IMG-LOGO
Daerah

Akreditasi, Ansor Jombang Perbaiki Sistem Informasi dan Administrasi

Kamis 27 Agustus 2015 6:30 WIB
Bagikan:
Akreditasi, Ansor Jombang Perbaiki Sistem Informasi dan Administrasi

Jombang, NU Online
Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jombang menggelar sosialisasi akreditasi, Sistem Informasi Anggota Gerakan Pemuda Ansor (SIGAP), dan pelatihan administasi organisasi di MI Al-Istiqomah, Yayasan Al-Istiqomah, Mojongapit, Jombang, Jawa Timur, Selasa (25/8).
<>
Ketua PC GP Ansor Jombang, H. Zulfikar Damam Ikhwanto menyampaikan, kegiatan ini dihadiri Pimpinan Cabang, Ketua dan Sekretaris dari Seluruh Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor se-Kabupaten Jombang. "Adanya sosialisasi akreditasi ini dapat memberikan motivasi sekaligus kejelasan arah dalam mengelola organisasi," ungkapnya.

Setidaknya ada beberapa indikator yang bisa dijadikan acuan dalam menata Ansor, yaitu majelis dzikir dan shalawat Rijalul Ansor atau kegiatan peringatan hari besar agama Islam, kaderisasi, lembaga keuangan mikro syari'ah, lembaga kursus dan pelatihan, kebanseran, struktur organisasi dan pendataan anggota Ansor dalam SIGAP online.

"Sehingga kinerja organisasi bisa diukur dan kelayakan dalam pengelolaan organisasi juga dapat dinilai," katanya. Akhirnya reward dan punishment pun akan diberlakukan berdasar hasil akreditasi itu, lanjutnya.

Sementara materi tertib administrasi, pengisian laporan akreditasi dan pelatihan aplikasi SIGAP online dipandu sekretaris umum PC GP Ansor Jombang, Muizzun Hakam. "Dengan diadakannya kegiatan ini diharapkan pengurus PAC dapat menertibkan administrasi organisasi, melakukan pendataan anggota melalui SIGAP online, menjalankan kegiatan sebagaimana yang dijadikan indikator penilaian dalam akreditasi dan disampaikan ke ranting masing-masing," tandas Muiz, panggilan akrabnya.

Ditambahkan, di samping materi tersebut, peserta juga mendapatkan materi sekilas jurnalistik dari Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jombang, M. Afairur Ramadhan.

"Hal ini untuk memperkaya khazanah kepenulisan dalam rangka mempublikasikan kegiatan, baik di media sosial atau media online," terangnya.

Usai pelatihan, akan dilakukan tindak lanjut dari kegiatan untuk memantapkan materi yang didapat, utamanya melalui komunikasi intensif dan asistensi atau pendampingan. (Syaifullah/Mahbib)

Bagikan:
Kamis 27 Agustus 2015 23:1 WIB
Orientasi, Mahasiswa Baru UIN Bandung Dikenalkan Islam Nusantara
Orientasi, Mahasiswa Baru UIN Bandung Dikenalkan Islam Nusantara

Bandung, NU Online
Islam tidak datang di tempat yang kosong, begitu pula Islam yang datang di Nusantara telah didekati dengan budaya-budaya khas lokal sehingga Islam di Nusantara mempunyai karakteristik yang khas di banding Islam di tempat-tempat lain.<>

Demikian disampaikan Zastrow Al-Ngatawi, Ketua Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi), saat mengisi materi Islam Nusantara pada Orientasi Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan (OPAK) UIN Sunan Gunung Djati, Kamis (27/8) siang, di aula utama kampus.

Zastrow menjelaskan datangnya Islam bertemu dengan berbagai suku serta budayanya menjadikan corak Islam banyak variannya.

"Ini (Islam Nusantara) bukan agama baru, tapi budaya dan tradisi (Nusantara) hanyalah sebagai pendekatan dan alat menjalankan ajaran Islam," jelasnya dihadapan sekitar 6000 mahasiswa baru tahun ajaran 2015-2016.

Lebih lanjut, Budayawan kelahiran Pati itu memaparkan ciri-ciri Islam Nusantara, di antaranya mampu merajut keberagaman, mengedepankan akhlak dan kearifan daripada legal-formal Islam. "Islam Nusantara itu tidak keras, tapi damai, walaupun ada konflik namun tetap diselesaikan dengan damai," imbuhnya.

Dalam konteks keindonesiaan, Zastrow menegaskan bahwa Pancasila sudah mencerminkan nilai-nilai keislaman melalui landasan ayat-ayat al-Qur'an yang ia sampaikan.

"Jadi, NKRI adalah Islam Indonesia. Cara mengamalakan Islam yang terbaik, karena kalau Islam yang terbenar hanya Allah yang tahu. Makanya kita bersyukur punya Indonesia," tegas Zastrow dalam orientasi yang bertajuk Internalisasi Nilai-Nilai Keislaman dan Keindonesiaan.

Ia berpesan kepada mahasiswa baru UIN Sunan Gunung Djati Bandung supaya mengenali tradisi sendiri, bukan terbawa arus budaya asing. "Pelajari tokoh-tokoh Nusantara, supaya anda semua tidak tersesat dibelantara zaman," pesannya. (M Zidni Nafi'/Fathoni)

Kamis 27 Agustus 2015 22:4 WIB
Ma’arif NU Jombang Sapa Madrasah di Lereng Hutan
Ma’arif NU Jombang Sapa Madrasah di Lereng Hutan

Jombang, NU Online
Kebanyakan para pegiat dan pengabdi pendidikan yang tulus ada di tingkatan bawah. Dengan keterbatasan yang dimiliki, mereka masih berkenan membina peserta didik dengan penuh keikhlasan. Kiprah seperti ini tidak luput dari perhatian LP Ma'arif NU Jombang.
<>
Pengurus LP Ma'arif NU Jombang memiliki program bulanan yang bernama silaturahmi dan bakti sosial. "Kegiatan ini hasil kerja sama LP Ma'arif NU bersama kelompok kerja penyuluh kabupaten Jombang," kata Ketua LP Ma'arif Jombang, KH Salmanuddin, Rabu (27/8) petang.

Untuk bulan ini, lokasi yang dituju adalah MI Ma'arif NU Raden Patah yang berada di desa Cupak kecamatan Ngusikan. Kegiatan ini diikuti KH Taufiq Abdul Jalil (PCNU Jombang), utusan dari MWC Ma'arif NU Kudu, Ploso, Ngusikan, serta Kesamben. Juga ikut bergabung 10 penyuluh Kementerian Agama Jombang.

Perasaan iba, sedih, haru, dan salut campur aduk saat rombongan menginjakkan kaki di madrasah yang berada di pinggiran hutan ini. Betapa tidak, jumlah peserta didik di madrasah tersebut hanya 23 siswa. "Itu adalah jumlah keseluruhan dari kelas 1 hingga 6," kata Gus Salman, sapaan akrabnya.

Namun kendati kondisinya cukup memprihatinkan, namun ada secercah kebanggaan dari madrasah ini. "Meskipun berada di kawasan lereng hutan, namun madrasah ini berkenan untuk ikut Badan Hukum Perkumpulan Nahdhatul Ulama atau BHPNU," tandas Pengasuh pesantren Babussalam Kalibening Mojoagung ini.

Benar-benar istimewa dan sangat membanggakan, lanjutnya.

Di hadapan para guru dan murid, rombongan kemudian memberikan penyuluhan tentang arti pendidikan serta pentingnya menjaga kesehatan. "Meskipun berada di kawasan yang kurang mendapat perhatian, tapi kami berharap para guru dan murid di sini tetap semangat mengajar dan menuntut ilmu, serta berupaya menjaga kesehatan diri dan lingkungan," kata Gus Salman.

Usai pemberian materi kesehatan dan motivasi pendidikan, rombongan kemudian memberikan bantuan seragam kepada seluruh siswa. "Kami juga memberikan sejumlah alat olahraga, dan alat shalat kepada dewan guru serta layanan kesehatan," katanya. 

"Apa yang kita lakukan selama ini, rasanya tidak sebanding dengan yang mereka khidmatkan kepada agama, bangsa dan negara, juga NU," tandas alumnus Madrasatul Qur'an Tebuireng ini. 

Kesadaran untuk bergabung dalam BHPNU menjadi bukti nyata bahwa madrasah ini taat organisasi. "Dan itu ternyata dilakukan dengan penuh kesadaran diri oleh madrasah yang memiliki tenaga pengajar, siswa dan fasilitas yang cukup memprihatinkan," katanya dengan mata berkaca-kaca.

Karena itu, dengan segala keterbatasan yang dimiliki, LP Ma'arif akan terus memberikan perhatian kepada madrasah yang memiliki loyalitas tinggi kepada NU.

Gus Salman berharap agar Ma'arif diberikan kekuatan untuk membantu agar keberadaan madrasah di kawasan terpencil seperti ini bisa mendapatkan perhatian. "Ini bentuk kepedulian kita kepada masa depan dan generasi NU di masa mendatang," pungkasnya. (Syaifullah/Alhafiz K)

Kamis 27 Agustus 2015 21:1 WIB
Lakpesdam NU Mataram Gelar Lomba Film Pendek Bagi Pelajar-Mahasiswa
Lakpesdam NU Mataram Gelar Lomba Film Pendek Bagi Pelajar-Mahasiswa

Mataram, NU Online
Lakpesdam NU Kota Mataram akan menggelar lomba pembuatan film pendek bagi pelajar dan mahasiswa se-Pulau Lombok. Lomba pembuatan film pendek mengangkat tema toleransi dan perdamaian sebagai bagian dari bentuk komitmen Nahdlatul Ulama Kota Mataram dalam menjaga kerukunan dan kedamaian di tengah masyarakat.<>

Ketua PC NU Kota Mataram Fairus Zabadi, SH menyambut baik ide Lakpesdam NU yang akan melaksanakan lomba ini. 

“Saya sangat mendukung kegiatan seperti ini, saya berharap teman-teman Lakpesdam NU Mataram lebih serius menyiapkan segala sesuatu untuk acara ini, cara-cara seperti inilah yang kita butuhkan dalam mengelola dan memahamkan masyarakat akan pentingnya hidup bertoleransi dan menjaga perdamaian,” jelasnya.

Sementara itu, Jay, penanggung jawab kegiatan ketika ditanya terkait teknis dan persiapan lomba, panitia menjelaskan saat ini sedang menyiapkan pengumuman dan formulir pendaftaran bagi para peserta. Pihaknya telah mencetak poster dan formulir bagi para peserta, dan oleh panitia nantinya akan disebar ke semua sekolah dan perguruan tinggi se-Pulau Lombok.  

Menurutnya, lomba ini kita adakan untuk memberi kesempatan kepada seluruh sineas muda khususnya para pelajar dan mahasiswa  di Lombok. kami berkayakinan banyak pelajar dan mahasiwa yang kratif dalam dunia perfilman, namun tidak ada ruang mengekspresikan serta menunjukkan hasil karya dan ide kreatif mereka.  

Ketentuan lomba

Kriteria lomba:
1. Durasi film 5 – 10 menit
2. Karya bebas, bisa berupa fiksi, cerita dan maupun dokumenter.
3. Inspiratif, mendidik, dan berwawasan.
4. Merupakan karya orisinil dan belum pernah dipublikasikan.
5. Tidak pernah mengikuti lomba film sebelumnya.

Persyaratan peserta:
1. Pelajar dan mahasiswa
2. Menyerahkan Kartu Pelajar dan Kartu Mahasiswa
3. Mengisi formulir pendaftaran
4. Formulir pendaftaran dapat diambil di Kantor PC Lakpesdam NU Mataram 

Adapun pendaftaran peserta dimulai tanggal 1-10 September 2015, pengambilan/pembuatan film 11-30 September 2015, penyerahan hasil karya 1-5 Oktober 2015, dan pengumuman pemenang tanggal 10 Oktober 2015. Kontak person resmi panitia, dapat menghubungi, Jay (081917026119), Cul (081916593452), Mustar (087865121040), dan Lia (081803752894). 

(Red: Fathoni)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG