IMG-LOGO
Daerah

Kuatkan Sinergi, IMAN STAN Gelar Silaturrahim dan Reuni Akbar

Rabu 25 Maret 2015 23:37 WIB
Bagikan:
Kuatkan Sinergi, IMAN STAN Gelar Silaturrahim dan Reuni Akbar

Tangerang Selatan, NU Online 
Segenap pengurus dan anggota Ikatan Mahasiswa Nahdliyyin Sekolah Tinggi Administrasi Negara (STAN) serta AL IMAN (Baca: Alumni IMAN) menggelar Silaturrahim dan Reuni Akbar di Gedung F kampus tersebut di Bintaro Sektor V Tangerang Selatan, Banten.
<>
Kegiatan Sabtu (21/3) ini dihadiri berbagai elemen IMAN dari kalangan mahasiswa yang masih aktif di kepengurusan dan tentunya Alumni IMAN dari mulai IMAN berdiri (1991) hingga masa kelulusan terakhir (2014). 

Meski para alumni sudah banyak tersebar di berbagai daerah, namun tak menyurutkan semangat dan antusiasme mereka untuk menghadiri acara istimewa ini. Mereka datang dari seluruh penjuru tanah air, mulai dari pulau Sumatera, Jawa, Sulawesi bahkan ada yang jauh-jauh datang dari Malaysia. 

Acara dimulai pukul 09.00 WIB. Penampilan tim hadroh “Badrut Tamam” pun  menjadi sajian pembuka acara ini. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Panitia, serta dari beberapa alumni lintas angkatan yang tak jarang mengundang sebuah euforia tersendiri saat mengenang perjalanan IMAN dari masa ke masa. 

Selanjutnya mau’idloh hasanah disampaikan oleh Ustadz Dawud Arif Khan selaku pendiri Ikatan Mahasiswa Nahdliyyin STAN, “Dengan silaturrahim akan mendatangkan kemanfaatan dalam berbagai hal, termasuk pekerjaan kalian sebagai pegawai Kemenkeu,” ujarnya dalam sambutannya. 

Acara dilanjutkan dengan acara inti, yakni Pembentukan Dewan Alumni dan pembahasan Dana Umat AL IMAN yang dimoderatori Rizki Amaluddin dan Abdulloh Rifqi Jauhari.

Selain dimaksudkan untuk mengenang masa-masa perjuangan, acara ini juga bertujuan untuk menguatkansinergi IMAN STAN,baik antar-alumni maupun antara alumni danpengurus yang diharapkan dapat terwujud melalui pembentukan Dewan Alumni IMAN. 

Terkait dengan pembentukan Dana Umat  AL IMAN, ide pembuatan program terbaru AL- IMAN ini dilatarbelakangi dari munculnya kendala finansialsebagaimana  sering dihadapi oleh organisasi mahasiswa pada umumnya dalam menjalankan berbagai kegiatan. 

Berangkat dari kondisi demikian, maka muncullah inisiatif dari para alumni untuk meluncurkan program pendanaan yang kemudian diresmikan dengan nama “Dana Umat AL IMAN”. 

Harapannya, melalui pembentukan program ini dapat semakin mendukung dan memancing kreatifitas para pengurus IMAN untuk mengadakan kegiatan dalam rangka dakwah di kampus. Selain untuk internal IMAN, program ini juga ditujukan untuk kegiatan – kegiatan sosial masyarakat lainnya, seperti sumbangan duka dan bencana alam serta demi kemaslahatan umat islam pada umumnya.

Acara ditutup dengan doa nan khidmat yang dipimpin Ustadz Dawud. Setelah rangkaian acara selesai, dilanjutkan dengan sesi foto bersama peserta yang hadir dalam acara ini.

Saat diwawancarai, Bapak Faris Zain selaku ketua panitia merasa sangat bahagia dengan terselenggaranya acara ini. Ia mengharapkan acara ini dapat semakin menguatkan seluruh personil IMAN dalam memegang dan menegakkanprinsip Ahlussunah wal-Jamaah dimana pun berada. 

“Mudah-mudahan acara seperti ini bisa rutin diadakan,” katanya mengakhiri pembicaraan. (ARH/Mei/Alw)

Bagikan:
Rabu 25 Maret 2015 21:5 WIB
LAZISNU Boyolali Utamakan Bantuan Produktif
LAZISNU Boyolali Utamakan Bantuan Produktif

Boyolali, NU Online
Program NU’Preneur yang diadakan Lembaga Amil Zakat Infak dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Boyolali Jawa Tengah diutamakan untuk memberikan bantuan modal usaha dalam bentuk bantuan produktif.
<>
Bantuan dalam bentuk fisik seperti sepeda dan gerobak tersebut dirasa lebih tepat sasaran. “Kalau diberikan modal, takutnya nanti dipakai untuk yang lain,” kata Awang Yulias Supardi kepada NU Online, Selasa (24/3).

Maka dari itu, tambah salah satu pengurus LAZISNU Kabupaten Boyolali, ini bantuan modal kami berikan dalam bentuk fisik seperti alat masak, gerobak, sepeda dan lainnya.

Pemberian bantuan tersebut juga disesuaikan dengan usaha yang dilakukan warga. “Semisal usaha bengkel kita berikan kompresor, penjual somay kita berikan sepeda atau gerobak,” ujar dia.

Awang yang juga pengurus PAC Ansor Banyudono menambahkan warga yang tidak mampu dapat mengajukan untuk mendapat bantuan dari LAZISNU Boyolali. “Tidak harus warga NU, tetapi pengajuan mesti mendapat rekomendasi dari MWC setempat,” paparnya.

Selain program NU’Preneur, LAZISNU Boyolali yang beralamat di Jl. Boyolali – Semarang km. 1, Winong, Boyolali tersebut juga memiliki program lain seperti NU Smart, NU Care, dan NU Skill. (Ajie Najmuddin/Abdullah  Alawi)

Rabu 25 Maret 2015 19:1 WIB
Semangat Kebangsaan NU Tak Diragukan
Semangat Kebangsaan NU Tak Diragukan

Kudus, NU Online
Warga Nahdlatul Ulama sudah tidak diragukan lagi sebagai pihak yang memiliki semangat kebangsaan atau nasionalisme. Organisasi yang didirikan para kiai tersebut selalu kukuh menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dari rongrongan ideologi radikal.
<>
Hal itu mengemuka pada seminar “Peran Pemuda sebagai Pilar Pembangunan Bangsa; Pemuda Mandiri dan Berkarakter” yang diselenggarakan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kudus bekerja sama Kesbangpolinmas Kudus di Kantor  PCNU, Selasa (24/3). 

Hadir sebagai sebagai pembicara Kanit V Satuan Intelijen Keamanan PolresKudus Subhan SH, Hakim Pengadilan Negeri Kudus Syafiq dan pengurus Lakpesdam Kudus Abdul Jalil. 

Menurut Subkhan, sejak munculnya gerakan terorisme tidak ada satu pun kader dari NU yang terlibat faham radikalisme ataupun ISIS.  Anak-anak muda NU tidak mudah terpengaruh dengan virus ideologi ISIS yang berkembang belakangan ini. 
"Ini artinya NU telah berhasil menanamkan nilai-nilai ideologi yang dianutnya termasuk nasionalisme," katanya.

Pembicara kedua, Syafiq mengatakan semangat kebangsaan Nahdlatul Ulama sudah ditunjukkan KH Hasyim Asy'ari (pendiri NU) yang telah memperjuangkan negara dan mengakui Pancasila sebagai dasar negara. 
"Kalau Mbah Hasyim saja mengakui demikian, berarti kader penerus NU pasti tidak diragukan akan semangat kebangsaanya," tandasnya.

Syafiq menjelaskan bangsa Indonesia tercermin dengan lahirnya "PBNU" yakni Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945. Keempatnya merupakan warisan pendiri Nahdlatul Ulama yang harus tetap dipertahankan. 

Sementara Abdul Jalil mendorong kader muda NU untuk selalu menjadi mandiri dan berkarakter. Kemandirian pemuda bisa terbentuk melalui pengembangan entrepreneur (kewirausahaan). "Sedangkan pemuda berkarakter tercermin dari prilaku ataupun akhlak sehari-sehari," tandasnya. 

Kegiatan yang dimoderatori mantan Ketua PC IPNU Kudus Saiful Anas ini diikuti ratusan pelajar dan anggota dari IPNU, IPPNU, Fatayat, dan GP Ansor. Hadir dalam kesempatan itu kepala Kesbangpolinmas Djati Sholichah yang membuka acara tersebut. (Qomarul Adib/Abdullah Alawi)

Rabu 25 Maret 2015 17:2 WIB
Bangun ‘Kantin Kejujuran’, SMK NU Sidoarjo Latih Siswa Hidup Jujur
Bangun ‘Kantin Kejujuran’, SMK NU Sidoarjo Latih Siswa Hidup Jujur

Sidoarjo, NU Online
Kantin yang berada di Sekolah Menengah Kejuruan Plus Nahdlatul Ulama (SMK Plus NU) Sidoarjo ini setiap harinya selalu menerapkan sifat dan sikap jujur dalam melakukan transaksi jual beli yakni dengan menciptakan kantin yang diberi nama ‘kantin kejujuran’.<>

Meskipun di belakang sekolah tersebut terdapat beberapa kantin, namun kantin kejujuran ini tetap menjadi rujukan bagi para siswa untuk mencari kebutuhan sekolah. Di dalamnya terdapat beberapa macam barang dagangan seperti obat-obatan (sirup dan lainnya), buku, pulpen, makanan ringan, air mineral, nasi bungkus, dan sebagainya.

Kantin yang mempunyai ukuran 3x6 meter itu dibangun sejak tahun 2014 lalu. Menurut Ketua OSIS SMK plus NU Sidoarjo Tri Dewi Nurjanah kelas XI Farmasi mengatakan, bahwa sekolah membiasakan berlaku dan berprilaku jujur sehingga bisa terwujud hingga ke masyarakat luas. 

"Hal ini tidak lain untuk membiasakan kejujuran. Karena dengan kebiasaan itu nanti kedepannya akan jujur terus. Dan selama ini alhamdulillah tidak ada yang tidak jujur," tuturnya, Rabu (25/3).

Sementara itu, Kepala SMK Plus NU Sidoarjo M Fathul Jinan mengatakan, bahwa dengan adanya kantin kejujuran itu para siswa tidak lagi membeli apa yang menjadi kebutuhannya di tempat lain. Dengan adanya kantin kejujuran ini mereka akan menerapkan dan membiasakan jual beli dengan jujur.

"Target kami adalah untuk melatih riyadho dalam kehidupan sehari-hari. Karena dengan membiasakan berbuat dan bersikap jujur, dalam kehidupan sehari-harinya mereka akan terbiasa jujur. Kelak ketika mereka sudah terjun di masyarakat, untuk berkata dan berbuat jujur pun mereka sudah bisa," ungkap Fathul Jinan. (Moh Kholidun/Fathoni)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG