IMG-LOGO
Trending Now:
Daerah

Biaya Haji Turun, Prioritas untuk Jamaah Perdana dan Lansia

Jumat 24 April 2015 14:0 WIB
Bagikan:
Biaya Haji Turun, Prioritas untuk Jamaah Perdana dan Lansia

Probolinggo, NU Online
Sebuah keputusan penting ditetapkan pada Rapat Kerja antara Komisi VIII DPR RI dengan Kementerian Agama (Kemenag) RI, Rabu (22/4) malam. Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun ini resmi ditetapkan sebesar Rp. 33.962.500, dengan asumsi nilai tukar USD 1 setara Rp. 12.500.
<>
Nominal itu jauh lebih rendah dibandingkan dengan BPIH tahun 2014 yang menilai USD 3.219 per jamaah. Jadi, BPIH tahun ini mengalami penurunan hingga USD 502. “Tahun ini BPIH senilai USD 2.717,” ujar anggota Komisi VIII DPR RI H Hasan Aminuddin, Kamis (23/4).

Keberangkatan para jamaah haji memang dijadwalkan sekitar 5 bulan lagi. Namun, karena BPIH sudah ditetapkan, Hasan menyarankan pelunasan BPIH dilakukan Keputusan Presiden (Keppres) RI turun. “Sudah bisa dimulai memproses pelunasan sejak saat ini,” katanya.

Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo ini menegaskan bahwa Komisi VIII DPR RI terus mendorong pemerintah untuk menetapkan BPIH secara proporsional. Selain itu, BPIH yang dibayar jamaah harus menutup beragam kebutuhan selama pelaksanaan ibadah haji.

“Meski sekarang BPIH turun, pelayanan tetap harus diutamakan. Komisi VIII menitikberatkan pada kepentingan masyarakat calon jamaah,” jelas mantan Bupati Probolinggo ini.

Hal lain yang disepakati adalah pembatasan setiap warga Negara untuk berangkat haji. “Haji cukup satu kali. Mulai tahun depan, yang diprioritaskan adalah calon jamaah yang belum pernah menunaikan ibadah haji serta calon jamaah lansia,” tegasnya.

Terkait keberangkatan tahun ini, Hasan juga memastikan pesawat Garuda sebagai maskapai haji akan berangkat langsung ke Madinah. “Pulang juga langsung dari Madinah,” katanya.

Pemerintah juga menetapkan 6 pemondokan di Mekkah. Terdiri dari Raudlah, Jarwal, Mahbas Jin, Misfalah, Syisyah dan Aziziyah. Sementara pemondokan di Madinah ditempatkan di kawasan Markaziyah. “Tahun ini pemondokan lebih ramping dan akan memudahkan para jamaah,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Bagikan:
Jumat 24 April 2015 22:3 WIB
Hj Iis Pimpin Muslimat NU Subang Ke Depan
Hj Iis Pimpin Muslimat NU Subang Ke Depan

Subang, NU Online
Konferensi cabang Muslimat NU Subang mengamanahkan Hj Iis Mamah Salamah sebagai pemimpin mereka untuk lima tahun ke depan. Mayoritas pengurus anak cabang Muslimat NU di Subang menaruh kepercayaan kepadanya untuk memandu gerakan perempuan Aswaja NU di Subang.
<>
"Ini merupakan amanah yang harus ditanggung bersama. Namun, ketika kita diamanahkan mengemban tanggung jawab ini, tak ada kata ‘tak siap’," ujar Hj Iis saat ditemui usai pelaksanakaan konferensi di Gedung PCNU Subang, Kamis (23/4).

Dalam menjalankan tanggung jawab, pihaknya bertekad menjalankan organisasi sesuai dengan visi misi sesuai dengan Ad/ART Muslimat NU yang merupakan organisasi sayap NU di kalangan ibu-ibu. Ia berjanji akan mengutamakan kegiatan yang berbasis pengabdian diri kepada masyarakat.

"Yang jelas, Muslimat NU ke depan akan semakin dicintai dan dikenal oleh masyarakat. Karena, dengan berbagai persoalan yang ada khususnya di Subang, Muslimat NU akan hadir memberikan pengabdiannya melalui kegiatan yang bermanfaat," katanya.

Hal yang lebih penting, kata Hj Iis, seiring dengan program yang dilakukan organisasi induknya, Nahdlatul Ulama, Muslimat NU akan mengedepankan dan mempertahankan nilai-nilai kebangsaan sesuai ajaran Islam Aswaja.

"Karena NU hadir di tengah-tengah kehidupan bangsa yang majemuk ini. Begitupun Muslimat NU, kami siap mengawal cita-cita perjuangan Bangsa Indonesia. Karena bagi kami, Pancasila harga mati," kata Hj Iis yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua PAC Muslimat NU Pabuaran tersebut.

Sementara, Ketua Muslimat NU Jawa Barat Hj Ella Giri Komala yang memimpin sidang konferensi mengapresiasi pemilihan pimpinan Muslimat NU secara demokratis.

"Pergantian kepengurusan Muslimat NU Subang ini harus bisa melanjutkan program kepengurusan sebelumnya, di samping harus memiliki program yang lebih baik dari sebelumnya," kata Hj Ella. (Ade/Alhafiz K)

Jumat 24 April 2015 21:4 WIB
Berbarengan Ujian MI, Porsema NU IX Jateng Diundur
Berbarengan Ujian MI, Porsema NU IX Jateng Diundur

Kudus, NU Online
Panitia Pekan Olahraga Seni Ma'arif Nahdlatul Ulama (Porsema NU) IX dan Olympiade Sains dan Ke-NUan (OSNU) tingkat Jawa Tengah menggeser jadwal pelaksanaan acara menjadi Kamis-Ahad (28-31/5). Pengunduran pelaksanaan Porsema NU dari jadwal semula pada Rabu-Jumat (20-23/5)  lebih karena bertepatan dengan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) Madrasah Ibtidaiyah.
<>
Demikian disampaikan Ketua LP Ma'arif NU Kudus Ali Asyhari dalam rapat persiapan kontingen Kudus menghadapi Porsema Jateng di Kantor NU setempat, Kamis (23/4).

"Pengunduran ini berdasarkan pemberitahuan panitia wilayah Porsema NU IX saat rakerwil Ma'arif se-Korda karesidenan Pati di Kudus (18/4) lalu. Soal tempat kegiatannya masih di kabupaten Kebumen," katanya.

Menurut Ali Asyhari, pengunduran ini tidak akan mempengaruhi kesiapan kontingen Kudus untuk mempertahankan juara umum yang ketiga kalinya dalam Porsema NU IX di Kebumen nanti. "Oleh karena itu, kami mohon semua ofisial dan pelatih harus sungguh-sungguh membina atau melatih atletnya baik di cabang olah raga maupun seni dan olimpiade. Ini untuk mewujudkan target mempertahankan piala juara umum," kata Ali.

Ketua Kontingen Kudus Slamet Rahardjo menambahkan, beberapa kontingen daerah lain dalam pertemuan Korda se karisedenan pati sudah menyatakan siap mengikuti Porsema dengan tekad yang sama meraih juara. Bahkan, menurut informasi dari Ma'arif Jateng, dua kontingen Magelang dan Brebes siap merebut juara umum dari Kudus.

"Kendati itu menjadi tantangan Kudus dalam mempertahankan juara umum, namun kita jangan gentar dan tetap optimis membawa piala juara umum milik Kudus," tegasnya memotivasi  semua oficial tim.

Dalam persiapan menuju porsema di Kebumen ini, kontingen telah melakukan gemblengan pembinaan maupun pembinanan atlitnya sejak bulan Maret lalu. "Kita akan mengirimkan 124 atlet dari tingkat MI, MTs, dan MA dan 50 official. Kita siap mengikuti semua lomba."tegas Slamet kepada NU Online.

Kegiatan Porsema dan OSNU  yang diagendakan dua tahunan ini, mempertandingkan cabang olah raga Bola Voly, Lari Sprint 100 M/60 M, Tenis Meja beregu. Bulu Tangkis dan Pencak silat tanding. Untuk Cabang seni melombakan  MTQ, Kaligrafi, Puisi Relegi, Pidato Indonesia/ Arab/Inggris/Jawa, Debat  Bahasa Ingris/Arab dan Reportase kegiatan

Sedangkan OSK terdiri Olimiade Biologi, Fisika, Kimia, IPA, Matematika, Ke NU an, LKS , LKIR dan film Pendek. Beberapa cabang olah raga,seni dan OSK ini terbagi untuk kategori tingkat MI/SD, MTs/SMP dan MA/SMA/SMK. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Jumat 24 April 2015 20:2 WIB
KH Yusuf Chudlori: Santri Sudah Punya Syarat Jadi Pengusaha Sukses
KH Yusuf Chudlori: Santri Sudah Punya Syarat Jadi Pengusaha Sukses

Magelang, NU Online
Banyak pengusaha yang bangkrut, karena mereka sombong dan lupa kepada Allah. Menjadi pengusaha itu harus ikhlas. Ikhlas ketika mengalami kebangkrutan. Kita hanya berusaha dan berdoa, sedangkan hasilnya itu Allah yang menentukan.<>

Hal itu disampaikan Pengasuh Pesantren Enterpreneur (Partner) KH Yusuf Chudori (Gus Yusuf) saat memberikan sambutan Pelatihan santri enterpreneur angkatan ke-13 di Aula Pesantren Enterpreneur, Jl Raya Magelang-Purworejo, Sidoagung, Meteseh, Tempuran, Magelang, Kamis (23/4) malam.

Gus Yusuf melanjutkan, di pesantren ini para santri dididik untuk dapat menjadi seorang pengusaha yang mandiri. Pesantren ini juga dapat dibilang khusus, karena yang dapat menjadi peserta didik di pesantren ini adalah harus santri, alias pernah menjadi santri di salah satu pesantren manapun.

“Santri secara kultural sudah punya syarat menjadi pengusaha sukses. Konsistensi atau dalam bahasa pesantren disebut istiqomah.  Selain itu, sikap kemandirian,” lanjut putra almarhum KH Chudlari Tegalrejo ini.

Apa yang dilakukan Gus yusuf itu terinspirasi dari Prasasti almarhum Kiai Chudlori yang berbunyi, “Sholaahu al-ma’isyah min sholaahu al-din, wa sholaah al-din min sholaahu al-ma’isyah” (Kebaikan ekonomi itu terdapat pada kebaikan agama, demikian pula kebaikan agama terdapat pada kebaikan ekonomi).

“Sebetulnya Kiai Chudlori sudah menyiapkan santri-santri itu tidak hanya tafaqahu fiddin, tapi juga kemampuan bersaing di dunia luar. Di samping berbekal keilmuan agama, santri juga harus  punya kemampuan bersaing dari sisi ekonomi,” tuturnya.

Santri Enterpreneur angkatan ke-13 ini ada sekitar 30 orang selama 15 hari. Peserta terdiri dari berbagai daerah, salah satu peserta dari luar Jawa ada yang dari Lampung. Mereka dilatih oleh para mentor yang juga sebagai pengusaha. Mereka tidak hanya diberikan materi tapi juga langsung praktik menjadi pengusaha sukses. (Suhendra/Fathoni)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG