IMG-LOGO
Nasional

Mensos: Setuju Lokalisasi Berarti Pembenaran Perbudakan

Sabtu 25 April 2015 23:1 WIB
Bagikan:
Mensos: Setuju Lokalisasi Berarti Pembenaran Perbudakan

Jakarta, NU Online
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, bahwa jika ada yang setuju prostitusi dengan membuat lokalisasi maka berarti sebagai sebuah pembenaran terhadap perbudakan.
<>
"Kalau setuju dengan lokalisasi berarti kita kembali memberikan pembenaran terhadap proses perbudakan sendiri," kata Mensos usai Rakornas Penanganan Gelandangan, Pengemis dan Eks WTS, di Jakarta, Jumat.

Dia menegaskan bahwa dalam prostitusi itu ada perbudakan dan eksploitasi seksual maupun ekonomi serta perdagangan manusia.

"Saya ingin mengajak bahwa ada proses yang dianggap sebagai sesuatu yang didekriminalisasi atau dianggap tidak kriminal terhadap prostitusi," kata Khofifah.

Menurut dia, kalau pada prostitusi itu ada perbudakan, ada perdagangan manusia mestinya ini adalah sebuah tindak kriminal dan kejahatan.

"Jadi persepsi yang ingin saya sampaikan adalah maka ini sebetulnya adalah sesuatu yang mestinya masuk kategori kriminal, kejahatan," tambah dia.

Kemensos berharap bisa segera dimasukkan dalam prioritas prolegnas 2016 tentang RUU kekerasan seksual.

Hal itu disampaikan Mensos terkait adanya gagasan dari Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama agar melegalkan lokalisasi di Jakarta.

"Saya kira perlu diskusi dengan bapak Gubernur. Kalau kita sampaikan dengan pertimbangan rasional saya rasa beliau juga akan menerima pertimbangan itu," ujar Khofifah. (antara/mukafi niam)

Bagikan:
Sabtu 25 April 2015 18:1 WIB
Mensos: Gus Dur Berpeluang Jadi Pahlawan Nasional
Mensos: Gus Dur Berpeluang Jadi Pahlawan Nasional

Jakarta, NU Online
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan tokoh pluralisme yang juga Presiden ke-4 Republik Indonesia KH Abdurrahman Wahid atau biasa disapa Gus Dur berpeluang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.
<>
"Pengusulan Gus Dur sudah selesai di tim peneliti, Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) tinggal melanjutkan ke dewan gelar," kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di Jakarta, Sabtu.

Lebih lanjut Mensos mengatakan, pengajuan ke dewan gelar akan dimulai pada Mei mendatang. Sementara proses penganugerah dilakukan menjelang 10 November bertepatan dengan Hari Pahlawan.

Khofifah menegaskan, peluang Gus Dur mendapat gelar Pahlawan Nasional jangan dikaitkan dengan jabatannya sebagai Menteri Sosial.

"Tidak usah dikait-kaitkan dengan Khofifah, karena ini sudah selesai pada kementerian yang lalu," tegasnya. 

Khofifah adalah salah seorang santri Gus Dur yang juga politisi serta aktivis perempuan yang mengetuai Muslimat Nahdlatul Ulama (NU).

Dewan gelar  diketuai oleh Menkopolhukam sementara sekretaris juga dari pihak militer.

Khofifah mengatakan, saya ini usulan yang masuk untuk Pahlawan Nasional cukup banyak dan ada beberapa yang di proses di TP2GP ke dewan gelar seperti usulan dari Banten dan Jawa Barat. (antara/mukafi niam)

Sabtu 25 April 2015 11:8 WIB
Kang Said: Menjadi Moderat Itu Berat
Kang Said: Menjadi Moderat Itu Berat

Jakarta, NU Online
Menjadi organisasi yang berpaham moderat (tawasuth) seperti Ahlussunnah wal Jamaah tidak mudah lantaran ia dihadapkan pada dua kutub tantangan antara ekstrem kanan dan ekstrem kiri. Tawasuth memperlukan modal keilmuan yang mendalam.
<>
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan hal itu pada peringatan hari lahir ke-81 Gerakan Pemuda Ansor, Jumat (24/4) malam, di halaman kantor Pimpinan Pusat GP Ansor, Jakarta.

“Memoderasi pemikiran Islam itu yang berat karena membutuhkan ilmu, hujjah, argumentasi, dan aktualisasi terus menerus ila yaumil qiyamah,” katanya.

Kiai yang akrab disapa Kang Said ini lalu menjelaskan jerih payah para ulama Ahlussunah wal Jamaah terdahulu seperti Imam Hasan al-Basri, Imam Abu Hasan al-Asy’ari, Imam Abu Mansur al-Maturidzi, Imam Syafi'i, Imam al-Ghazali, dan lainnya, dalam membangun peradaban Islam. Mereka berjuang mengambil jalan lain di tengah hiruk pikuk politik umat Islam waktu itu dengan menekuni keilmuan.

Berkat jasa mereka, menurutnya, umat Islam kini mewarisi disiplin keilmuan yang kaya. sikap tasawuth mereka di bidang aqidah melahirkan ilmu kalam, di bidang syariat membuahkan ushul fiqh, dan di bidang spiritual melahirkan ilmu tasawuf.

“Sikap tawasuth NU harus kita jaga. Caranya dengan mendalami ilmu. Islam bukan hanya syariat dan aqidah saja, tapi juga tentang akhlak, keilmuan, dan peradaban,” tuturnya di hadapan ratusan kader GP Ansor yang datang dari Jabodetabek.

Hadir pula dalam kesempatan itu mantan ibu negara Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Ketua Umum PP GP Ansor Nusron Wahid, Rais Syuriah PBNU KH Saifuddin Amsir dan KH Masdar Farid Mas’udi, Sekjen PBNU H Marsudi Syuhud, dan Ketua Lembaga Ta’mir Masjid NU (LTMNU) KH Abdul Manan A Ghani, dan sejumlah pejabat pemerintah. (Mahbib)

Sabtu 25 April 2015 8:0 WIB
JELANG MUKTAMAR KE-33 NU
Ribuan Warga Miskin Ikuti Operasi Katarak LKKNU Jatim
Ribuan Warga Miskin Ikuti Operasi Katarak LKKNU Jatim

Jombang, NU Online
Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Jawa Timur menyelenggarakan operasi katarak gratis bagi warga miskin. Aksi bakti sosial yang digelar dalam rangka Pra-Muktamar Ke-33 NU ini diikuti 1200 warga dari berbagai daerah di Jawa Timur.
<>
"Alhamdulillah dari target 1000 pasien yang bakal dioperasi katarak ternyata yang mendaftar telah mencapai 2000 orang lebih," ujar dr Zulfikar As'ad, Direktur RS Unipdu Medika, bersama Ketua LKKNU Jatim Zahrul Azhar, Kamis (23/4) kemarin.

Zahrul Azhar menuturkan, kegiatan operasi katarak yang dilakukan di RS Unipdu Medika merupakan hasil kerja sama dengan berbagai pihak, di antaranya LSPT Tebuireng INTI, A New Vision Singapura, RTV, dan melibatkan TNI dan Polri.

"Biayanya gratis untuk pasien, kalau diuangkan bisa mencapai Rp 1 Miliar lebih karena untuk satu operasi bisa sampai Rp 15 juta untuk setiap orang," jelasnya seraya mengatakan, karena banyaknya pasien, operasi akan digelar selama 5 hari.

Ketua PWNU Jatim KH Mutawakkil Alallah mengatakan bahwa apa yang dialkukan LKKNU sejatinya adalah bagian dari ikhtiar NU sejak 93 tahun yang lalu. “Kehadiran NU di tengah tengah masyarakat salah satunya adalah menyelesaikan masalah masyarakat dengan tuntunan agama," tuturnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf mengatakan, dengan banyaknya paisen yang mengikuti operasi katarak ini berarti masih  ada persoalan kesehatan mata di tengah masyarakat kita. “Ini perlu mendapatkan perhatian semua pihak, untuk ikut berbuat membantu mereka yang menderita katarak," ujar Gus Ipul, sapaan akrabnya.

Pemerintah Jatim, lanjut Gus Ipul, sangat berterima kasih telah dibantu menyelesaikan persoalan katarak yang masih dialami masyarakat . "Kita berharap banyak pihak juga ikut melakukan hal yang sama menggelar operasi katarak seperti yang dilakukan di RS Unipdu Medika Pesantren Rejoso ini," tandas mantan ketua umum PP GP Ansor ini. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)


Foto: Saifullah Yusuf menyapa warga yang usai mengikuti operasi katarak gratis di RS Unipdu Medika

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG