IMG-LOGO
Daerah

IPNU dan PMII Sidoarjo Minta Instansi Terkait Cegah Paham Radikal


Sabtu 28 Maret 2015 12:06 WIB
Bagikan:
IPNU dan PMII Sidoarjo Minta Instansi Terkait Cegah Paham Radikal

Sidoarjo, NU Online
Sebagai bangsa yang beragama dan mempunyai dasar negara pancasila harus mampu menangkal paham Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang sudah masuk ke Indonesia. Terutama masalah buku agama yang terdapat paham radikal yang sudah menyebar di Jombang, Jawa Timur beberapa pekan lalu.
<>
Hal itu diungkapkan oleh Ketua umum Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Sidoarjo, Jawa Timur M Syaikhul Ma'arif. Menurutnya paham radikal itu harus dihapuskan atau dijauhkan dari para pelajar terutama di tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs).

Dia menambahkan, usia pelajar sangat mudah dipengaruhi ajaran-ajaran baru yang belum pernah mereka ketahui. Untuk itu, pihaknya meminta kepada instansi terkait terutama yang ada di Sidoarjo seperti Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sidoarjo turut berperan aktif mengantisipasi perkembangan paham radikal.

"Terpenting, peran aktif para guru supaya senantiasa mengawal buku-buku yang akan didistribusikan atau diajarkan kepada para peserta didiknya. Paham radikal (ISIS) itu sangat rentan dan berbahaya bagi para pelajar terutama generasi penerus bangsa. Untuk itu kami minta kerjasamanya untuk memfilter atau kolektif dalam memberikan mata pelajaran," tegas Syaikhul Ma'arif, Sabtu (28/3).

Senada disampaikan, Ketua umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sidoarjo Gigin Anggi Zuarinsa. Ia menegaskan, untuk menangkal adanya penyebaran ISIS di Indonesia selain melakukan kerjasama dengan instansi terkait juga bisa dengan memperkuat sistem keamanan baik keamanan secara lahir maupun batin.

"Kita sangat kecolongan dengan adanya buku agama Islam yang di dalamnya terdapat paham ISIS yang tersebar di Jombang Jatim beberapa pekan lalu. Saya berharap semoga buku semacam itu tidak sampai menyebar ke seluruh Indonesia apalagi ke kabupaten Sidoarjo," harapnya.

Ditambanhkannya, PMII khususnya PMII cabang Sidoarjo berkomitmen akan mengawal Aswaja yang ada di kampus. Dirinya mengupayakan kampus-kampus di Sidoarjo memasukkan mata kuliah Aswaja sebagai mata kuliah wajib. "Di samping itu kaderisasi PMII tetap menjadi program andalan kami untuk menangkal paham-paham radikal seperti ISIS," tutupnya. (Moh Kholidun/Mahbib)

Bagikan:
IMG
IMG