Melanggar Lalu Lintas, Ditilang dengan Taushiyah

Jember, NU Online
Operasi Simpati 2015 yang digelar jajaran Polres Jember, Kamis  (9/4) agak unik. Kali ini polisi tidak memberikan sanksi tilang terhadap  pengendara yang terjaring razia, namun diberi sanksi lain yang lebih simpati, yaitu diberikan taushiyah oleh seorang ustadz.

Tujuannya agar pengendara yang melanggar disiplin lalu lintas itu,  bisa sadar dan tidak mengulangi perbuatannya lagi. “Kita berharap agar ustadz bisa memberikan ceramah agama kepada pengendara yang melanggar, karena  pelanggaran ini erat kaitannya dengan ajaran agama,” ujar Kapolres Jember, Sabilul Alif.

Dalam operasi  yang digelar di ruas jalan protokol kemarin, ratusan pengendara terjaring razia karena tidak  melengkapi kendaraannya dengan surat-surat yang diperlukan seperti STNK, SIM dan sebagainya. Bukan ditilang, mereka malah  digiring ke depan sebuah musholla terdekat. Di situ sudah  menunggu aparat kepolisian dan seorang ustadz, Mansur namanya. 

Sang ustadz pun langsung memberikan ‘khotbah’-nya. Di hadapan mereka, ustadz Mansur menegaskan bahwa melanggar peraturan lalu lintas, juga melanggar peraturan agama. “Itu jelas dalam  ayat al-Qur’an, supaya kita patuh kepada Allah dan rasul-Nya serta ulil amri atau para pemimpin,” ujarnya seraya menyitir ayat yang terkait dengan hal tersebut.

Ia menambahkan bahwa taat kepada pimpinan berarti juga taat kepada peraturan pemerintah. Peraturan lalu lintas itu dibuat untuk keselamatan diri sendiri dan orang lain. Karena itu, katanya, melanggar peraturan lalu lintas itu hukumnya juga melanggar ajaran agama.  “Jadi pemerintah  membuat peraturan itu sudah melalui banyak kajian. Makanya mulai sekarang ayo kita disiplin,” urainya.

Setelah mendengarkan ceramah, para pengendara itu diperbolehkan melanjutkan perjalanannya tanpa perlu susah-susah memikir soal tilang. (Aryudi A. Razaq/Fathoni)

BNI Mobile