IMG-LOGO
Daerah

Raihlah Kebaikan yang Terbaik di Bulan Ramadhan

Sabtu 20 Juni 2015 8:1 WIB
Bagikan:
Raihlah Kebaikan yang Terbaik di Bulan Ramadhan

Pringsewu, NU Online
Mustasyar PCNU Pringsewu KH Sujadi pada kesempatan Safari Ramadhan Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu di kediamannya, Pringsewu, Lampung, mengajak kepada jamaah pengajian untuk meraih kebaikan yang terbaik di bulan Ramadhan.
<>
Menurutnya, ibadah puasa memang perlu kesiapan yang matang. "Puasa itu susah, puasa itu letih, puasa itu payah, namun banyak sekali kebaikan di dalamnya," terangnya, Jumat (19/06).

Oleh karena itu, Sujadi yang juga Bupati Pringsewu ini menyeru kepada seluruh Muslim di kabupaten setempat untuk menjaga kebaikan dan keberkahan bulan Ramadhan dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan Kepada Allah SWT . Hal ini sesuai dengan tema yang diangkat pada momen ini, yaitu “Bersihkan Hati, Sucikan Diri Tingkatkan Iman dan Taqwa dalam Menjalankan Ibadah Puasa”.

Dalam majelis tersebut, Bupati menyampaikan pesan yang didapatnya semasa menjadi santri di Pondok Pesantren Al Asyariyyah Kalibeber, Wonosobo, Jawa Tengah. Pesan yang disampaikan langsung oleh KH Muntaha Alhafidz itu berbunyi, "Awak iki nggo Ngibadah yo remek ora nggo ngibadah yo remek. Nggo berjuang yo remek ora nggo berjuang yo remek (Baik digunakan untuk beribadah atau tidak, badan tetap akan rusak. Baik digunakan untuk berjuang atau tidak, badan juga akan rusak.”

Abah Sujadi, panggilan kesehariannya, menambahkan bahwa ibadah puasa haruslah dilaksanakan dengan keikhlasan. Karena dengan keikhlasan dalam melaksanakan puasa, maka Ramadhan akan terasa menyenangkan. (Muhammad Faizin/Mahbib)

Bagikan:
Sabtu 20 Juni 2015 23:0 WIB
MWCNU Maron Safari Ramadhan Dari Ranting ke Ranting
MWCNU Maron Safari Ramadhan Dari Ranting ke Ranting

Probolinggo, NU Online
Selama bulan suci Ramadhan 1436 H, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Maron Kabupaten Probolinggo rutin melakukan safari Ramadhan dari ranting ke ranting.
<>
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Rais Syuriyah MWCNU Kecamatan Maron Nur Kholis Baqir dan Ketua Tanfidziyah MWCNU Maron tersebut diikuti oleh seluruh pengurus NU, baik lembaga, lajnah dan badan otonom (banom) di masing-masing ranting.

Sekretaris MWCNU Kecamatan Maron M. Mascung Asy’ari mengungkapkan safari Ramadhan ini digelar dengan tujuan dalam rangka peningkatan ubudiyah dan pendalaman nilai-nilai agama bagi umat serta penguatan ukhuwah Islamiyah, khususnya aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) bagi Nahdliyin.

“Selain itu, sebagai wahana silaturrahim antara pengurus MWC dengan seluruh ranting serta warga NU di Kecamatan Maron sehingga terjalin sebuah komunikasi dan koordinasi dalam mendukung semua program NU ke depan,” ungkapnya, Sabtu (20/6).

Dalam safari Ramadhan tersebut, para pengurus MWCNU Kecamatan Maron beserta pengurus Ranting melakukan sholat Tarawih bersama yang dilanjutkan dengan dialog seputar kegiatan Ramadhan dan isu-isu terkini.

“Di sini kami tidak hanya sekedar berkumpul dan berbuka puasa bersama. Tetapi bagaimana momentum yang sangat langka ini bisa kami manfaatkan untuk bisa menyerap aspirasi dari para Nahdliyin. Setidaknya nanti bisa menjadi bahan masukan dalam penyusunan program kerja,” jelasnya.

Tidak lupa Mascung Asy’ari meminta supaya momentum bulan suci Ramadhan ini bisa dijadikan media untuk meningkatkan ketaqwaan dan keimanan kepada Allah SWT dengan cara memperbanyak amalan ibadah. Apalagi Ramadhan merupakan bulan yang sangat istimewa dan pahalanyapun dilipatgandakan oleh Allah SWT.

“Mudah-mudahan di bulan Ramadhan ini kita bisa berlomba-lomba untuk mendapatkan pahala dari Allah SWT. Oleh karena itu, tingkatkanlah amal ibadah di bulan yang enuh berkah ini. Yang terpenting lagi, jagalah terus tali silaturahim diantara sesama pengurus dan Nahdliyin,” harapnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Sabtu 20 Juni 2015 17:7 WIB
Berdayakan Santri, Pesantren Al Mashduqiah Bikin Produk Tahu
Berdayakan Santri, Pesantren Al Mashduqiah Bikin Produk Tahu

Probolinggo, NU Online
Saat ini pesantren tidak hanya sekedar mengerjakan ilmu umum dan agama. Sebagian diantaranya sudah ikut menggerakkan roda ekonomi yang orientasi untuk kemaslahatan umat dan santri. Seperti yang dilakukan oleh Pondok Pesantren Al Mashduqiah di Kelurahan Patokan Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo yang mulai memproduksi tahu sebagai upaya mencetak wirausaha di kalangan santri.
<>
Pabrik tahu yang dikembangkan Pesantren Al Mashduqiah merupakan salah satu jenis usaha koperasi pondok pesantren (Kopontren) Al Mashduqiah. Ada empat jenis usaha yang dimiliki pesantren ini. Yaitu, perdagangan, simpan pinjam, industri dang jasa.

Pabrik tahu sendiri bernaung di bawah unit usaha industri berdiri 15 bulan lau. Hingga kini pabrik tahu ini mampu memproduksi 80 kilogram kedelai. Hasil tahunya bisa mencapai 70 papan atau 70 tahu berukuran 40 sentimeter persegi. Lalu, hasil perasan kedelai pertama diolah menjadi susu kedelai  yang biasa dikonsumsi santri dan guru-guru di lingkungan pesantren.

Saat ini pasar tahu Pesantren Al Mashduqiah mulai merambah keluar. Beberapa pemasok dari Kraksaan dan kecamatan sekitarnya mengambil tahu dari tempat ini. Makin luasnya pasar membuat produksi tahu meningkat.

Fatimah Al Zahra, pengurus Kopontren Al Mashduqiah mengatakan, awal usahanya itu dirintis untuk memenuhi kebutuhan santri akan makanan sehat tiap hari. Salah satunya, tahu. Sebelum ada pabrik tahu dapur pesantren setempat membeli tahu dari pedagang. Selain tempe dan lauk lainya, tahu merupakan konsumsi rutin para santri.

Karena kondisi itu, Hj Zulfa Badri, salah satu pengasuh Pesantren Al Mashduqiah memiliki ide membuat pabrik tahu. Kebetulan ada salah satu santri asal Besuki yang punya pabrik tahu. Dari situ dijalin kerjasama untuk membuat pabrik tahu.

“Kerja sama itu berupa pengadaan barang produksi, proses produksi dan ilmu tentang produksi tahu hingga pendampingan setiap minggunya,” ungkap Fatimah Al Zahra, Jum’at (19/6).

Hingga kini pabrik tahu pesantren tersebut memiliki empat karyawan yang berasal dari warga sekitar. Dua orang bagian produksi dan lainya bagian distribusi serta keuangan.

Namun, pabrik tahu itu hanya salah satu dari unit usaha bidang industri yang dimiliki pesantren. Ada juga di bidang jasa yang punya beberapa unit kegiatan. Diantaranya, potong rambut yang melayani santri putra, rental mobil, konveksi dan wartel putra dan putri (HP).

“Alhamdulillah, semua unit ini mampu menciptakan lapangan pekerja bagi masyarakat. Sebab, karyawan berasal dari alumni dan warga sekitar total semua karyawan ada 36 orang,” ungkap putri pertama pengasuh Pesantren Al Mashduqiah KH Mukhlisin Saad dan Hj Badri Zulfa itu.

Dua jenis usaha yang lain kata neng Izah, juga punya beberapa unit kegiatan jenis usaha perdagangan bergerak pada usaha koperasi putra dan putri koperasi primer, kantin putra dan putri, swalayan, foto copi ATK dan komputer.

Yang terakhir usaha simpan pinjam berupa Credit Union(CU) Bersama Bisa Makmur anggota usaha simpan pinjam mencapai 360 orang. Sementara anggota luar biasa sekitar 600 orang yang berasal dari santri.

Koperasi yang memiliki badan hukum dengan nomor 518/BH/XVI.22/322/426.110/2010 itu rutin mengadakan RAT (Rapat Anggota Tahunan). Dalam rapat itu setiap anggota berhak memilih dan dipilih menjadi pengurus atau pengawas dan memperoleh SHU (Surplus Hasil Usaha).

“Dana usaha dari Kopontren itu berasal dari koperasi simpan pinjam CU Bersama Bisa Makmur itu,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Mukafi Niam)

Sabtu 20 Juni 2015 15:4 WIB
Pesan Ramadhan dari Rumah Sakit Islam NU Demak
Pesan Ramadhan dari Rumah Sakit Islam NU Demak

Demak, NU Online
Meski disibukkan rutinitas keseharian menangani pasien, Rumah Sakit Islam NU (RSI NU) Demak di bulan Ramadhan 1436 H ini menambahkan progam kegiatan khusus yang diikuti pengurus yayasan, direksi, karyawan, penunggu dan pengunjung pasien. <>

Program tambahan yang dimaksud meliputi tadarus atau membaca Al-Qur’an usai shalat dhuhur dan shalat tarawih dengan target dua kali khataman dalam satu bulan, takjil buka untuk pasien dan penunggunya, siraman rohani atau kultum usai shalat dhuhur oleh direktur rumah sakit, ketua NU Demak dan pengurus yayasan.

“Ramadhan ini kami mengadakan program tambahan yaitu tadarus Al-Qur’an  dua kali yaitu habis shalat dhuhur dan habis shalat tarawih  dalam satu bulan kita target dua kali khataman, terus ada kultum dan takjil untuk berbuka,” kata dr.H Abdul Azis direktur Rumah Sakit saat rapat dengan yayasan di Aula lantai 2 rumah sakit, Kamis (18/6).

Dalam kesempatan itu saat rapat dengan direksi dan karyawan ketua yayasan yang juga ketua NU Demak KH Musadad Syarif menegaskan pada forum agar amaliah di bulan Ramadhan ini tetep menyuguhkan sesuai dengan amaliah Ahlussunnah wal jamaah termasuk tarawih dengan dua puluh (20) rekaat serta materi kultum harus disesuaikan dengan NU.

“Materi kultum yang disampaikan harus sesuai amaliah Aswaja, terus tarawihnya juga harus ala NU 20 rakaat, rumah sakit kita ini kan rumah sakit NU,” tegas Kiai Syadad.

Lebih lanjut direktur rumah sakit dr H Abdul Azis menambahkan selain tarawih, takjil dan tadarus, rumah sakit juga mengumpulkan zakat fitrah dari direksi dan karyawan serta zakat mal dari karyawan dan para aghniya-dermawan yang kesemuanya dikelola rumah sakit baik penerimaan maupun penyalurannya dengan mengutamakan warga sekitar yang kurang mampu dan yatim piatu.

"Zakat yang masuk di kelola pengurus rumak sakit dimana  zakat fitrah disalurkan kepada masyarakat sekitar yang kurang mampu, sedangkan zakat mal disalurkan ke yatim piatu,” tambah dr Ais.

Sebelumnya dalam menyongsong Ramadhan menurut dr Azis, rumah sakit telah melakukan ziarah ke para wali dan ulama se kabupaten Demak dan mengadakan program pengobatan gratis di pesantren. (A. Shiddiq Sugiarto/Anam)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG