IMG-LOGO
Trending Now:
Daerah

NU Lasem Terapkan Sistem “Adminsitrasi Berjalan”

Sabtu 22 Agustus 2015 10:0 WIB
Bagikan:
NU Lasem Terapkan Sistem “Adminsitrasi Berjalan”

Lasem, NU Online
Usai Muktamar Ke-33 NU, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lasem menerapkan sistem administrasi berjalan untuk melayani kebutuhan masyarakat. Sistem ini membuka kesempatan bagi pengurus dan warga NU setempat untuk mengurus administrasi yang tak melulu di kantor NU.
<>
Ketua PCNU Lasem KH Sholahudin Fattawi, Jum'at sore (21/8), menjelaskan, upaya tersebut dilakukan untuk menunjang kinerja pengurus dalam pelayanan. Dengan sistem ini pengurus tingkat bawah dan warga NU Lasem bisa memenuhi kebutuhan administratifnya di manapun dan kapanpun. "Dalam kondisi sesibuk apapun insyaallah saya siap melakukan pelayanan,” ujarnya.

Sholahudin menambahkan, pengurus NU Cabang Lasem akan berusaha melayani masyarakat sebaik mungkin selama masa khidmah kepengurusannya. "Semoga ini dapat menjadi solusi guna menangani permasalahan administrasi yang sering dikeluhkan dalam birokrasi,” katanya.

Ia berharap, kinerja seperti ini dapat dimanfaatkan pengurus dan warga NU. Shalahudin juga berharap, jika sistem administrasi yang dilakukan oleh pengurus cabang berhasil, akan menjadi acuan pola administrasi di setiap Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) dan Ranting NU di Lasem. (Ahmad Asmu'i/Mahbib)

Bagikan:
Sabtu 22 Agustus 2015 23:59 WIB
Cak Nun: Membela Negara Atas Dasar Cinta Itu Lebih Mulia
Cak Nun: Membela Negara Atas Dasar Cinta Itu Lebih Mulia

Bandung, NU Online
Budayawan Emha Ainun Najib atau yang yang dikenal Cak Nun menjelaskan posisi warga negara dalam membela negara yang selama ini dianggap sebagai suatu kewajiban. Ia mencoba menggiring orang-orang untuk memahami dasar dalam membela negara Indonesia.<>

"Membela Indonesia apa hukumnya?" tanya Cak Nun mengajak ratusan orang untuk berpikir dalam diskusi umum yang bertajuk "Medar Kadaulatan, Menemukan Kemerdekaan Sejati Manusia", Jum'at (21/8) sore, di Penerbit Mizan, kota Bandung.

Cak Nun menerangkan kewajiban dalam Islam dikenal fardhu 'ain dan fardhu kifayah. Fardhu 'ain merupakan kewajiban yang dibebankan setiap orang, sedang fardhu kifayah merupakan kewajiban  bersama, asalkan ada yang mewakili semuanya bebas dari dosa. 

"Contoh mengurusi jenazah hukumnya fardhu kifayah. Apabila ada jenazah lalu tidak ada seorang pun mengurusi jenazah tersebut maka semua orang berdosa. Tapi kalau ada tiga orang yang mau mengurusi memandikan, menshalatkan hingga menguburkan maka umat manusia bebas dari dosa," tambah Budayawan kelahiran Jombang itu sambil memberikan contoh.

"Kalau masalah jenazah itu tidak ada yang dibayar untuk mengurusi, tapi kalau negara kan sudah diurusi oleh para pejabat-pejabat negara seperti presiden dan menteri-menterinya. Sebagaimana  Indonesia terdapat undang-undang menentukan pembentukan organisasi pemerintahan yang difasilitasi mahal-mahal untuk mengurusi negara. Jadi mereka yang wajib, kita tidak wajib sama sekali. Kita  sudah bebas kewajiban dong? Kita yang bayar kok kita yang berkewajiban?" sambungnya dengan pertanyaan yang membuat peserta diskusi nampak semakin bingung.

Lebih lanjut Cak Nun mengarahkan jika warga negara mau untuk membela negaranya dinamakan shodaqah. "Shodaqoh itu karena cinta kita kepada negara. Shodaqoh tidak diwajibkan tapi ikhlas melakukan. Jadi membela negara atas dasar cinta dan shodaqoh itu lebih mulia,” tutur penulis buku Slilit Sang Kiai itu. 

"Dan masalahnya sekarang anda mau shodaqoh apa tidak? Kamu berjuang akan diberi kemenangan oleh Allah asalkan berlandaskan membela dan mencintai orang kecil dan orang lemah (mustdh'af). Atas dasar cintamu kepada rakyat kecil itu luas biasa tinggi derajatmu," tegas Cak Nun. (M. Zidni Nafi’/Mukafi Niam) 

Sabtu 22 Agustus 2015 23:0 WIB
Mahasiswa-Pelajar Kampanye Merdeka dari Narkoba
Mahasiswa-Pelajar Kampanye Merdeka dari Narkoba

Sidoarjo, NU Online
Puluhan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata - Participation Action Research (KKN-PAR) Institut Agama Islam Al Khoziny Buduran Sidoarjo mengkampanyekan merdeka tanpa narkoba di Auditorium SMK Islam Rejeni Krembung Sidoarjo, Sabtu (22/8). Tak hanya itu, mereka juga kampanye stop pergaulan bebas dan pornografi.
<>
Untuk tujuan itu, mereka juga mengadakan acara seminar antisipasi bahaya narkoba, pergaulan bebas dan penegakan hukum yang diikuti sekitar 200 siswa siswi SMP dan SMK Islam Rejeni Krembung Sidoarjo dengan menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sidoarjo serta Polsek Krembung.

Koordinator Desa KKN-PAR IAI Al Khoziny Buduran Sidoarjo Khoirul Fatihin mengatakan, diselenggarakannya kegiatan ini dalam rangka memperingati HUT RI ke-70 serta memberikan pengajaran kepada para pelajar akan bahaya narkoba dan pergaulan bebas.

Menurutnya, sosialisasi tentang bahaya narkoba dan pergaulan bebas sebaiknya tidak hanya dilakukan oleh para pendidik, melainkan dari orang tua juga sangat penting. Pasalnya, pengawasan dari orang tua sangat mendukung perkembangan mental dan fisik anak dalam bergaul.

"Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat diaplikasikan oleh para siswa dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga siswa/i yang ada di Sidoarjo terhindar dari ancaman bahaya narkoba dan pergaulan bebas. Karena nasib manusia ditentukan oleh masing-masing individu," ucap Fatihin. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Sabtu 22 Agustus 2015 21:9 WIB
Munas MUI Angkat Tema Islam Moderat
Munas MUI Angkat Tema Islam Moderat

Jakarta, NU Online
Musyawarah Nasional IX Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang akan diselenggarakan di Surabaya, 24-27 Agustus 2015 mengangkat tema mengenai Islam moderat.<>

Munas kali ini akan mengangkat tema Islam Wasathiyah untuk Indonesia dan Dunia yang Berkeadilan dan Beradab yakni Islam berwajah moderat, toleran, dan proporsional, ujar Wasekjen MUI Noor Achmad di Jakarta, Jumat.

Dia menjelaskan dengan mengangkat tema tersebut diharapkan umat Islam tidak mudah mengkafirkan atau meliberalkan.

"Islam yang toleran dan moderat adalah Islam Sunni. Hal itu sesuai dengan deklarasi dan pedoman dasar MUI," jelas dia.

Tema tersebut mempunyai makna yang cukup besar karena tidak semata-mata metode berpikir tetapi juga dipraktikkan dalam kehidupan.

"Saat ini, Islam moderat menjadi trending topic di dunia," katanya.

Munas itu diikuti oleh seluruh pengurus MUI dari seluruh Tanah Air. Pada Munas tersebut juga dilakukan pemilihan Ketua Umum MUI.

"Kami yakin pemilihan ketua umum akan berlangsung adem-ayem, katanya.

Munas kali ini merupakan pertama kalinya dilangsungkan di luar Jakarta.

Disinggung mengenai banyaknya kritikan yang ditujukan kepada MUI terkait fatwa, dia menjelaskan selama ini pengurus MUI saat ini telah bekerja keras sesuai dengan tugas pokok.

"MUI merupakan wadah para cendikiawan. Kalau ada yang tidak senang dan mengkritik merupakan hal yang wajar. Sampai saat ini, saya tidak melihat reputasi MUI menurun tetapi malah menanjak karena banyak persoalan umat yang dibahas," ujar dia. (Antara/Mukafi Niam)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG