LP Ma'arif NU Jateng Canangkan Gerakan Rp.1000 Kemandirian

LP Ma'arif NU Jateng Canangkan Gerakan Rp.1000 Kemandirian

Kudus, NU Online
Pengurus LP Ma'arif NU Jawa Tengah tengah merintis kemandirian organisasi demi meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan NU. Lewat gerakan RP. 1.000 per bulan yang ditarik dari pelajar Ma’arif, organisasi pendidikan NU ini mencoba melepas ketergantungan terhadap pihak lain.
<>
Demikian disampaikan Ketua LP Ma'arif NU Jateng H Agus Hadi Sofwan saat menghadiri peresmian Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama plus Ketrampilan Raudlatus Shibyan di desa Peganjaran, Bae, Kudus, Selasa (28/4).

Agus mengatakan, gerakan seribu rupiah ini masih terus disosialisasikan ke seluruh cabang Ma'arif di Jawa Tengah sehingga terwujud pemahaman yang sama. Dalam praktiknya nanti, setiap siswa Ma'arif diminta iuran 1000 rupiah per bulan kemudian dikumpulkan dan dikelola Ma'arif untuk kepentingan pendidikan di lingkungan NU.

"Seribu rupiah bila sendirian tidak ada artinya apa-apa. Tetapi dikumpulkan seprovinsi Jateng akan membawa manfaat luar biasa jika dikelola dengan baik," ujarnya.

Saat ini, kata ia, Ma'arif NU Jateng memiliki kuantitas yang berjumlah sekitar lebih dari 1 juta siswa. Secara ekonomi, jumlah sebesar ini akan menjadi potensi luar biasa guna membangun kemandirian lembaga Ma'arif NU sehingga tidak bergantung orang lain.

"Jika dihitung 1 juta siswa dikalikan Rp 1.000 akan terkumpul 1 Milyar setiap bulannya. Dari dana yang terkumpul ini bisa untuk memajukan pendidikan termasuk membiayai operasional siswa seperti kebutuhan seragam maupun buku pelajaran," imbuh Agus Hadi.

Upaya kemandirian ekonomi lainnya, Ma'arif NU Jateng sudah menjalankan pengadaan seragam batik Ma'arif yang hingga kini sudah mencapai ratusan ribu yard yang terjual.

"Hasilnya untuk membiayai kegiatan- kegiatan organisasi (Ma'arif) secara mandiri, tanpa meminta-minta kepada orang lain," tandasnya. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

BNI Mobile