Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download
PROFIL

Supriadi Goma, Putra Nelayan Sederhana, Ketua PCNU Termuda

Supriadi Goma, Putra Nelayan Sederhana, Ketua PCNU Termuda

Bolmong Utara, NU Online
Konferensi yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bolmong Utara akhir 2014 lalu menjadi saksi bahwa anak muda juga bisa tampil di depan memimpin NU. Supriadi Goma, anak nelayan yang saat itu berusi 31 tahun, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Tanfidhiyah NU di ujung Sulawesi Utara tersebut.
<>
Putra pertama dari pasangan Ali Goma dan Hatija Batalipu ini semasa kecil sudah merasakan getirnya hidup sebagai anak nelayan karena harus membantu sang ayah mencari nafkah, bertarung melawan ganasnya gelombang laut lepas yang berbatasan dengan Negara Filipina. Sejak enam tahun terakhir orang-orang sering memanggilnya Gus Upik.

Pada usia 6 tahun, Gus Upik disekolahkan orang tuanya di Madrasah Ibtidaiyyah Al-Khairaat Ayong, lembaga pendidikan yang kini sudah tidak beroperasi lagi. Pada tahun 1995, pria yang lahir di Desa Ayong (daerah pesisir pantai Sulawesi Utara) pada 15 Februari 1983 ini menimba ilmu di Pondok Pesantren Alkhairaat Bintauna.

Selama mondok, ia sempat diasuh oleh beberapa ulama seperti KH Harsono Misaalah (Mustasyar PCNU Bolmong Utara), Ust. Hamdan Pohontu (Katib PCNU Bolmong Utara),  Syekh Abdul Ati Abdul Wahab Abdussalam (alumni Kairo). Semasa nyantri, ia dipercayakan sebagai Ketua Persatuan Pelajar Islam Al-Khairaat.

Pada tahun 2001, ia menamatkan pendidikannya di Pondok Pesantren Alkhairaat Bintauna dan pada tahun yang sama ia melanjutkan studinya di IAIN Sultan Amai Gorontalo. Semasa  kuliah di IAIN Sultan Amai Gorontalo ia aktif di organisasi ekstrakampus,  Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Selama aktif di PMII, Gus Upik pernah menjabat sebagai Ketua Rayon Tarbiyah tahun 2003, Ketua Komisariat 2004, dan Ketua Cabang PMII Kota Gorontalo 2005. Selain itu ia aktif di intrakampus dan sempat menjabat sebagai ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Tarbiayah dan wakil presiden BEM IAIN Sultan Amai Gorontalo periode 2005-2006.

Selama menjalani masa kemahasiswaan, ia aktif dalam memimpin gerakan PMII Gorontalo, mulai dari proses kaderisasi  formal sampai informal. Karena terlalu sibuk mengurus PMII, kuliahnya molor sampai 3 tahun. Ia sempat mengikuti Kongres PMII di Bogor dan berhasil berpartisipasi mengantarkan sahabat Hery Hariyanto Azumi sebagai Ketua Umum PB PMII.

Setelah selesai kuliah tahun 2007, pada usia yang relatif muda ia diajak KH. Gofir Nawawi (pemimpin Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Randangan) untuk menjadi Sekretaris Umum Wilayah Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) Provinsi Gorontalo dan berhasil mengantarkan PKNU memperoleh suara signifikan di Gorontalo pada pemilu legislatif tahun 2009.

Pada tahun 2009 ia memutuskan untuk mengakhiri masa lajangnya dengan menikahi  Arianti Palima. Wanita yang telah di kenalnya semasa kuliah, wanita yang selalu mendampingi dan menjadi spirit perjuangan menapaki perjalanan setapak demi setapak dalam membesarkan PMII gorontalo ,

Pada akhir 2009,  lelaki yang hobi menulis ini, kemudian meninggalkan panggung politik yang telah dirintisnya bersama sang kiai. Ia kemudian meninggalkan Gorontalo dan kembali ke tanah kelahiran Bolaang Mongondow Utara dan mengabdi sebagai Pegawai Negeri Sipil pada sebuah SMK N Kaidipang mengajar Pendidikan Agama Islam. Di tengah aktivitasnya sebagi PNS bukan berarti mengurangi kecintaanya terhadap aktivitas ke-NU-an. Dalam kurun waktu 2009-2015, ia menjadi lokomotif penggerak semangat  generasi Muda NU yang ada di tanah Bolmong Utara.

Bersama dengan beberapa sahabat yang lain Ayah dari Latifa dan Wahab Hasbullah ini mendirikan cabang IKAPMII (Ikatan Alumni PMII) sebagai wadah berkumpulnya  para alumni PMII dari berbagai generasi dan almamater kampus untuk berbagi gagasan dalam membesarkan NU di tanah Bolmong Utara. Pada tahun 2010, ia mengikuti Muktamar NU di Makassar, tahun 2012 ia diundang tim kaderisasi nasional PBNU untuk mengikuti Pendidikan Kader Penggerak NU angkatan ke-2 di Kerawang Rengasdengklok, dan pada tahun 2013 ia menjadi peserta Konferensi Wilayah NU Provinsi Sulawesi Utara dan dipercayakan oleh tim formatur menjadi Wakil sekretaris PWNU Sulut.

PCNU Kabupaten Bolmong Utara termasuk cabang NU yang memberikan ruang yang luas baagi generasi muda untuk menjalankan roda organisasi NU. Dalam suasana inilah Supriadi Goma mendapat kepercayaan memimpin PCNU Kabupaten Bolmong Utara periode 2014-2019. Ia diangkat secara  aklamatif oleh enam Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) pada Konferensi Cabang (Konfercab) II. (Don AL Lamunte/Mahbib)

BNI Mobile