IMG-LOGO
Daerah
MUKTAMAR KE-33 NU

Stand Staimafa Pamerkan Buku Karya Kiai Sahal

Ahad 2 Agustus 2015 20:0 WIB
Bagikan:
Stand Staimafa Pamerkan Buku Karya Kiai Sahal

Jombang, NU Online
Dalam memeriahkan muktamar ke-33 NU, Sekolah Tinggi Agama Islam Mathali’ul Falah (Staimafa) yang diwakili dari dosen dan mahasiswa yang tergabung dalam Lembaga Fiqih Sosial Intitut (FISI) ikut serta dalam memeriahkan muktamar dengan mendirikan stand yang dihiasi dengan beberapa buku karya KH Sahal Mahfudz dan buku-buku karya dosen Staimafa, Sabtu, (2/8).
<>
Keikutsertaan Muktamar ke-33 NU ini merupakan yang pertama kali diikuti oleh Staimafa. Selain mendirikan stand buku yang diwakili oleh tim FISI juga akan memeriahkan dengan rangkaian kegiatan bedah buku “Metodologi Fiqih Sosial dari Qouli Menuju Manhaji” yang dilaksanakan pada hari Ahad, (2/8), yang bertempat di Aula PP. Al-Aqobah 4, dengan Narasumber Dr. Abdul Moqsith Ghazali, M.Ag dan Dr. Jamal Makmur Asmani, MA,” kata Umdatul Baroroh selaku direktur FISI.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan dan menyampaikan kepada masyarakat dengan menampilkan buku-buku karya Kiai Sahal Mahfudz, (almaghfurlah) rais ‘aam (1999-2014) serta mengadakan bedah buku untuk mengetahui pemikiran Kiai Sahal tentang ilmu fiqih’.

Selain itu, harapannya dengan adanya ajang lima tahunan ini, bisa menambah spirit dan motivasi kepada FISI agar ke depan untuk lebih berkarya dan bisa melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan Kiai Sahal, tambahnya.  (Siswanto El Mafa/Mukafi Niam)

Bagikan:
Ahad 2 Agustus 2015 23:4 WIB
KH Fauzi Tidjani Dikukuhkan Sebagai Ketua Alumni Al-Azhar University Mesir
KH Fauzi Tidjani Dikukuhkan Sebagai Ketua Alumni Al-Azhar University Mesir

Tangerang, NU Online
Ulama muda KH Fauzi Tidjani, Ketua MIUMI Jawa Timur dan Pimpinan Pesantren Al-Amin Prenduan Madura, secara aklamasi terpilih dan dikukuhkan kembali sebagai Ketua KUWAIS (Kiblat Untuk Wahana Islam Syamil), organisasi para alumni Al-Azhar University Mesir Angkatan Tahun 1996.<>

Pengukuhan tersebut berlangsung dalam acara Reuni Akbar KUWAIS yang bertempat di Syafana Islamic School, Gading Serpong, Tangerang, Banten (Sabtu, 1 Agustus 2015).

Dengan demikian, KH Fauzi sudah memimpin sejak kelahiran KUWAIS di Mesir tahun 1996. "Secara  aklamasi para alumni memilih beliau, karena terbukti walaupun sudah di Indonesia, tersebar diberbagai daerah dan sibuk dgn aktivitas masing-masing, dibawah kepemimpinan beliau, silaturrahmi tetap terjalin dan terjaga," ungkap HM Nasri, Ketua Panitia Reuni Akbar yang juga Ketua Yayasan Ar-Riyadh Insan Cendikia, Bekasi.

Selain pengukuhan, padà pertemuan tersebut juga disepakati dan dideklarasikan terbentuknya KUWAIS Foundtion sebagai wadah pengabdian secara kolektif dan bersama-sama khususnya dalam bidang pendidikan, dakwah dan sosial kemasyarakatan.

"Faktual, secara individu kita sudah mengabdi dan berkontribusi diberbagai bidang. Nah, secara kolektif, inilah wadahnya. Insyaallah KUWAIS Foundation akan kita launching sebelum Idul Adha," jelas H Ami Kamiluddin, Pimpinan Lembaga Pendidikan Duta Azhar, Tg.Pinang, Kep.Riau yg dipercaya sebagai Ketua Tim Konseptor KUWAIS.

Menurutnya, dengan keberadaan para alumni diberbagai daerah bahkan di luar negeri, secara perlahan keberadaan dan kiprah KUWAIS akan dapat terasakan

"Asal komit dan konsisten, Insya Allah bisa terasa dan bermanfaat," timpal H.Nanang Firdaus pimpinan Syafana Islamic School, yang bertindak sebagai tuan rumah.

Dalam sambutannya, selain meminta para alumni untuk membantu dalam mengemban amanah, Ketua KUWAIS terpilih, Kiai Fauzi mengatakan secara jangka pendek ada 2 hal yang harus diselesaikan yaitu legalisasi KUWAIS Foundation dilanjutkan dengan launching program dan konsolidasi internal dengan basis pendataan.

"Harapannya, seluruh para alumni baik yang berada di dalam maupun di luar negeri nanti bisa terdeteksi dan terkoneksi kembali dalam satu ikatan keluarga besar seperti 19 tahun lalu di Mesir," pungkas Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah Jatim tersebut.

Para alumni yang hadir dalam pertemuan tahunan tersebut, diantaranya: Ust. Bobby Herwibowo (Dai Kondang Indonesia), Dasrial Anwar (Pegawai KBRI di Swiss), M Fadhil Rahmi (Asisten Ombudsman RI, Ketua Ikatan Alumni Timur Tengah di Aceh), Hilda Ainussyifa (Dekan di Universitas Garut, Jawa Barat), Limra Zainuddin (Mantan Presiden PPMI Mesir, Dai dan Praktisi Pendidikan di Palu, Sulteng), Ery Muniarsih (Pimpinan Universitas Serang Raya,  Banten), Ahmad Hadi Yasin (Penulis Buku Best Seller, Dahsyatnya Sabar), Ahmad Zamroni (Dai dan Pengusaha Percetakan di Depok, Jabar,  Wirdah Fachirah (Peraih gelar Doktor  Bidang Bahasa Arab dari Alazhar Univ. Mesir), Shofaul Qalbi (Hakim di Pengadilan Agama Cilegon), Zainuddin Zaini (Pengusaha Muda Jember), dan para tokoh-tokoh muda yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Red: Mukafi Niam

Ahad 2 Agustus 2015 22:31 WIB
Kiai Sepuh NTB dan Aktifis Buruh Berziarah ke Tebuireng
Kiai Sepuh NTB dan Aktifis Buruh Berziarah ke Tebuireng

Jombang, NU Online 
Muktamar NU yang berlangsung di Jombang, Jawa Timur membuat kota tersebut dikunjungi puluhan ribu orang dari berbagai disiplin ilmu, profesi dan suku di Indonesia. Di sela kegiatan, sebagian peserta muktamar menyempatkan diri ziarah ke makam pendiri NU, seperti KH Hasyim Asyari, KH Wahid Hasyim dan KH Wahab Chasbullah, termasuk presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. <>

Tidak seperti peziarah lain yang langsung duduk dan berdoa dari luar pagar begitu sampai di areal makam Tebu Ireng. Seorang sepuh bersorban putih, mengenakan jas biru tua, bersarung kelabu dan bertongkat serta berkalung selempang hijau dipersilakan masuk oleh petugas keamanan dan langsung duduk bersila di tepi makam Gus Dur.

"Itu Tuan Guru Turmudzi," seru Ketua Bidang Kaderisasi DPP Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) NU Baitul Khoiri, Ahad (2/8).

Tuan Guru Turmudzi Badruddin merupakan ulama terkemuka dari Nusa Tenggara Barat (NTB) yang merupakan sahabat Gus Dur dan sangat mempercayai kewalian Gus Dur.

"Beliau sahabat Gus Dur," ujar Baitul di komplek pemakaman di Pondok Pesantren Tebu Ireng.

Pantauan, selain Tuan Guru Turmudzi dan sejumlah aktivis buruh Sarbumusi, puluhan masyarakat juga tumpah ruah menziarahi makam Gus Dur. Selain itu, terlihat pula Sekretaris PW GP Ansor Lampung Muhyidin Thohir, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pesawaran Lampung Ahmad Jazuli. Lantunan Surat Yasin dan kalimat tahlil seolah tak putus terdengar di area makam.

"Gus Dur bagi saya tokoh yang memiliki kharisma dan sekaligus dapat menjadi contoh perilaku bahwa orang baik akan menadi contoh bagi orang lain. Kita dapat berdoa dan termotivasi menjadi baik seperti Gus Dur," ujar Baitul menjelaskan alasannya menziarahi makam Gus Dur. (Gatot Arifianto/Mukafi Niam)

Ahad 2 Agustus 2015 21:0 WIB
Tugas NU Hanya Mengajak Bukan Menjadikan
Tugas NU Hanya Mengajak Bukan Menjadikan

Jepara, NU Online
Tugas kita sebagai warga NU ialah mengajak amar makruf nahi munkar. Jika yang diajak tidak berkenan kita tidak boleh marah dan jangan bosan untuk mengajaknya kembali.
<>
Pernyataan ini diuraikan KH Mustamir Wildan dalam halal bihalal keluarga Besar MWCNU Kalinyamatan berlangsung di gedung MWCNU Kalinyamatan, Jalan Raya Banyuputih desa Banyuputih, Kalinyamatan Jepara, Jum’at (31/7) siang.

Jika kita menemui orang yang tidak berpuasa, tugas kita hanya mengingatkan. “Kang, kok ora poso? Lha emang urusanmu opo?,” tutur ketua pondok pesantren Balekambang Jepara ini sembari menyontohkan.

Ingat, tugas kita hanya mengingatkan bukan marah-marah dan jangan pernah bosan. Misal lain, seorang yang kita ajak untuk mengikuti NU tetapi tidak direspon juga harus diterima dengan lapang dada. Serta jangan bosan-bosan untuk terus mengajak.

“Ayo kang melu kumpulan NU? Entuk opo melu kumpulan NU,” contohnya lagi.

Berkaitan dengan cerita ini, lanjut Kiai Mustamir dulu ada Ulama Mesir yang dirundung galau karena kitab suci orang Islam, Al-Qur’an dijadikan orang kafir untuk meratakan jembatan. Karena kejadian ini Ulama menjadi galau. Sebab kegalauannya itu ia mendapat petunjuk dari Allah SWT agar urusan itu dikembalikan kepada sang pencipta. Ulama ini, imbuhnya malah mendapat petunjuk agar mendoakan yang baik-baik kepada mereka. Meski berbuat keji sekali pun.  

Kegiatan yang dihadiri Ketua PCNU Jepara, KH Asyhari Syamsuri juga diramaikan ratusan Banom NU se-kecamatan Kalinyamatan. (Syaiful Mustaqim/Mukafi Niam)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG