Said Aqil: NU Miliki Potensi Besar Ubah Tatanan Politik

Garut, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siroj membuka dan menghadiri Palantikan Pengurus Cabang Nadhlatul Ulama Kabupaten Garut di Alun-alun Garut Jumat (08/05). Pelantikan yang dihadiri puluhan ribu warga Nahdilyin tersebut berlangsung meriah.
<>
Dalam sambutannya, ia mengatakan PCNU Garut memiliki banyak potensi yang harus digarap. 

"Kita memang bukan partai politik tapi kita memiliki potensi yang sangat besar untuk merubah dan mengawasi tatanan politik," katanya.

Said Aqil yang secara langsung menyaksikan pelantikan tersebut mengatakan bahwa NU di Garut banyak memberikan kontribusi pada dunia pendidikan dan agama. Menurutnya dengan disegarkanya kembali NU Garut diharapkan banyak memberikan kontribusi-kontribusi besar.

Tidak hanya itu, Ketum NU tersebut juga memberikan dukungan penuh pada pemerintah yang akan mengeksekusi narapindana narkoba. Menurutnya pemerintah tidak perlu banyak pertimbangan untuk mengeksekusi mati para terpidana gembong narkotika tersebut.

"Mereka itu dengan sengaja membuat dan mengedarkan barang haram tersebut untuk merusak gernasi muda kita," katanya usai melakukan pelantikan.

Alumni pesantren Lirboyo Kediri ini mengatakan hukuman bagi orang yang merusak tatanan masyarakat adalah harus dihukum mati. 

"Bukan para pengguna yang menjadi korban dari para pengedar, tapi para pengedar harus di hukum mati," tegasnya.

Ceng Mujib, ketua panitia palantikan NU Garut mendukung penuh wacana yang digulirkan oleh ketua umum PBNU tersebut. Pihaknya selalu bekerjasama dengan pemkab Garut dalam memberantas kemaksiatan terutama narkoba.

"Ini akan jadi salah satu program kami ke depan agar kita bisa terbebas dari narkotika," katanya.

Menurutnya Garut belum bebas dari narkotika, setidaknya dengan membulatkan tekad memerangi narkotika menjadi semangat satu untuk memberantas narkotika. 

"Memang sulit untuk memrangi narkotika tapi kita akan terus berupaya untuk memerangi narkotika," tegasnya. (rul/mukafi niam)

BNI Mobile