IMG-LOGO
Daerah
HARI PERDAMAIAN

Gusdurian dan Nurul Falah Tanggamus Suarakan Kelestarian Lingkungan

Kamis 17 September 2015 21:02 WIB
Gusdurian dan Nurul Falah Tanggamus Suarakan Kelestarian Lingkungan

Tanggamus, NU Online
Jaringan Gusdurian di Lampung bekerja sama dengan Yayasan Nurul Falah Gunung Tiga kecamatan Pugung kabupaten Tanggamus mengawali peringatan Hari Perdamaian yang jatuh pada 21 September mendatang dengan seruan perdamaian terhadap lingkungan hidup. Kedua pihak berencana menggelar kelas menulis lingkungan hidup bertema "Berdamai dengan Lingkungan Hidup. Berdamai dengan Masa Depan Yang Hidup".
<>
Kepala MTs Nurul Falah Fatchurrochman Syam di Tanggamus, Kamis (16/9) menyatakan, masyarakat daerah itu tinggal di desa dengan nama yang mengidentikan pegunungan.

"Nama desa kita Gunung Tiga namun ternyata juga kesusahan air. Keindahan burung dengan kicauan paginya juga tidak terdengar lagi karena rumahnya dihilangkan dengan paksa untuk keperluan industri," ujar dia lagi.

Berkaitan dengan itu, aktivis Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) Lampung itu meminta sekitar 50 pelajar SMK dan MTs Nurul Falah Tanggamus yang menjadi peserta kegiatan berpikir kritis.

"Lalu bagaimana dengan masa depan kita? Bagaimana anak cucu kita kelak? Bagaimana dengan anak cucu kalian? Kalau pohon yang menyimpan air dilenyapkan, mau bagaimana lagi?" kata Ajengan Teater Jabal Tanggamus itu pula.

Capaian diharapkan dari kelas menulis lingkungan hidup berlangsung mulai Rabu 15 hingga Kamis 16 September 2015 dengan narasumber utama Gatot Arifianto, Koordinator The Society of Indonesian Environmental Journalist (SIEJ) Lampung dan aktivis AJI serta Gusdurian ialah buletin diterbitkan tiga bulan sekali.

"Selain itu, saya berharap sekali satu orang siswa bisa menanam satu pohon, ini kaitannya dengan lingkungan hidup," ujar Fatchurrochman pada kegiatan terselenggara dengan dukungan GP Ansor Waykanan, Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN), SIEJ Lampung dan Yayasan Shuffah Blambangan Umpu itu.

Jaringan Gusdurian di seluruh Indonesia memperingati Hari Perdamaian dengan beragam. Di Lampung, peringatan hari itu dilakukan dengan melakukan kelas menulis lingkungan hidup.

"Gus Dur semasa menjadi presiden sudah mengajak masyarakat untuk gemar menanam pohon, selain berdampak positif bagi lingkungan, pohon seperti jati, mahoni, akasia, sengon yang ditanam juga bisa digunakan untuk keperluan ekonomi. Namun harapan Gus Dur sepertinya belum terealisasi. Wajar bagi kami yang meneladani beliau turun tangan mengingatkan persoalan-persoalan lingkungan hidup yang harus ditangani bersama," kata Gatot menambahkan.

Dalam mengajar, anggota AJI Bandar Lampung itu mengajak peserta menemukan sendiri 5 W 1 H dari berita-berita dibagikan panitia, praktek menulis, diskusi dan evaluasi hasil karya. Selain itu, Ketua GP Ansor Waykanan ini juga membawa pelajar observasi lapangan untuk wawancara hingga menyaksikan film dokumenter "Samin VS Semen" karya Dandhy D Laksono dan Ucok Parta produksi WatchdoC.

Cahya Hamdana, pelajar kelas 8A MTs Nurul Falah mengaku kegiatan itu menarik. Ada ilmu baru didapatkannya yang bisa digunakan untuk melihat pengetahuan. "Saya ditugaskan turun ke lapangan wawancara. Dapat pengetahuan jika barang bekas bisa dimanfaatkan menjadi barang berharga. Melalui pelatihan ini, kita diingatkan untuk lebih bisa menjaga lingkungan.”

"Kekeringan yang kami saksikan sangat memprihatinkan. Saat tugas liputan dan wawancara, saya melihat kolam ikan yang menjadi kering betul," ujar Resma Wulandari pelajar kelas 9B MTs Nurul Falah menambahkan.

Dalam tugas wawancaranya, Resma mengaku sejumlah penduduk menyatakan kemarau terjadi akibat manusia menebang pohon hingga tidak ada serapan air.

"Karena itu warga berharap seharusnya tidak ada penebangan pohon secara liar dan manusia harus menjaga lingkungan. Saya termotivasi untuk merawat atau menaman pohon lebih banyak lagi," kata Resma. (Kiswanto/Alhafiz K)

Bagikan:
IMG
IMG