IMG-LOGO
Daerah

Istri Bupati Kembali Pimpin Muslimat NU Lumajang


Jumat 12 Juni 2015 11:01 WIB
Bagikan:
Istri Bupati Kembali Pimpin Muslimat NU Lumajang

Lumajang, NU Online
Hj Tutuk Fajriah M terpilih kembali sebagai ketua Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Lumajang periode 2015-2020 dalam Konferensi Cabang Muslimat NU ke-11 di Pendopo Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (11/6). Istri Bupati Lumajang H As’at Malik ini telah memimpin Muslimat NU periode sebelumnya 2010-2015.
<>
Tutuk Fajritah memperoleh suara hampir mutlak sebesar 199 suara sementara calon lainnya hanya meraih 15 dan 8 suara. Dengan perolehan ini, sesuai tata tertib yang telah disepakati, forum memutuskan pimpinan muslimat petahana sebagai ketua terpilih.

Konferensi yang dihadiri seluruh Pimpinan Anak Cabang dan Pimpinan Ranting Muslimat  NU yang ada di Lumajang ini mengangkat tema, “Dengan Konferensi Cabang Muslimat NU Ke-11, Kita Tingkatkan Pengabdian dan Progran Kerja untuk Kesejahteraan Masyarakat”.

Perhelatan yang memenuhi luasnya ruang pendopo ini dibuka oleh Bupati Lumajang, dengan mengundang Pimpinan Wilayah Muslimat NU Jatim Hj Masruroh Wahid bersama tim. Tampak pula hadir Koordinator Daerah (Korda) Muslimat NU wilayah Karesidenan Malang, ketua PCNU Lumajang, ketua MUI Lumajang, anggota DPRD Lumajang, pimpinan Satker dan yang paling menarik Ibu-ibu Camat se-Kabupaten Lumajang turut diundang.

Bupati Lumajang dalam sambutannya mengatakan, perlu mengundang ibu-ibu camat ke acara Konferensi Muslimat NU agar anggota muslimat di wilayahnya masing-masing punya rasa percaya diri berkomunkasi dengan Bu Camat dan merasa dekat. Dengan demikian Muslimat bisa selalu tanggap serta mendukung program-program pemerintah baik di tingkat kecamatan maupun di tingkat desa.

Dalam pengarahannya Hj. Masruroh Wahid selaku Pimpinan Wilayah Muslimat NU Jatim menekankan perlunya Muslimat Cabang, Anak Cabang dan Ranting menggalakkan kembali gerakan ianah syahriah seribu rupiah tiap anggota tiap bulan. Apabila gerakan ini dikembangkan secara masif dan dikelola secara profesional, maka bisa menghidupi organisasi mengingat besarnya jumlah anggota muslimat.

Dalam mengelola organisasi semacam muslimat kita dituntut ikhlas. Ikhlas berjuang untuk agama. Tidak boleh mengharapkan sesuatu darinya.

“Oleh karena itu ibu-ibu muslimat harus cermat dalam memilih pemimpin. Dalam memilih pemimpin itu ada 4 kriteria, pertama pemimpin harus pinter. Kedua harus seser (benar dan inovatif). Ketiga kober (mau bekerja). Dan keempat, ini yang penting yaitu harus nyumber (membiayai),” demikian kata Masruroh disambut gerr ibu-ibu Muslimat.

Di akhir pengarahan yang sering mengundang gelak tawa hadirin itu, Masruroh menyitir ungkapan pendiri NU KH Hasim Asy’ari: sopo wae sing gelem ngurip-uripi NU, bakal tak dungakno sak keluargane (Siapa saja orang yang mau menghidupi NU akan saya do’akan dia beserta keluarganya supaya masuk surga). (Saiful Ridjal/Mahbib)



Bagikan:
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Maulid Akbar dan Doa untuk Keselamatan Bangsa
Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
IMG
IMG