IMG-LOGO
Daerah

Mahasiswi UNU Sidoarjo Raih Juara II MTQ dari Kopertis

Sabtu 27 Juni 2015 15:1 WIB
Bagikan:
Mahasiswi UNU Sidoarjo Raih Juara II MTQ dari Kopertis

Sidoarjo, NU Online
Immas Imroatul Faizah (19) mahasiswi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) meraih juara II pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) yang diadakan oleh Kopertis wilayah VII di Unipdu Jombang beberapa pekan lalu.<>

Mahasiswi semester II itu tidak menyangka akan mendapatkan juara pada ajang MTQ di Jombang tersebut. Diakuinya, bahwa para peserta MTQ pada waktu itu sudah profesional dan mahir di bidang Al-Qur'an.

"Alhamdulillah, sungguh saya tidak menyangka akan mendapatkan juara. Karena waktu itu informasi yang saya terima mendadak dan tidak ada persiapan sama sekali. Mungkin ini sudah rezeki dari Allah sebagai kado di hari ulang tahun saya," ujarnya dengan rasa bangga, Sabtu (27/6).

Gadis kelahiran 7 Juni itu mengatakan, kedepan dirinya akan terus mengembangkan belajar terutama di bidang Al-Qur'an. "Kedepan, akan saya tingkatkan lagi. Dan bagi teman-teman di kampus yang mau belajar Al-Qur'an mari kita belajar bersama-sama," kata gadis yang bercita-cita ingin mondok di pesantren ini.

Di bulan Ramadhan ini, Immas akan terus melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an. "Mumpung kita masih dikasih kesempatan oleh Allah bertemu dengan bulan Ramadhan, mari kita perbanyak membaca Al-Qur'an maupun amal ibadah lainnya," ajak gadis yang hobi membaca ini.

Senada juga diucapkan oleh Staf kemahasiswaan Unusida, Ikhwan Abdillah (30). Dirinya juga tidak menyangka bahkan tidak mempunyai firasat sama sekali kalau mahasiswinya itu akan mendapatkan juara.

"Awalnya saya hanya menduga akan masuk juara harapan. Karena melihat para pesertanya, suaranya enak dan bagus sesuai makhorijul huruf. Bahkan saya sempat putus asa karena mahasiswi kami berada di nomor urut peserta terakhir. Namun, alhamdulillah mendapatkan juara II," jelas Ikhwan.

Ikhwan menambahkan, pada tahun ajaran baru mendatang, dirinya akan melakukan penyeleksian kepada mahasiswa/i Unusida untuk menjaring bibit-bibit lainnya di bidang ilmu Al-Qur'an. "Tahun ajaran baru nanti akan kami aplikasikan kegiatan ekstra membaca Al-Qur'an guna mencari bibit-bibit Qur'ani," ungkapnya. (Moh Kholidun/Fathoni)

Bagikan:
Sabtu 27 Juni 2015 23:0 WIB
Ramadhan, Kunjungan ke Makam Syaichona Cholil Bangkalan Menurun
Ramadhan, Kunjungan ke Makam Syaichona Cholil Bangkalan Menurun

Bangkalan, NU Online
Pengunjung tempat wisata religi di Bangkalan, Pulau Madura, Jawa Timur, pada awal bulan suci Ramadhan 1436 Hijriah ini menurun dibanding hari-hari biasa sebelumnya.
<>
Salah satunya seperti wisata religi di makam tokoh ulama Bangkalan Syaichona Moh Kholil di Desa Martajasa, Kecamatan Kota, Bangkalan.

Menurut petugas jaga di makam itu, Rawidi, Sabtu, pada hari-hari biasa, tidak kurang dari 1.000 orang dari berbagai daerah di Indonesia datang ke makam itu. Hanya saja, pada awal Ramadhan kali ini, warga atau peziarah yang datang menurun.

Namun penurunan hanya terjadi pada penziarah luarkota. Sedangkan peziarah lokal Bangkalan, tetap.

"Mulai awal puasa pengunjung hanya berkisar antara 600 dan paling banyak 1000 orang per hari. Biasanya selalu lebih dari seribu orang," kata Rawidi.

Makam Kiai Kholil banyak didatangi peziarah, karena diyakini sebagai makam kramat. Konon, warga yang memiliki keinginan (hajat) bisa terkabul, apabila memohon kepada Allah SWT dengan berdoa dan mengaji, apalagi menghatamkan Alquran di dekat makam ulama kharismatik ini.

Meski demikian, makam KH Moh Kholil yang dikeramatkan ini sangat sederhana. Hanya ada dua buah batu nisan yang dibungkus oleh puluhan kain putih, hingga nampak besar.

Menurut Rawidi, kain putih yang banyak di dua batu nisan Kiai Kholil ini sengaja dipasang oleh para peziarah yang merasa hajatnya telah dikabulkan.

Di sebelah makam Kiai Kholil, terdapat makam putranya KH Moh Imron Kholil, lalu makan menantunya, KH Muntaha.

Menurut petugas jaga di makam itu, Rawidi, sudah menjadi kebiasaan setiap awal Ramadhan, peziarah yang datang ke makam itu menurun.

"Nanti pada pertengahan bulan Ramadhan, biasanya sejak malam tanggal 17 Ramadhan, atau malam Nuzunul Quran pengunjung akan meningkat lagi, hingga mendekati Lebaran, karena mereka sambil berharap berkah di malam lailatur qodar," katanya.

Biasanya, sambung dia, mulai malam Nuzulul Quran hingga mendekati Idulfitri itu, peziarah, baik luar daerah maupun dari lokal Madura ini, hingga mencapai puluhan ribu orang.

Sebab dalam satu hari ada terkadang lebih dari 100 bus pariwisata di tambah kendaraaan pribadi, dan warga lokal. "Apalagi, malam Jum’at legi," tuturnya.

Selain penziarah, lanjut Rawidi, di Makam Shaichona Moh Kholil itu juga ada banyak musyafir yang sengaja menginap hingga 1 bulan bahkan lebih, dengan tujuan untuk mencari berkah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

"Jumlah mukimin, baik yang laki-laki dan perempuan saat ini sebanyak 100 orang, dan yang paling jauh berasal dari Lampung. Ada juga yang berasal dari Jawa Barat," pungkasnya. (antara/mukafi niam)

Sabtu 27 Juni 2015 22:2 WIB
Alumni Banser Dorong Dinamika GP Ansor dan NU Lumajang
Alumni Banser Dorong Dinamika GP Ansor dan NU Lumajang

Lumajang, NU Online
Berawal dari sejumlah perjumpaan informal, beberapa mantan pengurus GP Ansor Lumajang membentuk forum alumni yang kemudian melakukan pertemuan secara terencana dan periodik. Jumat (26/6) sehabis Tarawih sejumlah 25 alumni GP Ansor melakukan pertemuan awal di kantor Cabang NU jalan alun-alun Timur Lumajang. Mereka membahas hal-hal yang terkait dengan dinamika GP Ansor maupun NU.
<>
Mereka yang hadir adalah para mantan pengurus cabang Ansor tahun 1985-2005. Pertemuan ini juga dihadiri Ketua aktif GP Ansor periode sekarang. Dipimpin oleh Ketua GP Ansor tahun 1990 Edi Subiyanto, pertemuan berlangsung hangat.

Pada pengantar diskusi Edi menekankan, “Pentingnya forum agar bisa berjalan istiqamah sehingga bisa memberikan masukan kreatif bagi GP Ansor maupun NU di Lumajang.”

Mengapa sampai ada pertemuan alumni GP Ansor? Bukankah secara hirarkhi kelembagaan alumni mulai dari pusat, wilayah sampai cabang tidak ada? Demikian muncul wacana dalam diskusi yang berlangsung gayeng. Berbeda dengan IPNU-IPPNU yang memiliki majelis alumni. 

Seorang peserta diskusi mengingatkan supaya forum ini bisa istiqamah maka harus tetap berada pada posisi netral, tidak dibawa ke wilayah dukung-mendukung kepentingan politik pragmatis tertentu.

Di antara yang hadir memang terdapat bermacam profesi. Ada pejabat Kepala Dinas Pemkab Lumajang, mantan anggota DPRD Lumajang, dosen perguruan tinggi, Ketua Paguyuban Pasar sekabupaten Lumajang, Ketua Pengurus Sepak Bola Lumajang, wartawan, guru, dan lain sebagainya. Bagaimana menjaga keteguhan forum ini agar tetap indenpenden sehingga berwibawa, masih dalam tanda tanya besar, dan itu muncul dalam wacana diskusi.

Wilayah tugas forum yang digagas adalah memberi masukan kepada NU maupun pemerintah tentang isu-isu strategis di Lumajang yang bersifat kontrukstif. Jadi tidak hanya untuk GP Ansor saja, melainkan lebih luas lagi.

Tapi yang paling penting, forum ini bisa menjadi motivator bagi dinamisnya lembaga dan banom yang ada di NU dengan proaktif melakukan diskusi dan sharing gagasan lintas sektor juga solid ke dalam.

Pertemuan berikutnya direncanakan setelah Hari Raya Idhul Fitri 1436 H dengan pembahasan bentuk kepengurusan, pendalaman visi-misi serta pemilihan isu strategis awal. (Saiful Ridjal/Alhafiz K)

Sabtu 27 Juni 2015 21:2 WIB
LAZISNU Rembang Sudah Gencar Kumpulkan Zakat
LAZISNU Rembang Sudah Gencar Kumpulkan Zakat

Rembang, NU Online
Pengurus Lembaga Amil Zakat Infaq Sodaqoh NU (LAZISNU) Rembang sudah mulai menurunkan petugasnya untuk mengumpulkan zakat. Tenaga yang dikerahkan mulai dari tingkatan cabang, wakil cabang hingga level ranting. Upaya ini ditempuh untuk memaksimalkan jangkauan zakat.
<>
Ketua LAZISNU Rembang KH Muslih Musthofa menjelaskan, berbagai upaya sosialisasi sudah mulai dilakukan termasuk memasang banner di semua kecamatan yang ada di Rembang untuk menyosialisasikan LAZISNU kepada masyarakat.

"Kami sudah mulai menugaskan lebih awal kinerja petugas LAZIS untuk memaksimalkan jangkauan pembagian secara lebih merata. Sehingga pembagian zakat pada waktunya nanti dapat dibagikan dapat mencakup kalangan luas,” kata Kiai Muslih kepada NU Online, Sabtu (27/6) siang.

Tahun ini, menurutnya, LAZISNU Rembang sedang mengejar target pada tahun ini untuk melampaui tahun lalu yang jumlahnya mencapai seratus lima juta rupiah. Dengan target itu pihaknya sedang mengupayakan pendapatan LAZISNU agar tidak mengalami penurunan.

"Setidaknya kami mengejar perolehan sama dengan tahun kemarin. Kalau bisa, harus melebihi jumlah yang dikumpulkan tahun lalu. Sehingga pembagian zakat tahun ini bisa sedikit meluas, meski belum merata.”

Jika dari daftar penerima zakat yang sudah ada, masih ada yang belum kebagian, LAZISNU Rembang akan membagikan dana infaq dan shadaqah bagi calon penerima zakat yang memang belum kebagian tapi sudah terdaftar, tandas Muslih. (Ahmad Asmu'i/Alhafiz K)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG