IMG-LOGO
Daerah

Fatayat Bojonegoro Juarai Lomba Desainer Gaun Berbahan Batik

Ahad 17 Mei 2015 11:1 WIB
Bagikan:
Fatayat Bojonegoro Juarai Lomba Desainer Gaun Berbahan Batik

Bojonegoro, NU Online
Pimpinan Cabang Fatayat NU Bojonegoro, Jawa Timur, berhasil mengukir prestasi di ajang lomba Fatayat NU Jawa Timur, yang digelar di gedung Pengurus Wilayah (PW) NU Jawa Timur, Surabaya, Sabtu (16/5) malam. Para kader perempuan Bojonegoro sukses menjuarai desainer pakaian pesta berbahan kain batik.
<>
Perlombaan tersebut diikuti seluruh pengurus PC Fatayat NU se-Jawa Timur, yang datang dari sekitar 44 kabupaten/kota. Kegiatan tersebut dibuka langsung Ketua PW Fatayat NU Jawa Timur Hikmah Bafaqih.

"Awalnya tidak menyangka, kalau Fatayat NU Bojonegoro meraih juara di ajang desainer pakaian pesta berbahan batik. Pasalnya peserta lainnya juga bagus-bagus," ujar Sekretaris PC Fatayat NU Bojonegoro Sulistyowati.

Di depan dewan juri profesional, Nurisshikah, sang desainer asal Kecamatan Kepohbaru, menyatakan tema 'Ratu Jati', sebagai representasi kualitas jati di Kabupeten Bojonegoro yang terkenal itu.

Berangkat dari inspirasi jati ini, sang desainer lalu menuangkannya lewat karya desain baju 'Batik Jenogoroan' motif daun jati. Hasilnya, ketua PC Fatayat NU Bojonegoro, Hj Ifa Khoiria Ningrum, mengangkat tropi juara di depan ratusan peserta yang hadir.

"Dengan diperolehnya prestasi ini, berharap dapat mengangkat produk batik Jenogoroan kepasar lebih luas. Serta memberi manfaat kepada masyarakat Bojonegoro, secara menyeluruh," pungkasnya. (M. Yazid/Mahbib)

Bagikan:
Ahad 17 Mei 2015 22:0 WIB
PMII IAIN Cirebon Gelar Pelatihan Administrasi
PMII IAIN Cirebon Gelar Pelatihan Administrasi

Cirebon, NU Online
Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar Pelatihan Administrasi untuk anggota dan kader PMII di Aula Perpustakaan ISIF Cirebon, Jum’at (15/5) pagi hingga sore. <>

Acara ini dihadiri puluhan anggota dan kader perwakilan dari setiap Rayon yaitu Rayon Pelangi Tarbiyah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Rayon El Farouk Fakultas Syariah, dan Rayon Annahdloh fakultas Adab dan Ushuluddin IAIN SNJ Cirebon.

Subhan Ibrahim, Ketua Pelaksana (OC), mengatakan dengan adanya pelatihan bertujuan agar sahabat-sahabati mampu dalam mengelola organisasi khususnya administrasi organisasi. 

“Pelatihan ini digelar sebagai wujud ikhtiar kita dalam menunjukkan bahwa PMII mampu tertib administrasi. PMII organisasi besar sudah saatnya rapi dalam administrasi,” kata Subhan yang juga sekretaris PK PMII IAIN Cirebon.

Ia menambahkan pelatihan ini diisi dengan materi-materi keadministrasian. “Materinya terdiri dari teknik persuratan organisasi dan teknik mengelola data organisasi disampaikan oleh Asep Rizki Padhilah (sekretaris umum PC PMII Cirebon), teknik membuat proposal dan TOR yang baik dan benar oleh Ayub Al Ansori (ketua 1 PC PMII Cirebon), juga teknik mengelola keuangan organisasi oleh Cut Febi Pidiah Rizky (bendahara KOPRI Cirebon),” jelas Subhan.

Sedangkan Safruddin, Ketua PK PMII IAIN Syekh Nurjati Cirebon menyampaikan bahwa PMII harus mampu mengelola organisasi dengan baik. 

“PMII hari ini harus mampu bersaing dengan organisasi mahasiswa lainnya. Kita jangan kalah dari segi apapun, termasuk soal administrasi. Kita kadang bingung dalam hal tertib administrasi, dengan pelatihan ini kita tunjukkan bahwa PMII mampu tertib administrasi. Rapi, baik dan benar dalam mengelola organisasi,” ungkap Addin, sapaan akrab Safruddin.

Pelatihan Administrasi ini didukung dan diapresiasi penuh oleh Ketua PC PMII Cirebon, M. Yazidul Ulum, ia juga mengingatkan bahwa sebagai pengurus, kader dan anggota PMII akan dituntut di akhirat sebagai pertanggungjawaban organisasi. 

“Jika dalam mengelola dan membangun PMII dengan benar kita akan mendapat kebaikan. Namun jika kita mengelola dan membangun PMII asal-asalan maka akan dipertanggungjawabkan di akhirat. PMII adalah organisasi yang mengikat kita dunia dan akhirat,” tandas Yazid.  (uub ayub/mukafi niam)  

Ahad 17 Mei 2015 21:1 WIB
LTN NU Pringsewu Targetkan Penerbitan Buku Fadhilah Ramadhan dan Kartanu
LTN NU Pringsewu Targetkan Penerbitan Buku Fadhilah Ramadhan dan Kartanu

Pringsewu, NU Online
Lajnah Ta'lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) Kabupaten Pringsewu sebagai bagian dari Jamiyyah NU yang menangani bidang penulisan, penterjemahan dan penerbitan serta media informasi ala Ahlussunnah wal Jamaah, resmi terbentuk kepengurusannya. Diantara program yang akan dilaksanakan adalah penerbitan buku fadhilah Ramadhan dan kartu anggota NU (Kartanu).<>

Melalui surat Keputusan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Pringsewu  No. 16/PC.013/II.A.1/2015 tertanggal 24 Rajab 1436 H/ 13 Mei 2015 mengamanatkan kepada Drs. M. Musta,'in,  S.Pd,  M.Ag untuk menahkodai LTNNU sebagai ketua dan Muhammad Mustanir, S.Pd sebagai sekretaris.

Sekretaris LTNNU Pringsewu Mustanir mengatakan bahwa segenap Kepengurusan LTN NU siap berkhidmah untuk Jamiyyah dan Jamaah. Bentuk khidmah tersebut adalah dengan langsung melaksanakan program kerja yang sudah tersusun. "Kita langsung tancap gas untuk melaksanakan program prioritas," terangnya.

Menurutnya, salah satu program prioritas yang akan dilaksanakan adalah penerbitan buku tentang pernak pernik Ramadhan mulai fadhilah bulan Ramadhan, puasa,  tarawih dan bagaimana mengoptimalisasikan bulan Ramadhan yang sebentar lagi akan tiba.

Program lain yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat adalah penerbitan Kartanu (Kartu anggota NU) dimana nanti seluruh warga NU Pringsewu akan memiliki kartu identitas warga NU. Penerbitan Kartanu ini juga merupakan salah satu bentuk upaya untuk pendataan warga NU, sehingga PCNU Pringsewu akan memiliki data base warga NU Kabupaten Pringsewu.

Sementara itu Ustadz Munawwir, Katib Syuriyah PCNU Pringsewu mengatakan bahwa kepengurusan LTNNU yang telah terbentuk merupakan hasil keputusan Musyawarah Kerja Cabang PCNU Pringsewu yang telah digelar berbarengan dengan Pelantikan Pengurus PCNU masa khidmah 2014-2019.

Munawwir mengatakan bahwa LTNNU berperan sangat krusial di era informasi seperti sekarang ini. Informasi media yang begitu cepat, khususnya di bidang keagamaan perlu disikapi oleh Jamiyyah NU agar warga tidak mengalami kebingungan. Kebingungan tersebut sudah mulai banyak muncul di tengah masyarkat akibat propaganda dari berbagai macam aliran Islam baru yang muncul.

"Kita harus bentengi warga dan memberikan pencerahan agar tidak gampang terpengaruh dengan hal tersebut dan ini adalah salah satu tugas dari LTN NU," tegasnya. (muhammad faizin/mukafi niam)

Ahad 17 Mei 2015 20:6 WIB
PMII Pontianak Dukung Program Transmigrasi
PMII Pontianak Dukung Program Transmigrasi

Pontianak, NU Online
Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) merupakan salah satu wilayah yang akan dijadikan lokasi dari program transmigransi yang dicanangkan oleh pemerintahan Jokowi-JK melalui Kementerian Desa.
<>
Kalbar yang memiliki luas wilayah 146.807 km² dengan populasi penduduk 4,3 juta jiwa dinilai layak oleh Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Pontianak untuk dijadikan tempat penduduk transmigran, mengingat banyak daerah di Kalbar yang belum dikelola secara produktif. 

"Saya pikir ini adalah program yang bagus, Kalbar adalah wilayah yang luas dan masih banyak wilayah-wilayah yang belum dikelola secara produktif, siapa tahu dengan hadirnya transmigran ini, wilayah Kalbar lebih maju dan produktif baik dalam bidang pertanian maupun ekonominya," terang Irham Mardika.

Kalbar dihuni tidak kurang dari 7 etnik dan 2 etnik diantarnya memiliki populasi besar harus bisa menjadi cermin kehidupan berbangsa dan bernegara yang harmonis dalam keberagaman, terlebih Indonesia merupakan negara yang multikultural.

"Indonesia adalah negara yang majemuk jadi tidak ada persoalan mengenai suku-suku tertentu di wilayah tertentu selama kita bisa hidup secara harmonis saya fikir ini bukan masalah, persoalannya adalah bagaimana sekarang ini kita menanamkan rasa nasionalisme dan persaudaraan sesama anak bangsa," lanjut Irham.

Disinggung mengenai isu penolakan masyarakat kalbar terhadap transmigran, Irham menjelaskan bahwa itu terlalu berlebihan, karena menurutnya program tersebut merupakan progran yang bagus untuk terus meningkatkan pembangunan di Kalbar secara produktif.

"Menurut hemat saya ini terlalu berlebihan, dan saya pikir ini bukan dari masyarakat Kalbar, hanya oknom tertentu saja yang menginginkan program ini tak terjadi di Kalbar, saya yakin masyarakat akan menerima jika program ini direalisasikan dan bisa bersama-sama membangun Kalbar secara lebih produktif," tutup Irham.(khairul mulyadi/mukafi niam)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG