IMG-LOGO
Daerah

Ramadhan, Kaligrafi Kayu Jati Kebanjiran Pesanan

Senin 29 Juni 2015 9:1 WIB
Bagikan:
Ramadhan, Kaligrafi Kayu Jati Kebanjiran Pesanan

Bojonegoro, NU Online
Memasuki Ramadhan, permintaan ukiran kaligrafi mengalami peningkatan signifikan. Seperti dialami Sanggar Fiesta di Jalan Pemuda Desa Campurejo, Kota Bojonegoro, Jawa Timur, yang bulan puasa tahun ini kewalahan melayani pesanan dari dalam dan luar daerah.
<>
"Pemesannya banyak, ada yang dari dalam dan luar (Bojonegoro). Peningkatan sampai 50 persen," kata salah seorang pengrajin di sanggar tersebut, Widodo, Ahad (28/6).

Mereka yang memesan dari luar kabupaten yang terkenal dengan kualitas kayu jatinya itu, antara lain, berasal dari Surabaya, Jawa Timur dan Bandung, Jawa Barat. Kegunaannya pun beragam, ada yag untuk perorangan, ada yang untuk masjid. Ayat kursi dan asma'ul khusna menjadi tulisan yang paling banyak dipesan.

"Memasuki Ramadhan kuwalahan melayani pesanan. Tetapi bahan baku tergantung permintaan, ada yang tebal maupun tipis, semuanya kayu jati," jelasnya.

Ditambahkan, proses pembuatan ukiran kaligrafi hingga jadi memakan waktu sekitar seminggu sampai sepuluh hari, tergantung tingkat kesulitan motif yang dipesan. Harganya pun bervariasi, sekitar Rp 10 juta sampai Rp 35 juta. (M. Yazid/Mahbib)

Bagikan:
Senin 29 Juni 2015 21:1 WIB
NGAJI AHAD
KH Sujadi: Kualitas Amal Tergantung Kualitas Niat
KH Sujadi: Kualitas Amal Tergantung Kualitas Niat

Pringsewu, NU Online
Dalam kehidupan di dunia manusia memiliki berbagai macam aktifitas yang bersifat duniawi maupun ukhrowi. Dalam mengawali aktivitas tersebut, niat akan menentukan hasil dari apa yang telah dikerjakan. Bisa jadi sebuah aktivitas yang terlihat duniawi akan menjadi aktivitas ukhrowi dan juga sebaliknya. Hal ini dapat terjadi karena niat yang ada dalam hati pelaku tidak sesuai dengan apa yang akan dikerjakan.<>

Hal ini disampaikan oleh KH Sujadi dalam kegiatan Ngaji Ahad (Jihad) yang dilaksanakan di Gedung NU Kabupaten Pringsewu, Ahad (29/06). 

Oleh karena itu Kiai Sujadi mengingatkan kepada jamaah untuk menata niat dengan baik dan ikhlas dalam mengawali dan melaksanakan sebuah pekerjaan. "Manajemen niat sangat penting, jangan sampai niat dari pekerjaan kita hanya untuk mendapatkan pujian dan imbalan dari manusia," ujarnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Kiai Sujadi yang juga Musyasyar PCNU Pringsewu mengingatkan pentingnya tajdidun niat atau memperbaiki niat. "Bebaskan diri dari syaiun syaiun akhor. Niati segala pekerjaan hanya untuk Allah SWT," tegasnya.

Kiai Sujadi menambahkan, bahwa ketika niat ikhlas dan benar sudah terpatri di dalam hati, maka kesemangatan untuk melakukan yang terbaik akan muncul sehingga segala hal yang susah akan dapat dihadapi. Mengambil pribahasa jawa "Rawe rawe rantas malang malang putung", Kiai Sujadi yang juga Bupati Pringsewu ini memotivasi jamaah untuk semangat dalam mengerjakan sesuatu. 

"Namun jangan sampai pribahasa ini dimasuki unsur emosi dan prilaku berlebihan karena bisa jadi nanti malah kita yang rantas dan malang sendiri," ucapnya. 

Diakhir pengajian, Kiai Sujadi berpesan agar sekecil apapun kita melakukan amalan, haruslah dilakukan dengan ikhlas dan semata mata karena Allah SWT. Dengan keikhlasan dari dalam hati, maka amal yang sudah dilakukan akan dapat diterima. 

Kegiatan ngaji ahad yang merupakan salah satu rangkaian Safari ramadhan 1436 H ini dimoderatori oleh Ketua PCNU Pringsewu H Taufiqurrahim, MPdI. Kegiatan ini dirangkai dengan buka puasa bersama dan shalat maghrib berjamaah yang di imami oleh KH Hambali yang merupakan Ketua Umum MUI Kabupaten Pringsewu. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Senin 29 Juni 2015 18:1 WIB
Aktivis Media Sosial Subang Berikan Santunan Santri Yatim Piatu
Aktivis Media Sosial Subang Berikan Santunan Santri Yatim Piatu

Subang, NU Online
Ratusan aktivis media sosial facebook yang tergabung dalam grup 'Facebooker Subang' menggelar Kopdar (kopi darat) di Pesantren Al-Mukhtariyyah, Caracas, Kalijati, Subang, Jawa Barat, Ahad (28/6).<>

Di lokasi kegiatan, grup Facebook yang sudah punya member lebih dari 40.000 orang ini memberikan santunan kepada puluhan santri yatim piatu, menyumbang Al-Qur’an, ATK, material bangunan untuk kamar mandi santri dan papan nama pesantren yang selama ini belum ada.

"Kegiatan pokok kita kopi darat tiap bulan, selain itu ada juga kegiatan yang bersifat insidental," kata Rohadian, salah seorang Admin Grup facebooker Subang di sela-sela kegiatan.

Dikatakan Dian, kegiatan ini, biasanya diisi dengan kegiatan sosial-budaya-kemasyarakatan, seperti donor darah, memberi apresiasi kepada warga Subang yang berdedikasi namun tidak terangkat, bermain game rakyat yang sudah mulai punah, menyumbang kepada faqir, miskin, yatim piatu, korban bencana dan sebagainya.

Sementara itu, Anton Rahman Mulyono, member Grup Facebooker Subang lain menambahkan, anggota grup terdiri dari berbagai lapisan masyarakat lintas agama, profesi, organisasi, usia, daerah, bahkan lintas negara.

"Biaya untuk kegiatan-kegiatan, ya seperti sekarang contohnya ini diambil dari shadaqah member seikhlashnya. Member dari luar negeri juga selalu nyumbang, yang rajin itu dari Taiwan, Hongkong, Singapura, Malaysia, dan Arab Saudi," ungkapnya

Ia pun berbagi tips tentang guyubnya grup Facebook yang punya jargon Facebooker Nu Teu Saukur facebookan (Facebooker Yang  Tak Hanya Facebook-an) ini, diantaranya adalah dengan adanya tim inti atau 'tim riweuh' yang bertugas melakukan konsolidasi di 'udara' dan juga di 'darat'.

Selain itu, kata dia, ada aturan di grup facebok yang wajib ditaati oleh para member yaitu tidak boleh memposting konten yang berbau porno, jual beli dan juga politik.

"Kalau yang porno jelas, kalau jualan, silahkan di grup jual beli kan banyak, kalau politik kita khawatir nanti member kita jadi berkubu-kubu, kalau ada member sampai tiga kali memposting itu sama admin bakal di banned permanen," tegasnya

Selain memberikan sumbangan dan santunan, dalam kegiatan ini juga digelar penampilan grup musik dari member Facebooker Subang dan marawis Santri Al-Mukhtariyyah, tausiyah, buka bersama, shalat magrib berjamaah dan ditutup dengan doa bersama. (Aiz Luthfi/Fathoni)

Senin 29 Juni 2015 17:1 WIB
Ramadhan, LDNU Jateng Terjunkan 20 Da’i Muda ke Daerah Terpencil
Ramadhan, LDNU Jateng Terjunkan 20 Da’i Muda ke Daerah Terpencil

Pekalongan, NU Online
Dalam rangka meningkatkan syiar dakwah Islamiyyah dan memaksimalkan kegiatan keagamaan dibulan Ramadhan 1436 H/2015 M, Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Jawa Tengah menerjunkan da'i muda untuk berdakwah ke daerah-daerah pelosok terpencil yang masih sangat minim SDM keagamaannya.<>

Sekitar 20 orang yang rata-rata adalah santri-santri muda yang baru lulus dari berbagai pondok pesantren di kirim ke daerah pegunungan perbatasan Pekalongan-Banjarnegara tepatnya di kecamatan Lebakbarang Kabupaten Pekalongan. Mereka disebar di seluruah wilayah kecamatan tersebut yang terdiri dari 11 kelurahan sekitar 40 dusun. 

Dusun yang di perioritaskan adalah dusun-dusun yang sama sekali belum ada ustadnya sehingga sangat membutuhkan bimbingan keagamaan khususnya memimpin semua kegiatan selama bulan ramadlan mulai dari sholat lima waktu, sholat tarawih, pesantren kilat dan pengajian rutin masyarakat.

Kecamatan Lebakbarang menjadi pilihan wilayah objek dakwan LDNU Jateng atas permintaan Ketua MWCNU Lebakbarang Slamet Subkhi yang bersilaturrahmi kerumah Ketua PW LDNU Jateng KH Sam’ani Sya’roni MA di Desa Pakumbulan Buaran Pekalongan. 

“Kami meminta untuk dikirim para ustad yang membina masyarakat di wilayahnya mengingat rata-rata masyarakat di wilayahnya masih sangat awam dan sangat membutuhkan para ustad. Letak wilayahnya yang terpencil dan sulit dijangkau oleh trasnportasi membuat rata-rata masyarakat kurang tersentuh oleh kegiatan keagamaan,” ujar Subkhi, Ahad (28/6). 

Team dakwah LDNU Jateng yang didukung oleh BMT, Bahtera Group Pekalongan  di berangkatkan ke Lebakbarang pada tanggal 30 Sya’ban/17 Juni 2015 lalu. Team ini  di lepas oleh Jajaran pengurus PW LDNU Jateng dan pengurus BMT, Bahtera Group Pekalongan, Jajaran Polres Pekalongan dan Pemda Kab Pekalongan. 

Kapolres Pekalongan AKBP Indra Krismayadi melalui Wakapolres Pekalongan Kompol Widyantoro dalam sambutannya berpesan agar para da’i/ustad yang bertugas agar menyelipkan misi nasionalisme dan menanamkan Islam yang santun demi keutuhan NKRI. 

Sementara itu Bupati Pekalongan, Drs H Amat Antono MSi melalui Kabag Kesra Ibu Sumarwati mengucapkan terimakasih kepada team dakwah LDNU Jateng yang telah membantu pembangunan masyarakat Pekalongan di bidang kerohanian.

Kehadiran team dakwah LDNU ini disambut antusias oleh warga Lebakbarang. Mereka langsung di jemput oleh tokoh masyarakat masing-masing dusun yang memang sudah menunggu  kehadirannya. Team dakwah LDNU Jateng akan tinggal di kecamatan Lebakbarang selama 26 hari yakni sampai tanggal 25 Ramadhan atau 12 Juli 2015. Namun tidak menutup kemungkinan setelah hari raya Idul Fitri akan di terjunkan kembali sesuai dengan keinginan masyarakat yang membutuhkan. (Red: Fathoni)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG