IMG-LOGO
Nasional

Jelang Asian Games, Menpora Ajak Fatayat Siapkan Atlet Perempuan

Senin 21 September 2015 10:7 WIB
Bagikan:
Jelang Asian Games, Menpora Ajak Fatayat Siapkan Atlet Perempuan

Surabaya, NU Online
Indonesia akan menjadi tuan rumah Asian Games tahun 2018 mendatang. Saat menghadiri Kongres Ke-15 Fatayat NU, secara khusus Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi meminta agar muncul olahragawati atau atlet perempuan dari kalangan nahdliyin.
<>
Permintaan ini disampaikan Imam Nahrawi di arena Kongres Fatayat NU di Asrama Haji Surabaya di Sukolilo, Sabtu (19/9) malam. "Saya minta Fatayat menyiapkan stok olahragawati. Kami punya beban berat untuk menyediakan atlet wanita karena Indonesia akan jadi tuan rumah Asian Games tahun 2018," ujarnya.

Nahrawi berharap para perempuan tidak memandang sebelah mata terhadap olahraga. Bahkan, ia telah melakukan sejumlah pendekatan agar muslimah juga bisa berpartisipasi di banyak cabang olahraga, termasuk renang. "Kami sudah berbicara dengan Olympic Council of Asia (Dewan Olimpiade Asia) agar atlet renang muslimah bisa menggunakan kostum yang menutup aurat," katanya.

Alumnus UIN Sunan Ampel Surabaya ini juga mengemukakan rendahnya perhatian perempuan terhadap olahraga. Ia kemudian membandingkan sejumlah negara muslim yang memiliki atlet perempuan berprestasi termasuk sepak bola. "Karena itu saya mengajak Fatayat bekerja sama untuk melahirkan olahragawati-olahragawati berkualitas," tegasnya.

Kementeriannya sangat terbuka bila Fatayat NU akan melakukan pembinaan olah raga, asal dilakukan secara intensif. "Kalau bisa Fatayat NU bisa menyelenggarakan Pekan Olahraga Nasional Fatayat NU," kata Menpora yang mendapat sambutan tepuk tangan peserta. 

Nahrawi berjanji kementeriannya akan membuka akses dukungan dengan memberikan bantuan fasilitas dan pendanaan untuk kegiatan pengembangan olahraga berbasis organisasi kepemudaan. "Ini dalam rangka menumbuhkan semangat keolahragaan di tengah-tengah masyarakat," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Imam Nahrawi juga menyampaikan bahwa sejumlah program di kementeriannya yang bisa disinergikan.  "Salah satunya seperti beasiswa di Kemenpora yang sudah berjalan lama," tandasnya.

Besar harapan Fatayat NU bisa ikut berperan serta dalam memanfaatkan beasiswa tersebut, lanjutnya. Begitu juga dengan berbagai pelatihan yang mana Fatayat NU bisa terlibat karena masuk dalam Organisasi Kepemudaan (OKP). "Saya yakin fondasi Indonesia akan semakin kokoh jika Fatayat NU terlibat lahir batin dalam menjaga Kesatuan Negara Republik Indonesia (NKRI)," kata Cak Imam, sapaan akrabnya.

Sebelumnya,  Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj secara resmi membuka forum tertinggi ini di GOR Kertajaya. Kongres Fatayat NU diikuti sekitar 1500 peserta yang merupakan utusan dari 34 provinsi se-Indonesia, serta cabang istimewa seperti dari Taiwan dan Malaysia. (Ibnu Nawawi/Alhafiz K)

Bagikan:
Senin 21 September 2015 20:1 WIB
Lazisnu Salurkan 10 Ribu Paket Kurban
Lazisnu Salurkan 10 Ribu Paket Kurban

Jakarta, NU Online
Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah (Lazisnu) akan menyalurkan sekitar 10 ribu paket daging kurban kepada yang berhak menerimanya. Paket-paket tersebut akan dibagikan di 10 kota besar melalui PWNU yang berkoordinasi dengan Lazisnu di daerah masing-masing.
<>
Direktur Eksekutif Pengurus Pusat LAZISNU Nur Rohman, di kantor Pengurus Pusat Lazisnu, gedung PBNU, Jakarta, Senin (21/9) mengatakan, paket tersebut merupakan penyaluran 10 sapi kurban dari PT Bintang Toedjo Extra Joss.

Ia menyebut 10 kota besar yaitu Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Bogor, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Banjarmasin, dan Makassar. “Untuk Jakarta, disalurkan dari gedung PBNU dari sapi berbobot 1 ton dan 3 sapi sumbangan pribadi dari 2 dermawan,” katanya.

Lazisnu, sambungnya, akan menjaga amanah yang diberikan Extra Joss dan para dermawan dengan menyalurkannya tepat sasaran. “Semua akan serempak dipotong tepat tanggal 10 Dzulhijjah,” tambahnya.  

Menurut Direktur PT Bintang Toedjo Simon Jonatan, kurban adalah tradisi tahunan perusahaan yang dipimpinnya dengan total 1 milyar. Hal itu dilakukan sejak tahun 2000an. Sementara kerja sama dengan Lazisnu (PBNU) baru memasuki tahun ketiga.

Selain kerja sama dengan Lazisnu di 10 kota, perusahaannya juga mensupport kepanitiaan kurban di 1000 masjid di seluruh Indonesia. Support tersebut dalam bentuk pengadaan kantong plastik, kaos panitia, dan upah penyembelih.

Senior Brand Manager Extra Joss, Kustanto, menyinggung tema tahun ini, “Laki Berjuang Demi Kurban” agar semangat untuk membantu dan menolong sesama dilakukan dengan upaya keras. “Tidak cukup dengan keikhlasan saja, namun juga butuh perjuangan yang memang tidak mudah.”

Sapi kurban yang akan disalurkan Lazisnu tersebut diserahterimakan dari Simon Jonatan kepada Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di halaman gedung PBNU, Jakarta, (21/9) disaksikan Sekretaris Jenderal PBNU H Helmy Faishal  Zaini, Bendahara Umum PBNU H Bina Suhendra, Ketua PBNU KH Abdul Manan A Ghani, dan Ketua Pengurus Pusat Lazisnu Syamsul Huda. (Abdullah Alawi)

Senin 21 September 2015 19:31 WIB
KONGRES KE-15 FATAYAT NU
Khofifah Ajak Fatayat Perkuat Ketahanan Keluarga
Khofifah Ajak Fatayat Perkuat Ketahanan Keluarga

Surabaya, NU Online
Kasus gugat cerai perempuan di pinggiran Jawa Tengah itu tinggi, mendekati 80 persen. Yang mengalami seperti ini itu biasanya yang mengalami kemandirian cukup cepat. <>

Demikian disampaikan Mentri Sosial Khofifah Indar Parawansah saat menyampaikan materi di arena Kongres ke-15 Fatayat NU, Ahad (20/9) Siang di Aula Mina Asrama Haji Surabaya.

"Pada posisi seperti ini maka lembaga-lembaga konsultasi keluarga di level umur-umur Fatayat itu menjadi sangat penting," tegasnya.

“Satu sisi, tambahnya, kita melihat betapa pentingnya ketahanan keluarga. Di sisi yang lain, ketika keluarga itu rapuh, maka yang menjadi implikasi sosial di dalamnya adalah anak-anak yang terlahir dari keluarga yang mengalami masalah sosial seperti itu,” jelasnya.

Sebab itu, lanjutnya, keluarga khususnya kader-kader Fatayat dapat memberikan proteksi terhadap pendidikan dan tumbuh kembang sang anak. Kalau ada anak yang lahir dari kondisi keluarga seperti itu, dan tidak ada pekerja sosial masyarakat yang melakukan proses penghantaran pada tumbuh kembang anak. Maka anak ini akan dibesarkan oleh lingkungan.

"Inilah tugas bersama kita dalam memperkuat ketahanan keluarga. Kita mulai dari life cycle-nya yang disesuaikan dengan segmentasi IPPNU, Fatayat atau Muslimat. Baru kita lakukan pemetaan demografi yang ada di lingkungan NU,"ajaknya. (Suhendra/Mukafi Niam)

Senin 21 September 2015 19:4 WIB
PBNU Terima Hewan Kurban dari Pesantren Tahfidz Turki
PBNU Terima Hewan Kurban dari Pesantren Tahfidz Turki

Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali menjalin kerja sama dengan pesantren tahfizh Turki  Sulaimaniyah. Selain kerja sama di bidang pendidikan, kedua pihak ini juga menjalin kerja sama dalam penyaluran hewan kurban.
<>
“Hubungan Indonesia dan Turki bukan hal baru. Kerja sama mereka pernah terjadi di masa kerajaan Islam di Samudra Pasai lima ratus hingga enam ratus silam,” kata Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj membuka pertemuan serah terima hewan kurban di Jakarta, Senin (21/9) sore.

Sulaimaniyah merupakan yayasan pendidikan tahfizh Al-Quran yang didanai muslim Turki. Yayasan ini membuka sebanyak 600 cabang pesantren tahfidz di Indonesia dengan pusat di Jakarta.

“Kita terima sebanyak 5 ekor sapi. Kita mengucapkan terima kasih kepada Sulaimaniyah,” kata Kang Said.

Sementara Direktur Pusat Tahfizh Al-Quran Sulaimaniyah Farhat Abbas mengucapkan terima kasih kepada Nahdlatul Ulama yang telah mencetak banyak santri penghafal Al-Quran.

“Kita sering memberikan beasiswa untuk santri penghafal Al-Quran untuk melanjutkan studi di Turki. Dan mereka kebanyakan berasal dari pesantren-pesantren NU,” kata Farhat.

Warga muslim Turki, kata Farhat, umumnya bermadzhab Hanafi. Dengan demikian ibadah kurban adalah wajib, tidak seperti madzhab syafi’I yang memandangnya sebagai sunah.

“Kita memunyai 3000 hewan yang akan disalurkan ke berbagai daerah di Indonesia,” kata Farhat. (Alhafiz K)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG