IMG-LOGO
Nasional
JELANG MUKTAMAR KE-33 NU

"Kenduri Muktamar", Ajang Menyapa Masyarakat Jombang

Senin 30 Maret 2015 20:00 WIB

Surabaya, NU Online
Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama akan dilangsungkan di Jombang Jawa Timur pada awal Agustus mendatang. Sebagai upaya menyapa dan mengenalkan permusyawaratan tertinggi di NU tersebut, panitia akan mengadakan "Kenduri Muktamar." 
<>
"Kegiatan akan dipusatkan di Alun-alun kota Jombang," kata H Thoriqul Haq kepada NU Online, Senin (30/3) petang melalui telepon selulernya.

Sekretaris Panitia Daerah Jawa Timur Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama ini mengemukakan bahwa layaknya kenduri, maka kegiatan akan berlangsung secara non formal. "Ini sebagai media untuk semakin mengenalkan kegiatan Muktamar NU yang akan berlangsung di Jombang awal Agustus mendatang," kata Gus Thoriq, sapaan akrabnya.

Acara ini sekaligus menjadi pertanda bahwa koordinasi antara panitia Muktamar ke-33 NU baik di tingkat pusat, daerah hingga lokal berjalan sesuai harapan. "Memang ada kesan bahwa panitia belum melakukan koordinasi secara intensif," kata Ketua Komisi C DPRD Jatim ini. Namun hal itu bukannya tanpa alasan.

"Yang sedang kami lakukan intensitas koordinasi adalah dengan panitia di tingkat pusat dan daerah dulu," katanya. Sedangkan untuk kepanitiaan di level lokal yakni Jombang, baru akan dilakukan ketika segala permasalahan teknis berjalan sesuai harapan, lanjutnya.

Karena bagaimanapun, sukses kepanitiaan sangat bergantung kepada panitia lokal dalam hal ini di Jombang sebagai tuan rumah. Apalagi muktamar kali ini dilangsungkan  di 4 pesantren dan ditambah alon-alon. "Pasti koordinasinya akan berlangsung lebih intensif lantaran teknis pelaksanaan akan berjalan lebih ribet dan sulit," kata mantan Presiden BEM Universitas Islam Negeri Sunan Ampel ini.

Kembali kepada kegiatan Kenduri Muktamar yang dijadwalkan berlangsung awal bulan April, Gus Thoriq menandaskan bahwa sejumlah permasalahan teknis akan diurai lewat koordinasi di Jombang. "Terkait rekayasa lalu lintas yang akan mengatur kendaraan peserta, tentu harus dibicarakan secara detail," ungkap alumnus pascasarjana Universitas Malaya ini.

Apalagi selama muktamar berlangsung juga akan banyak tamu undangan yang hadir, termasuk Presiden dan Wakil Presiden RI. "Para pejabat negara seperti menteri dan kepala daerah, tentu harus dengan pengamanan lebih," ungkapnya. Juga para duta besar dari negara sahabat, tentunya turut menjadi perhatian panitia, lanjutnya.

Demikian pula akan dilakukan pengecekan terakhir terkait persiapan kelengkapan penginapan dan sidang komisi serta pleno selama muktamar berlangsung. Belum lagi panggung hiburan dan sejumlah bazar di 4 pesantren yang ada, juga alon-alon Jombang.

"Karena itu kegiatan Kenduri Muktamar mendatang sebagai media untuk kian mengintensifkan koordinasi dan komunikasi antara kepanitiaan muktamar di semua level," pungkas Gus Thoriq. (Syaifullah/Abdullah Alawi)

Bagikan:
IMG
IMG