Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Pelajar Way Kanan Ikuti Persiapan Ujian Masuk PTN di Pesantren

Pelajar Way Kanan Ikuti Persiapan Ujian Masuk PTN di Pesantren

Way Kanan, NU Online
Para pelajar di Kabupaten Way Kanan Lampung yang mengikuti Pesantren Kilat Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (Sanlat BPUN) 2015 untuk bias masuk perguruan tinggi negeri idaman di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an km 5 Kelurahan dan Kecamatan Blambangan. Kegiatan ini merupakan program dari Yayasan Mata Air.
<>
"Kalau saya menjadi kedelai, saya akan menjalaninya tanpa kenal menyerah, tidak akan putus asa karena manusia sukses itu bukan berarti tidak jatuh, dia mampu bangkit dari suatu keterpurukan," ujar pelajar SMAN 1 Blambangan Umpu, Diduri Sri Faridah menjawab kuisioner panitia, di Blambangan Umpu, Ahad.

Panitia Sanlat BPUN Waykanan 2015 menyodorkan delapan pertanyaan kepada peserta terkait program bertujuan mengantarkan sebanyak-banyaknya pelajar untuk melanjutkan kuliah di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dengan program studi beragam, seperti Kedokteran, Teknik, Ekonomi, Psikologi, Hubungan Internasional, Pertanian, dan lain-lain itu.

Salah satu pertanyaan diajukan kepada peserta Sanlat BPUN Waykanan 2015 ialah: "Kedelai sebelum menjadi tempe harus diinjak-injak, diragi, lalu diperam. Apa pendapatmu mengenai hal tersebut dan bagaimana yang akan kamu lakukan jika menjadi kedelai?"

"Sama dengan kedelai, manusia pun seperti itu. Sebelum menjadi sesuatu yang berharga dan bernilai, ia harus melewati langkah-langkah yang sulit dan tidak sedikit. Yang akan saya lakukan jika menjadi kedelai maka saya akan mengikuti langkah yang sulit dan tidak semudah itu sehingga dapat menjadi orang yang bernilai," kata peserta Sanlat BPUN lainnya, Dinda Wiwid Rahmawati.

Selaras Diduri dan Dinda, peserta lainnya, Bambang Andri S menyatakan jika dirinya menjadi kedelai maka akan melakukan tahap-tahap yang sulit untuk menjadi tempe. 

"Karena sesuatu yang akan berhasil pasti diproses melalui tahap-tahap sulit," ujarnya.

Untuk diketahui, BPUN diinspirasi proses panjang dari pergumulan beberapa generasi muda bangsa yang tergabung dalam Komunitas Mata Air Jakarta dan ingin ikut berperan dalam memberikan inspirasi, motivasi serta pengalaman kepada pelajar di Indonesia berasal dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Pada program ini, ditekankan pula pendidikan karakter, nilai keagamaan yang toleran tidak sekedar menjadi perbincangan, namun sekaligus menjadi ruh keseharian individu yang ada di dalamnya. Secara garis besar, BPUN berbicara tentang tiga hal: pendidikan, kepemimpinan dan keberagamaan yang ramah.

DI tahun 2015, dari 420 kabupaten dan 94 kota yang ada di Indonesia, BPUN dihelat di 60 kabupaten/kota. Di Lampung, BPUN digelar di Way Kanan. Kegiatan karantina dimulai 9 - 17 Mei 2015. Para pelajar SMA sederajat setempat yang memiliki tekad kuat masuk PTN mulai belajar mandiri setelah menerima modul dari panitia. Kegiatan selanjutnya, 18 hingga 31 Mei 2015, peserta akan menginap dan belajar intens di Pondok Pesantren Tahfidzul Quran. 

"Urip kuwi urup, artinya, hidup hendaknya menebar kebermanfaatan bagi sesama dan kehidupan. Menggelar Sanlat BPUN ialah kewajiban selaku warga Nahdlatul Ulama, pemilik NKRI. Angkat topi buat generasi bangsa yang menyadari apa dan bagaimana proses di  jaman serba instan ini. Ayo menjadi tangguh bersama BPUN. Ayo menjadi hebat bersama Nahdlatul Ulama. Warga NU akan senantiasa mengajak generasi bangsa mewujudkan hal itu," ujar Gatot Arifianto, alumni Pendidikan Kader Penggerak NU yang ditunjuk menjadi Manajer BPUN Way Kanan. Red: mukafi niam

BNI Mobile