor (1987-1990), dan PP GP Ansor (1990-1993). Ia juga pernah beberapa periode menjabat anggota DPR RI dan sekarang menjabat anggota DPD RI.

Rapat yang dihadiri Ketua Umum PMII Aminuddin Ma’ruf dan Tim Kaderisasi PBNU juga membahas ikhwal kembalinya PMII menjadi salah satu badan otonom NU. (A. Khoirul Anam)

Rabu 18 Maret 2015 19:0 WIB
Bersamaan Rapimnas, Pagar Nusa Gelar Apel Akbar Setia Pancasila-NKRI
Bersamaan Rapimnas, Pagar Nusa Gelar Apel Akbar Setia Pancasila-NKRI

Jakarta, NU Online
Pimpinan Pusat Pencak Silat NU Pagar Nusa akan menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di Semarang pada 26-29 Maret 2015. Hari terakhir Rapimnas akan diisi dengan Apel Akbar Setia Pancasila dan NKRI yang akan diikuti 5000-an pendekar Pagar Nusa.<>

Rapimnas akan diselenggarakan di Pondok Pesantren Az Zuhri Jalan Ketileng Raya No.13A Sendangmulyo Semarang. Sementara apel akbar dipusatkan di kawasan Simpang Lima Semarang, Ahad (29/3).

Menurut Ketua Panitia Rapimnas, Arif Rohman, pihaknya telah mengundang Panglima TNI dan Kapolri untuk turut serta dalam apel akbar ini.

“Sekarang ini banyak sekali ancaman terhadap Pancasila dan NKRI, seperti munculnya kelompok radikal ISIS. Pagar Nusa siap mengawal Pancasila dan NKRI. Apel akbar ini sekaligus sebagai ikrar setia,” katanya dihubungi NU Online, Rabu (18/3).

Rapimnas sendiri akan diisi dengan berbagai kegiatan antara lain musyawarah majelis pendekar, rapat pimpinan, pelatihan pasukan inti (Pasti), dan halaqah bersama berbagai pihak seperti Basarnas, PNPB, BNPT dan BNN.

PP Pagar Nusa dalam Rapimnas nanti juga akan menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI), Lembaga Pendidikan Ma’arif dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). MoU ini terkait dengan pelatihan pencak silat Pagar Nusa sebagai bagian dari kegiatan ektrakurikuler sekolah. (A. Khoirul Anam)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG