IMG-LOGO
Daerah

Biaya Nikah Yang Mahal Bisa Sebabkan Orang Nekad Melanggar Larangan Agama


Sabtu 8 November 2003 14:59 WIB
Bagikan:
Biaya Nikah Yang Mahal Bisa Sebabkan Orang Nekad Melanggar Larangan Agama

Jakarta, NU Online
Walikota Bogor, Iswara Natanegara meminta  pelayanan Kantor Departemen Agama kepada masyarakat, khususnya pelayanan pernikahan hendaknya tidak memberlakukan
biaya yang mahal, khususnya bagi yang kurang mampu.

"Petugas pencatat nikah jangan mumungut biaya nikah di luar aturan yang ada, apalagi terhadap warga yang kurang mampu. Jangan sampai terjadi karena biaya nikah mahal, pernikahan menjadi batal dan akhirnya mereka nekad melakukan pelanggaran yang dilarang dalam ajaran agama," katanya seperti dilaporkan dari Bogor, Sabtu.

<>

Penegasan itu disampaikan pada silaturahmi dengan para ulama, pengurus DKM (Dewan Keluarga Masjid), pimpinan Pondok Pesantren, dan pimpinan Lembaga Dakwah, di Pusat Pengembangan Islam Bogor (PPIB), seperti dijelaskan Kepala Kantor Informasi Daerah Kota Bogor, Dewi Kurnia.

Ia mengatakan, biaya nikah yang mahal seringkali dikeluhkan oleh warga masyarakat, karena itu dirinya meminta agar soal semacam itu tidak lagi terjadi. Pada bagian lain, Iswara Natanegara mengatakan, kewenangan masalah pendidikan agama tidak diserahkan oleh pusat ke daerah walaupun sudah diberlakukan era otonomi daerah. Pertimbangannya, kata dia, karena soal pendidikan agama merupakan hal yang sangat strategis.

Meski begitu, kata dia, Departemen Agama (Depag) lewat Kantornya di daerah perlu segera melakukan terobosan dengan lebih pro aktif lagi menangani masalah sarana pendidikan agama. "Jajaran Depag jangan hanya tinggal diam, namun perlu segera melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Bogor untuk membahas bantuan sarana pendidikan agama," katanya.

Sedangkan Kepala Kantor Depag Kota Bogor Rachmat Sulaeman mengungkapkan, anggaran Depag untuk tahun Anggaran 2003 ini sangat memprihatinkan, karena Depag hanya kebagian 0,3 persen dari total APBN.

"Artinya, kalau di pusat hanya gerimis, tidak mungkin ke Depag tingkat daerah yakni Kota mapun Kabupaten akan banjir, paling ada hanya tetesan-tetesan saja," katanya menyoal anggaran dana yang dialokasikan bagi departemen itu.

Dengan melihat kecilnya anggaran tersebut, kata dia, jajaran Kantor Depag Agama Kota Bogor tidak bisa berbuat banyak serta meminta permakluman apabila ada permohonan dari masyarakat untuk kegiatan seperti merehabilitasi madrasah, masjid dan kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya yang tidak terlayani dengan baik.

"Ini bukan berarti kami kikir apabila permintaan masyarakat itu tidak terlayani secara memadai, karena demikianlah keadaannya," katanya dan menambahkan bahwa berkaitan dengan proyek yang sifatnya besar, upaya maksimal Depag Kota Bogor hanya dapat memberikan rekomendasi.

Dari kondisi seperti itu, kata Rachmat Sulaeman, pihaknya hanya bisa berharap ada bantuan dari Pemerintah Kota Bogor, di mana selama ini perhatian yang diberikan sudah cukup dalam membantu pembangunan sarana keagamaan.(mkf)


 

Bagikan:
IMG
IMG