IMG-LOGO
Nasional

Lebaran Tiga Bulan Lagi, tapi Tiket Mudik Sudah Ludes


Jumat 17 April 2015 00:37 WIB
Bagikan:
Lebaran Tiga Bulan Lagi, tapi Tiket Mudik Sudah Ludes

Jakarta, NU Online
Lebaran masih tiga bulan lagi, tapi bagi para perantau yang tinggal di Jakarta, perjuangan untuk mendapatkan tiket kereta api agar bisa pulang sudah harus dilakukan hari-hari ini. Jika tidak bisa-bisa momen indah bisa berkumpul dengan keluarga di kampung halaman bisa batal.
<>
Tiket kereta api yang bisa dibeli tiga bulan sebelumnya menjadi banyak incaran calon pemudik. Ketepatan waktu dan harga yang relatif terjangkau menjadi alasan utama memilih moda transportasi ini. Untuk itu, calon pemudik harus rela begadang menunggu pukul 00.00 saat penjualan tiket kereta ke semua jurusan dimulai. Sayangnya, hanya dalam waktu tak lebih dari 10 menit, tiket-tiket tersebut sudah ludes.

NU Online dalam tiga hari terakhir, 13, 14, dan 15 April yang mencoba ikut berburu tiket lebaran selalu gagal mendapatkan tiket impian. Ketika jam sudah menunjukkan pukul 00.00 website PT KAI atau atau website milik mitra PT KAI yang melakukan penjualan online selalu gagal diakses karena terlalu banyak orang yang mencoba masuk dalam waktu yang bersamaan. Saat jam sudah menunjukkan pukul 00.10 website sudah mulai bisa diakses, tetapi sebagian besar tiket sudah ludes, tinggal tersisa beberapa tiket untuk kelas eksekutif yang harganya relatif mahal untuk kebanyakan orang. 

Begitu pula, mitra penjualan PT KAI seperti Indomart, Alfamart, dan Alfamidi yang beberapa malam terakhir ini selalu diantri calon pembeli tiket seringkali juga error pada jam-jam tersebut. 

Salah seorang calon pembeli tiket, Ahmad yang berburu tiket ke Yogyakarta mengeluh, pada Lebaran tahun lalu, Jakarta-Yogyakarta harus ditempuhnya dalam waktu dua hari. Karena itu, ia kapok naik bis dan berusaha mendapatkan tiket kereta. Untungnya, dua tiket yang diimpikannya berhasil dibeli buat di dan istrinya untuk keberangkatan tanggal 13 Juli 2015.

Di Alfamart jl Raden Saleh Jakarta Pusat yang buka 24 jam juga menjadi incaran calon pembeli tiket. Saat NU Online berkunjung ke toko tersebut pada Rabu dini hari, 15 April, sudah terdapat sekitar 10 orang yang mengantri, tetapi mereka terpaksa bubar karena komputer di toko tersebut tidak dapat mengakses pusat data penjualan milik PT KAI. Hal yang sama juga terjadi di Alfamidi dan 7-Eleven di jl Kramat Raya, tak jauh dari gedung PBNU. 

Pelayanan kereta api di Indonesia belakangan ini mengalami perbaikan. Jika dulu orang harus berdesak-desakan saat naik kereta api. Kini penjualan tiket hanya dibatasi sesuai dengan kapasitas tempat duduk yang tersedia. Semua rangkaian kereta juga sudah diberi pendingin udara. Para pedagang asongan juga dilarang masuk ke stasiun. Kondisi inilah yang membuat minat masyarakat naik kereta api meningkat pesat, bukan hanya pada musim lebaran. 

Bagi yang menginginkan mudik gratis, PBNU dalam beberapa tahun ini secara rutin menyediakan mudik gratis dengan menggunakan bis. Informasi lengkap umumnya disediakan pada awal Ramadhan. (mukafi niam) 

Bagikan:
IMG
IMG