IMG-LOGO
Warta

Multilateralisme PBB Perlu di Restrukturisasi


Sabtu 20 September 2003 12:22 WIB
Bagikan:
Multilateralisme PBB Perlu di Restrukturisasi

Jakarta, NU.Online
Pemerintah Indonesia akan mendesak restrukturisasi dewan Dewan Keamanan (DK) PBB melihat lembaga  lebih mendukung unilateral dibandingkan multilateralisme dalam merepresentatif masyarakat global. Indonesia sebagai salah satu negara non block juga meresa menyesal dengan penggunaan hak veto oleh Amerika Serikat yang memberikan restu Israel dalam usahanya yang secara terang-terangan ingin membinasakan Pimpinan Palestina Yasser Arrafad.

Dalam kunjungan Presiden Megawati ke Amerika pada 23 September 2003, rencananya akan dipaparkan dukungan Indonesia dalam upaya dukungan reformasi di DK PBB. Selain itu rencananya Megawati juga akan menyampaikan inisiatif dan upaya Pemerintah Indonesia dalam memelihara perdamaian dan keamanan internasional, khususnya di kawasan Asia Tenggara. 

<>

Kepada wartawan Juru Bicara Menteri Luar Negeri Martin Nata Legawa Jumat (19/9) siang di Jakarta mengatakan dengan melihat konflik yang terjadi di Irak, menunjukkan tidak representatifnya lembaga PBB dalam mewakili tatanan dunia.

Menurut Martin sangat sulit merubah dan mereformasi DK PBB saat ini, karena banyaknya kepentingan kelompok. Kebijakannya saat ini tidak lagi memiliki seruan langkah bukti moral dan politik.

Dikatakan Martin, bentuk restrukturisasi bermacam-macam, bukan berarti pengurangan atau penambahan anggotanya atau juga perubahan anggota tetap dan tidak tetap. Menurutnya, anggota PBB saat ini sebenyak 15 negara, 10 negara tidak tetap dan 5 lima negara lainya tidak tetap.

Martin menambahkan, selama berada di Amerika, Presiden Megawati tidak dijadwalkan bertemu dengan Presiden Bush. Megawati dijadwalkan akan bertemu dengan Sekjen PBB Kofi Annan dan melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremensinghe.(Ind/Cih)

Bagikan:
IMG
IMG