Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Muktamar Ke-33 Sukses, PCNU Padang Gelar Syukuran

Muktamar Ke-33 Sukses, PCNU Padang Gelar Syukuran

Padang, NU Online
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Padang bersyukur atas suksesnya perhelatan Muktamar Ke-33 NU di Jombang yang memilih KH Ma'ruf Amin sebagai Rais Aam PBNU dan KH Said Aqil Siroj Ketua Umum PBNU. Dengan terpilihnya pimpinan PBNU yang baru, PCNU Padang berharap semua pihak yang merasa tidak puas bisa menerimanya.
<>
Syukuran yang dirangkai dengan acara halal bi halal ini berlangsung di kantor PCNU Padang di Jalan Ranah Binuang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Jumat (21/8) malam. Hadir dalam kesempatan ini Kepala Kemenag Kota Padang Japeri, Rais Syuriah PCNU Kota Padang Sumardi Basir, Sekretaris PW Fatayat NU Sumbar Desri Nora, dan warga Nadhiyin lainnya.

Ketua PCNU Kota Padang Yultel Ardi mengungkapkan, bagi PCNU Padang, siapa pun yang terpilih melalui muktamar NU, kita akan dukung dalam menjalankan program PBNU lima tahun ke depan. Sebagai sebuah proses pemilihan, tentu ada yang terpilih dan ada pula yang belum terpilih. "Kita berharap, bagi yang belum terpilih, silakan ikut pada muktamar yang akan datang," kata Yultel.

Nadhiyin di Kota Padang memang mendengar kegaduhan selama Muktamar melalui media. Namun, menurutnya, sesungguhnya tidak terlalu gaduh seperti diberitakan media. "Melalui halal bihalal dan syukuran ini, kami sampaikan bahwa muktamar NU sudah berhasil memilih pemimpin PBNU lima tahun mendatang," kata Yultel menambahkan.

Mustasyar PWNU Sumbar Prof. Dr. Asasriwarni dalam tausyiahnya mengatakan, acara syukuran ini wajar diadakan PCNU Padang. "Kita bersyukur terpilih pimpinan baru PBNU. Karena bersyukur itu penting kita lakukan sebagai manusia, hamba Allah," kata Asasriwarni guru besar IAIN Imam Bonjol Padang ini.

Asasriwarni memberikan contoh, orang yang memiliki gubuk tua yang hampir runtuh, tidak memiliki kaki, masih saja selalu bersyukur kepada Allah. Kenapa ia bersyukur? Ternyata ia merasa masih memiliki gubuk tua, sementara orang lain tidak punya. Ia kehilangan kaki, sementara orang lain kehilangan kaki dan tangan, bahkan nyawa orang lain pun sudah berpisah dengan badan. "Artinya, sudah sepantasnya kita selalu bersyukur terhadap apa yang kita miliki dan rasakan," kata Asasriwarni menambahkan. (Armaidi Tanjung/Mahbib)


Foto: Tampak Ketua PCNU Padang Yultel Ardi, Kepala Kemenag Kota Padang Japeri dan Musytasyar PWNU Sumbar Asasriwarni.

BNI Mobile