IMG-LOGO
Nasional

Liga Santri Nusantara Zona NTB Resmi Dimulai

Senin 21 September 2015 18:2 WIB
Bagikan:
Liga Santri Nusantara Zona NTB Resmi Dimulai

Lombok Barat, NU Online 
Babak penyisihan Liga Santri Nusantara Zona Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi dimulai. Peresmian ditandai dengan kick off yang dilakukan oleh Sekjen PBNU, A Helmy Faishal Zaini di Lapangan Kediri Kabupaten Lombok Barat, Ahad (20/9) sore.<>

Sebelum  kick off, Helmy Faishal menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga yang telah peduli terhadap dunia olahraga santri di pesantren.  

"Selamat bertanding, junjung tinggi nilai sportivitas," pintanya. 

Sebelumnya, Koodinator wilayah LSN NTB, Yek Agif Al-Qadri menyampaikan, bahwa Liga Santri baru kali ini diselenggarakan oleh kementerian. Hampir 15 tahun Indonesia tidak memiliki perestasi di bidang olah raga khususnya sepak bola. 

"Karena itu, LSN Zona NTB diadakan di Kediri, Lombok Barat yang menjadi wilayah kota santri untuk memulai turnamen dengan kejujuran yang menjadi spirit pesantren," kata mantan pengurus PB PMII ini.

Lebih lanjut, ia menegaskan Liga Santri ini tidak ada intervensi dari manapun termasuk pengaturan skor bagi yang bertanding.

Jalannya pertandingan

Pertandingan perdana langsung dimulai antara Pesantren Al-Manshuriyah Ta'limushbiyan Bonder VS Pesantren Abhariyah NU Jerneng.

Dari awal babak pertama Abharyiah mulai tampil dengan menguasai bola dilapangan. Namun tidak lama waktu berjalan pemain Al-Manshuriyah Ta'limushibyain lebih dulu membobol gawang lawan, skor 1-0 bertahan hingga babak pertama berakhir.

Di babak kedua, Abharyiah lebih menguasai bola dengan umpan-umpan pendek yang cukup merepotkan barisan pertahanan Al-Manshuriyah. 

Strateginya pun cukup ampuh, Abhariyah mampu mengejar ketertinggalan di babak pertama. Tak tanggung-tanggung, pada babak kedua, Abharyiah mampu mencetak 3 goal sehingga kedudukan menjadi 3-1 hingga pluit akhir babak kedua. Kedudukan tak berubah dengan skor 3-1 untuk kemenangan Abharyiah. (Hadi/Fathoni)

Bagikan:
Senin 21 September 2015 20:1 WIB
Lazisnu Salurkan 10 Ribu Paket Kurban
Lazisnu Salurkan 10 Ribu Paket Kurban

Jakarta, NU Online
Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah (Lazisnu) akan menyalurkan sekitar 10 ribu paket daging kurban kepada yang berhak menerimanya. Paket-paket tersebut akan dibagikan di 10 kota besar melalui PWNU yang berkoordinasi dengan Lazisnu di daerah masing-masing.
<>
Direktur Eksekutif Pengurus Pusat LAZISNU Nur Rohman, di kantor Pengurus Pusat Lazisnu, gedung PBNU, Jakarta, Senin (21/9) mengatakan, paket tersebut merupakan penyaluran 10 sapi kurban dari PT Bintang Toedjo Extra Joss.

Ia menyebut 10 kota besar yaitu Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Bogor, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Banjarmasin, dan Makassar. “Untuk Jakarta, disalurkan dari gedung PBNU dari sapi berbobot 1 ton dan 3 sapi sumbangan pribadi dari 2 dermawan,” katanya.

Lazisnu, sambungnya, akan menjaga amanah yang diberikan Extra Joss dan para dermawan dengan menyalurkannya tepat sasaran. “Semua akan serempak dipotong tepat tanggal 10 Dzulhijjah,” tambahnya.  

Menurut Direktur PT Bintang Toedjo Simon Jonatan, kurban adalah tradisi tahunan perusahaan yang dipimpinnya dengan total 1 milyar. Hal itu dilakukan sejak tahun 2000an. Sementara kerja sama dengan Lazisnu (PBNU) baru memasuki tahun ketiga.

Selain kerja sama dengan Lazisnu di 10 kota, perusahaannya juga mensupport kepanitiaan kurban di 1000 masjid di seluruh Indonesia. Support tersebut dalam bentuk pengadaan kantong plastik, kaos panitia, dan upah penyembelih.

Senior Brand Manager Extra Joss, Kustanto, menyinggung tema tahun ini, “Laki Berjuang Demi Kurban” agar semangat untuk membantu dan menolong sesama dilakukan dengan upaya keras. “Tidak cukup dengan keikhlasan saja, namun juga butuh perjuangan yang memang tidak mudah.”

Sapi kurban yang akan disalurkan Lazisnu tersebut diserahterimakan dari Simon Jonatan kepada Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di halaman gedung PBNU, Jakarta, (21/9) disaksikan Sekretaris Jenderal PBNU H Helmy Faishal  Zaini, Bendahara Umum PBNU H Bina Suhendra, Ketua PBNU KH Abdul Manan A Ghani, dan Ketua Pengurus Pusat Lazisnu Syamsul Huda. (Abdullah Alawi)

Senin 21 September 2015 19:31 WIB
KONGRES KE-15 FATAYAT NU
Khofifah Ajak Fatayat Perkuat Ketahanan Keluarga
Khofifah Ajak Fatayat Perkuat Ketahanan Keluarga

Surabaya, NU Online
Kasus gugat cerai perempuan di pinggiran Jawa Tengah itu tinggi, mendekati 80 persen. Yang mengalami seperti ini itu biasanya yang mengalami kemandirian cukup cepat. <>

Demikian disampaikan Mentri Sosial Khofifah Indar Parawansah saat menyampaikan materi di arena Kongres ke-15 Fatayat NU, Ahad (20/9) Siang di Aula Mina Asrama Haji Surabaya.

"Pada posisi seperti ini maka lembaga-lembaga konsultasi keluarga di level umur-umur Fatayat itu menjadi sangat penting," tegasnya.

“Satu sisi, tambahnya, kita melihat betapa pentingnya ketahanan keluarga. Di sisi yang lain, ketika keluarga itu rapuh, maka yang menjadi implikasi sosial di dalamnya adalah anak-anak yang terlahir dari keluarga yang mengalami masalah sosial seperti itu,” jelasnya.

Sebab itu, lanjutnya, keluarga khususnya kader-kader Fatayat dapat memberikan proteksi terhadap pendidikan dan tumbuh kembang sang anak. Kalau ada anak yang lahir dari kondisi keluarga seperti itu, dan tidak ada pekerja sosial masyarakat yang melakukan proses penghantaran pada tumbuh kembang anak. Maka anak ini akan dibesarkan oleh lingkungan.

"Inilah tugas bersama kita dalam memperkuat ketahanan keluarga. Kita mulai dari life cycle-nya yang disesuaikan dengan segmentasi IPPNU, Fatayat atau Muslimat. Baru kita lakukan pemetaan demografi yang ada di lingkungan NU,"ajaknya. (Suhendra/Mukafi Niam)

Senin 21 September 2015 19:4 WIB
PBNU Terima Hewan Kurban dari Pesantren Tahfidz Turki
PBNU Terima Hewan Kurban dari Pesantren Tahfidz Turki

Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali menjalin kerja sama dengan pesantren tahfizh Turki  Sulaimaniyah. Selain kerja sama di bidang pendidikan, kedua pihak ini juga menjalin kerja sama dalam penyaluran hewan kurban.
<>
“Hubungan Indonesia dan Turki bukan hal baru. Kerja sama mereka pernah terjadi di masa kerajaan Islam di Samudra Pasai lima ratus hingga enam ratus silam,” kata Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj membuka pertemuan serah terima hewan kurban di Jakarta, Senin (21/9) sore.

Sulaimaniyah merupakan yayasan pendidikan tahfizh Al-Quran yang didanai muslim Turki. Yayasan ini membuka sebanyak 600 cabang pesantren tahfidz di Indonesia dengan pusat di Jakarta.

“Kita terima sebanyak 5 ekor sapi. Kita mengucapkan terima kasih kepada Sulaimaniyah,” kata Kang Said.

Sementara Direktur Pusat Tahfizh Al-Quran Sulaimaniyah Farhat Abbas mengucapkan terima kasih kepada Nahdlatul Ulama yang telah mencetak banyak santri penghafal Al-Quran.

“Kita sering memberikan beasiswa untuk santri penghafal Al-Quran untuk melanjutkan studi di Turki. Dan mereka kebanyakan berasal dari pesantren-pesantren NU,” kata Farhat.

Warga muslim Turki, kata Farhat, umumnya bermadzhab Hanafi. Dengan demikian ibadah kurban adalah wajib, tidak seperti madzhab syafi’I yang memandangnya sebagai sunah.

“Kita memunyai 3000 hewan yang akan disalurkan ke berbagai daerah di Indonesia,” kata Farhat. (Alhafiz K)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG