IMG-LOGO
Daerah
JELANG MUKTAMAR KE-33 NU

LSPT Akan Sosialisasi ke Muktamirin

Sabtu 21 Maret 2015 9:36 WIB
Bagikan:
LSPT Akan Sosialisasi ke Muktamirin

Jombang, NU Online
Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT) akan memanfaatkan momentum Muktamar ke-33 NU yang berlangsung di Jombang, Jawa Timur, awal Agustus mendatang untuk menyosialisasikan dirinya. Karena itu, LSPT mempersiapkan sejumlah kegiatan untuk tujuan tersebut.
<>
Pimpinan Umum LSPT Jombang Jawa Timur, Mohammad As'ad menandaskan bahwa akan banyak warga dan pengurus NU dari berbagai kota di Tanah Air yang hadir pada Muktamar NU mendatang. "Bahkan kontingen dari luar negeri juga dipastikan datang," katanya saat memimpin rapat persiapan dengan sejumlah pengurus LSPT, Jumat (20/3).

"Kita akan sampaikan bahwa LSPT adalah lembaga resmi yang mengelola dana dari para peziarah di pesarean Gus Dur," kata alumnus Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya ini. Sejumlah kegiatan yang telah dilakukan LSPT akan disampaikan dalam brosur baru yang dicetak dalam jumlah besar, lanjutnya.

Bila memungkinkan, seluruh titik di mana para peserta melakukan sidang baik pleno serta komisi, LSPT akan hadir dan menyapa peserta dan warga yang datang. "Hal ini kami lakukan agar keberadaan LSPT bisa lebih dikenal masyarakat, tidak terbatas di Jombang tapi juga peserta dari berbagai penjuru ang hadir," kata dosen di Universitas Hasyim Asy'ari (Unhasy) Jombang ini.

As'ad menyadari bahwa keberadaan LSPT selama ini masih belum dikenal baik masyarakat. "Ini terjadi lantaran kiprah yang kami lakukan masih belum optimal dan menyentuh masyarakat secara luas," ungkapnya.

Dengan adanya Muktamar ke-33 NU, diharapkan semakin banyak lagi khalayak yang mengenal dengan baik keberadaan LSPT dengan berbagai khidmat yang dilakukan. Karena sejumlah program yang telah dilakukan ternyata benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar. Dari mulai operasi katarak, santunan bagi para dhuafa', beasiswa, serta layanan kesehatan dan lainnya.

"Kita berharap dengan menyapa para muktamirin, maka perhatian dan kepercayaan kepada LSPT semakin tinggi," katanya. Dan hal tersebut tentu saja membuat para pengurus untuk terus berbenah memperbaiki pelayanan agar sesuai dengan harapan masyarakat, lanjutnya.

Pada rapat tersebut juga mulai diinventarisir sejumlah kegiatan yang akan dilakukan selama muktamar berlangsung. Demikian juga yang tidak luput dibahas adalah persiapan menghadapi bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.  "Ini tentu memerlukan pembahasan yang lebih teknis dan teliti agar syiar serta manfaatnya bisa dirasakan masyarakat, khususnya mereka yang kurang mampu," pungkasnya. (Syaifullah/Mahbib)

Bagikan:
Sabtu 21 Maret 2015 21:26 WIB
Para Mantan Aktivis PMII Siap Pimpin GP Ansor NTB
Para Mantan Aktivis PMII Siap Pimpin GP Ansor NTB

Mataram, NU Online
Para mantan aktivis PMII siap memimpin Gerakan Pemuda Ansor Nusa Tenggara Barat (NTB) satu periode ke depan. Sejauh ini ada tujuh calon yang muncul semuanya berasal dari kalangan PMII.<>

Suaib Quri Ketua Umum GP Ansor periode ini yang dicalonkan kembali pernah menjadi ketum PC PMII Mataram th 2000-2001, sampai pernah menduduki PB PMII.

Akhdiansyah alias Yonqi mantan ketum PC PMII Mataram tahun 2001-2002 juga tidak mau ketinggalan kesempatan. Yonqi sendiri kini sebagai wakil ketua PW GP Ansor NTB dan sedang duduk sebagai sekjen DPW PKB NTB.

Muhamad Aqri tidak mau kalah dengan seniornya. Akri adalah sekretaris PW GP Asnor NTB. Dia pun mantan Ketum PC PMII Mataram th 2003-2004 dan kini duduk sebagai wakil Sekjen DPW PPP NTB.

Selanjutnya M. Husni Abdin juga aktivis PMII siap memimpin Ansor satu periode mendatang.

Selain empat calon itu, ada Zamroni Aziz, mantan ketua IPNU NTB tahun 2008-2009 dan kini duduk sebagai ketua KNPI NTB 2011-2016 serta kepala seksi madrasah dan pendidikan Kementerian Agama Kabupaten Lombok Tengah.

Jayanti Umar juga tidak mau kalah dengan seniornya. Janyati panggilan akrabnya juga pernah menjadi ketua PW IPNU NTB ths 2009-2012 kini duduk menjadi anggota DPRD Kabupaten Lombok Tengah.

Irpan Suriadiata ketua PW IPNU NTB 2012-2015 pun siap ambil bagian dalam konferensi yang akan digelar bulan April mendatang. Irpan sendiri kini sebagai lawyer dan direktur LBH ICS .

Ketiga aktivis IPNU NTB yang tersebut terakhir itu juga jebolan PMII di Mataram pada eranya masing-masing.

Drs. H. Marinah Hardi, ketua Pembina GP Ansor NTB ketika ditemu oleh NU Online di kediamannya BTN Desa Duman Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat, Rabu (18/3) mengatakan, dirinya tidak bisa menilai sosok perorangan siapa yang harus mempin Ansor ke depan. Namun yang terpening aturan tetap dijalankan agar siapa yang terpilih bukan karena pilihan geng (kelompok) tertentu .

“Saya tidak bisa menilai orang terkait kelayakan. Namun yang terpenting siapa pun yang terpilih itu sudah sesuai dengan aturan,” kata Guru Inah Panggilan Akrabnya.

“Semua harus sesui aturan. Contohnya ketua tidak boleh merangkap dengan partai politik. Itu bisa dijadikan salah satu syarat kalau memang itu aturan yang ada di PRT, PO dan produk hukum organisasi lainnya,”  pintanya.

Gerakan Pemuda Ansor menurutnya adalah organisasi yang terintegrasi dengan NU. “Ansor itu NU yang mengurus bidang kepemudaan. Agendanya pun tidak boleh terlalu jauh dengan NU, meskipun Banom secara setruktural,” pinta mantan Ketua PW GP Ansor NTB ini.

“Jadinya jangan terlena dengan urusan-urusan formalitas semata. Konferwil pada prinsipnya memperbaiki roda kepengurusan organiasi bukan membentuk kelompok-kelompok di dalamnya,” tambahnya. (Samsul Hadi/Anam)

Foto: Drs. H. Marinah Hardi

Sabtu 21 Maret 2015 19:2 WIB
LP Ma’arif NU Kraksaan Gelar 14 Macam Lomba Religi
LP Ma’arif NU Kraksaan Gelar 14 Macam Lomba Religi

Probolinggo, NU Online
Dalam rangka menyambut dan mensukseskan Konferensi Cabang (Konfercab) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kota Kraksaan menggelar 14 macam lomba religi di SMK Ma’arif NU Gending, Kraksaan, Sabtu (21/3).<>

Ke-14 lomba religi tersebut diantaranya tartil Al Qur’an, olimpiade mata pelajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), hadrah, Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ), Band Religi, bilghina, ngaji kitab kuning, pidato bahasa Indonesia, cerita ke-NU-an, dan lainnya.

Wakil Ketua PC LP Ma’arif NU Kota Kraksaan Nurul Jadid mengungkapkan, lomba religi ini bertujuan sebagai syiar NU dan menggali potensi kader NU agar tidak berkonotasi fundamentalisme dan antipluralitas. “NU inklusif aktif dalam pendidikan global dengan terciptanya kedamaian dan perdamaian dunia yang majemuk,” ungkapnya.

Lomba ini diikuti oleh seluruh perwakilan lembaga pendidikan di bawah LP Ma’arif NU Kota Kraksaan. Mulai dari tingkat SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA se Kabupaten Probolinggo. “Melalui lomba ini kami berharap mampu menciptakan tasawwud dan tabayyun dalam berideologi berbangsa sesuai amanah Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid),” harapnya.

Sementara itu, Kepala MI Ihyauddiniyah Desa Duren Kecamatan Gading Siti Nur Tamami menyambut baik lomba-lomba religi ini. Menurutnya, lomba ini bisa menjadi ajang untuk menguji kemampuan para anak didiknya.

“Dalam kegiatan ini, kami mengirimkan 14 anak didik dengan harapan bisa menambah pengalaman sekaligus mengasah kemampuan sesuai pendidikan yang sudah didapatnya di sekolah. Lomba ini juga bisa menjadi media evaluasi sejauh mana daya tangkap anak didik dalam menerima pelajaran yang disampaikan gurunya,” ungkapnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Sabtu 21 Maret 2015 18:5 WIB
Jelang Ujian, Pelajar MTs Aswaja Pontianak Berzikir
Jelang Ujian, Pelajar MTs Aswaja Pontianak Berzikir

Jakarta, NU Online
Kepala sekolah MTs Aswaja Pontianak Sholihin HZ memimpin zikir para pelajarnya di lantai utama Masjid Raya Mujahidin, Pontianak, Sabtu (21/3). Zikir jamaah yang menjadi agenda tahunan ini masuk dalam program pihak sekolah untuk menguatkan mental siswa dalam menyelesaikan soal-soal ujian.
<>
Kegiatan yang diawali sembahyang Dhuha ini juga diikuti dewan guru dan beberapa orang tua siswa.

Sholihin menyebutkan pentingnya zikir sebagai salah satu cara mendekatkan diri kepada Allah SWT. “Yang lebih penting dari itu ialah penyadaran bahwa kesuksesan kita selama ini bukanlah semata-mata karena kecerdasan kita tetapi tidak lepas dari keterlibatan Allah SWT.”

Suasana zikir ini diwarnai isak tangis dan haru peserta atas penyesalan terhadap kesalahan dan kekhilafan yang dilakukan selama ini.

Kepada para muridnya, Sholihin mengimbau untuk segera meminta maaf ketika tiba di rumah. “Kita harus meminta ridho kedua orang tua. Semoga dengan maaf keduanya itu Allah SWT selalu membimbing dan memberikan petunjuk-Nya untuk kesiapan menghadapi ujian,” kata Sholihin. (Red Alhafiz K)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG