IMG-LOGO
Nasional

Usai Muktamar NU, Tambakberas Gelar Silaturrahim Budaya

Jumat 7 Agustus 2015 14:12 WIB
Bagikan:
Usai Muktamar NU, Tambakberas Gelar Silaturrahim Budaya

Jombang, NU Online
Sehari usai digelar Muktamar Ke-33 NU di Jombang, santri Pesantren Bahrul Ulum dan masayarakat Tambakberas Jombang bisa melepas penat setelah disibukkan dengan berbagai kegiatan dan mondar-mandirnya puluhan bahkan ratusan kendaraan muktamar. Mereka mendapatkan hiburan lagu-lagu religi yang digelar di Lapangan Pesantren Tambakberas, Kamis (6/8) malam.<>

Pagelaran musik yang dikemas ‘Silaturrahim Budaya’ ini menghadirkan sejumlah Artis Ibu Kota diantaranya, Melly Goeslaw, Armand (Gigi) Maulana, Budi Cilok, Zastrow Al Ngatawi dan Ki Ageng Ganjur. Tak ketinggalan kelompok musik asal Pesantren Bahrul Ulum, Duta Sholawat ikut menghibur.

Lagu Habibi Ya Muhammad dari Duta Sholawat sebagai pembuka pada konser silaturrahim budaya. Dilanjutkan Budi Cilok yang melantunkan lagu-lagu penyanyi legendaries, Iwan Fals.

Lagu Ketika Cinta bertasbih dinyanyikan Melly Goeslaw. Armand Maulana dengan pakaian khasnya warna putih menghentakkan lagu Mondok di kota santri.

Seperti diketahui bersama, di pesantren Tambakberas Jombang, menjadi salah satu tempat digelarnya Muktamar Ke 33-NU. Berbagai kegiatan digelar dipesantren yang pernah dipimpin KH Wahab hasbullah ini. 

Diantaranya, Bahtsul masail, Musyawarah Kaum Muda NU, Bedah buku KH Wahab Hasbullah yang ditulis sejarawan NU, Choirul Anam, Halaqoh Robithoh Ma'ahid Indonesia (RMI), dan NU Business yang digelar Himpunan Pengusaha Santri (HIPSI). (Muslim Abdurrahman/Fathoni)

Bagikan:
Jumat 7 Agustus 2015 16:1 WIB
19 Kader KMNU Siap Berprestasi di MTQ Mahasiswa Nasional 2015
19 Kader KMNU Siap Berprestasi di MTQ Mahasiswa Nasional 2015

Bogor, NU Online
19 kader Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) mengikuti MTQ Mahasiswa Nasional 2015. Dalam perhelatan yang diselenggarakan di Universitas Indonesia  (UI), 1-8 Agustus 2015 ini, kader KMNU siap meraih prestasi.<>

"Segenap keluarga besar KMNU Nasional mengucapkan selamat dan sukses, serta turut bangga kepada seluruh kader KMNU yang telah lolos berjuang mengikuti Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Mahasiswa Tingkat Nasional," ujar Presidium I KMNU, Muhammad Zimamul Adli di Bogor, Jumat (7/8).

Berikut, jelasnya, nama kader KMNU dan cabang perlombaan yang diikuti:

Abdul Habib Luthfi (KMNU IPB) Tartil Qur’an, lalu Noer Ilahiyat Adhli Alkarni (KMNU IPB) Debat Bahasa Arab, lantas Hamzah Alfarisi (KMNU IPB) Qiro’ah Sab’ah, selanjutnya Oki Setiawan (KMNU IPB) Tahfidz 5 Juz.

Ikbal Muzaki (KMNU IPB) mengikuti cabang perlombaan Khattil Qur’an, dan Ahmad Ikhyari (KMNU ITB) mengikuti cabang perlombaan Qiro’ah Sab’ah, serta Krisdayanti (KMNU ITB) Syarhil Qur’an dan Agus Eka Prasetyo (KMNU ITB) Tilawatil Qur’an.

Kemudian, Dwi Susilowardani (KMNU ITB) mengikuti cabang perlombaan Syarhil Qur’an, lalu Ahmad Nur Fuady (KMNU UNILA) mengikuti cabang perlombaan Fahmil Qur’an, dan M Nurhidayat Rosihun (KMNU UNILA) mengikuti cabang perlombaan Fahmil Qur’an dan Hamim Tohari (KMNU UGM) mengikuti cabang perlombaan Hifzhil Qur’an 5 Juz.

Selanjutnya, Muhammad Nurrohman Sidiq (KMNU UGM) mengikuti cabang perlombaan Tartil Qur’an, Hadijah Rima (KMNU UGM) mengikuti cabang perlombaan Debat Bahasa Arab, selanjutnya Nahrul Pintoko Aji (KMNU UNY) mengikuti cabang perlombaan Tilawatil Qur’an dan Abdul Mukti (KMNU UNY) mengikuti cabang perlombaan Khattil Qur’an.

Annisah Latifatun Hasanah (KMNU UNY), kemudian Fahmil Qur’anIhwayati (KMNU UNY) mengikuti cabang perlombaan Syarhil Qur’an, lalu Putri Elfa Nur Izza (KMNU UNY) mengikuti cabang perlombaan Debat Bahasa Arab.

"Semoga seluruh kader KMNU dapat mengharumkan nama baik perguruan tingginya masing-masing, mengharumkan nama KMNU dan NU. Pengurus KMNU Nasional berharap semoga ke depannya lebih banyak lagi kader KMNU yang berprestasi, baik di kancah nasional maupun internasional. Selamat bermusabaqoh," tandas Zimamul Adli. (Gatot Arifianto/Fathoni)

Jumat 7 Agustus 2015 14:59 WIB
Ini Kesan dan Harapan NU Pringsewu Pasca Muktamar
Ini Kesan dan Harapan NU Pringsewu Pasca Muktamar

Jombang, NU Online
Gelaran Akbar lima tahunan Muktamar Ke-33 NU telah selesai dilaksanakan di Jombang Jawa Timur 1-5 Agustus 2015 dengan menyisakan kesan dan harapan bagi seluruh peserta yang berasal dari wilayah. Tak terkecuali delegasi PCNU Pringsewu Lampung.<>

Ditemui sesaat sebelum terbang pulang menuju Pringsewu mengunakan Pesawat Lion Air dengan Logo NU dan Muktamar dibadan pesawat, Ketua Tanfidziyyah H Taufiqurrahim, MPdI mengatakan, bahwa even nasional yang di laksanakan di 4 Pondok Pesantren di Jombang ini bisa menginspirasi seluruh Peserta dalam menyelenggarakan sebuah kegiatan. 

Menurutnya, pelaksanaan kegiatan muktamar kali ini patut dicontoh dalam hal kesiapan panitia baik panitia lokal maupun nasional. Lokasi pemondokan yang terpisah cukup jauh di 4 pesantren yaitu Tebuireng, Tambak Beras, Denanyar dan Peterongan tidak menghalangi panitia untuk memberikan pelayanan akomodasi dan transportasi yang prima.

"Dari mulai kedatangan, kami di jemput dan disambut dengan ramah sekali. Kami diantar dengan transportasi yang dikhususkan untuk peserta muktamar sampai dengan pemondokan di Ponpes Tambak Beras," ungkapnya. Taufiq menambahkan bahwa kondisi fasilitas pemondokan sangat lengkap dengan kebutuhan akomodasi dan keamanan yang memadai.

Dalam hal acara, Taufik memaklumi bahwa beberapa acara belum bisa sesuai dengan jadwal dikarenakan alotnya pembahasan khususnya saat sidang pleno pengesahan Tatib Muktamar. "Di satu sisi memang kondisi ini mengakibatkan berubahnya jadwal acara secara keseluruhan. Namun hal ini menunjukkan bahwa muktamirin memiliki antusiasme tinggi dalam muktamar," terangnya.

Hidupnya dialog dalam persidangan juga menunjukkan semakin mahir dan matangnya para muktamirin dalam berorganisasi. Namun Taufiq mengingatkan agar seluruh kader NU dapat lebih dewasa dalam berorganisasi. Kedewasaan ini dapat ditunjukkan dengan saling menghormati dan menghargai keputusan yang telah menjadi kesepakatan. 

Dalam mengungkapkan pemikiran, Taufik menyarankan untuk menggunakan cara-cara yang mengedepankan akhlaqul karimah serta memahami berbagai macam karakter orang lain. "Konflik akan terjadi jika menyampaikan hal dengan kata-kata yang kurang sopan dan saling memaksakan kehendak," tegasnya.

Dalam kesempatan wawancara ini, Taufik mewakili Keluarga Besar PCNU Pringsewu mengucapkan selamat kepada KH Maruf Amin dan KH Said Aqil Siroj sebagai Rais Aam Syuriyah dan Ketua Tanfidziyyah PBNU periode 2015-2020 serta sukses untuk panitia yang telah menyelenggarakan Muktamar kali ini.

Taufiq berharap kepada Pengurus PBNU yang terbentuk untuk memperhatikan dan meningkatkan penguatan organisasi dari pusat sampai dengan Ranting. Menurutnya, ini penting karena tantangan Jamiyyah NU ke depan lebih komplek. "Jangan NU dan warganya hanya menjadi pangsa pasar orang lain. Saatnya membenahi segala lini organisasi untuk kemaslahatan umat," ajaknya. 

Menyoroti Program Kerja yang sudah dihasilkan dalam Muktamar ini, Taufik mengharap agar sebaran program harus merata di seluruh daerah, khususnya di luar Jawa. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Jumat 7 Agustus 2015 11:36 WIB
Bersyukurlah, Kita Punya Pemimpin Sejati Gus Mus
Bersyukurlah, Kita Punya Pemimpin Sejati Gus Mus

Sukoharjo, NU Online
Sehari sebelum dilaksanakan pemilihan Rais ‘Aam dan Ketua Umum PBNU pada Muktamar NU Ke-33 di Jombang, Rabu (5/8) malam, Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah KH M Dian Nafi’ memaparkan beberapa teori kepemimpinan yang dirujuk dari buku yang ditulis John Maxwell.<>

“Sebuah pelajaran menarik, dari Mbak Alissa Wahid pada sebuah kunjungan di Pesantren Windan, belum lama ini. Ada 5 peringkat pemimpin dari John Maxwell,” terang Pengasuh Pesantren Al-Muayyad Windan Sukoharjo itu, Selasa (4/8)

Peringkat pemimpin pertama yakni position yakni memimpin sama dengan menjabat. Kedua, permission (mengizinkan terobosan). Peringkat berikutnya, production yakni memimpin sama dengan menghasilkan kemajuan. Keempat, people development (memampukan orang untuk mengembangkan diri).

Sedangkan peringkat pemimpin yang terakhir yakni personhood, memimpin sama dengan meluaskan penyerapan nilai kebaikan. “Pemimpin tipe 5 ini, tak terpakau pada posisi. Dia sudah melalui tahapan yang ada dengan baik. Untuk itu ia lega bisa membuka peluang pengembangan organisasi berbasis nilai kebaikan,” tutur Gus Dian

“Karena ia fokus mengarahkan organisasi agar mudah berkembang semakin maju. Itulah pemimpin sejati. Menurutku, jika ditimbang dengan tipologi Maxwell tadi, maka KH Ahmad Mustofa Bisri adalah pemimpin sejati itu. Bersyukurlah kita,” lanjutnya.

Seperti yang sudah kita ketahui, pada akhirnya forum kemudian memilih KH Musthofa Bisri sebagai Rais ‘Aam Syuriyah dan KH Said Aqil Siroj sebagai Ketua Tanfidziyah PBNU.

Namun, Gus Mus kemudian menyatakan ketidaksediaannya untuk kembali mengemban amanah tersebut. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG