IMG-LOGO
Nasional

Pesantren Abhariyah Juara Grup A LSN Zona NTB

Selasa 22 September 2015 13:0 WIB
Bagikan:
Pesantren Abhariyah Juara Grup A LSN Zona NTB

Mataram, NU Online
Pondok Pesantren Abhariyah Jerneng  Asuhan Rais Syuriyah PCNU Lombok Barat TGH Ulul Azmi keluar sebagai juara Group A setelah mengungguli Pesantren Qomarul Huda Bagu Lombok Tengah dengan skor 2-0 di Stadion Kediri Lombok Barat, Senin (21/9).<>

Babak penyisihan Liga Santri Nusantara (LSN) Zona NTB sudah berjalan dua hari dengan jadwal tiga kali pertandingan setiap hari. Pagi satu kali pertandingan dan sore dua kali pertandingan.

Jalannya pertandingan

Kemenangan Abhariyah diraih setelah Hariadi, pemain dengan nomor punggung 6 menjebol gawang Qomarul Huda dari Bagu di babak pertama.

Kemudian di babak kedua, pemain lini tengah, Lalu Zainul Hafidz dari Abhariyah melepaskan tendangan dari luar kotak penalti hingga kembali menjebol gawang lawan. Kedudukan 2-0 bertahan hingga pluit panjang berbunyi tanda pertandingan telah selesai.

Suharto, Pelatih Abhariyah  menargetkan, timnya bisa meraih kemenangan pada semi final yang akan dihelat Jum’at (25/9).

Guru senior Abhariyah ini juga berspesan kepada pemain asuhannya agar tetap menjaga nama baik pesantren dengan bermain sportif. "Saya berpesan kepada semua pemain dan para suporter agar tetap menjaga nama baik pesantren dengan tetap mejaga sportivitas," katanya. (Hadi/Fathoni)

Bagikan:
Selasa 22 September 2015 15:1 WIB
KONGRES KE-15 FATAYAT NU
Inti Demokrasi adalah Musyawarah Mufakat
Inti Demokrasi adalah Musyawarah Mufakat

Surabaya, NU Online
Ketua Steering Committee (SC) Kongres Ke-15 Fatayat NU, Hj Siti Masrifah memiliki pandangan bahwa dalam proses demokrasi tidak harus selalu voting atau pemungutan suara. Sebab itu, dalam prosesnya tidak perlu diselimuti suasana rusuh dan panas akibat voting.<>

"Kami justru ingin demokrasi berjalan aman, nyaman, teduh, dan jalan secara indah. Tidak ada yang ternodai," ujar Masyrifah kepada NU Online usai pengukuhan Ketua Umum baru PP Fatayat NU, Senin (21/9) tengah malam.

Artinya, lanjut Masyrifah, aklamasi bukan pilihan buruk dalam berdemokrasi. Dalam tata tertib (tatib) pemilihan pimpinan Fatayat yang baru, juga jelas menyatakan bahwa pemilihan diutamakan melalui musyawarah mufakat. Dan aklamasi merupakan salah satu bentuk musyawarah mufakat.

"Apalagi hampir 100 persen pengurus wilayah yang ada menyatakan dukungan kepada Anggia, kenapa harus dibuat voting. Saya kira nggak perlu lagi. Jadi, teman-teman wilayah membuat keputusan tepat malam ini," tegasnya.

Disinggung soal pengaruh aklamasi bagi pengkaderan berikutnya, Ketua PP Fatayat bidang organisasi dan pengkaderan ini menilai tidak ada masalah. "Kan sejak awal kami tidak membatasi seorang calon. Kader Fatayat siapapun itu sesuai AD/ART boleh mencalonkan sesuai tingkatannya," jelas Dosen IIQ Jakarta ini.

Masyrifah melihat Anggi memiliki cukup kecakapan memimpin Fatayat. "Anggi kan sudah menjabat sebagai Sekjen Fatayat selama 1,5 tahun menggantikan saya. Tau lah dapurnya Fatayat dan bagaimana menghidupkan dapur tersebut," ungkapnya.

Ketua DPP Perempuan Bangsa yang juga mantan Sekjen PP Fatayat ini berharap ketua umum terpilih bisa melanjutkan program pengurus era Ida Fauziyah. "Banyak PR besar yang harus dilakukan Fatayat terutama untuk mengawasi sebuah kebijakan yang tidak berpihak kepada perempuan. Berbuatlah yang terbaik bagi perempuan Indonesia," pungkas Masyrifah. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Selasa 22 September 2015 1:11 WIB
KONGRES KE-15 FATAYAT NU
Aklamasi, Anggia Ermarini Ketua Umum Baru Fatayat NU
Aklamasi, Anggia Ermarini Ketua Umum Baru Fatayat NU

Surabaya, NU Online
Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama demisioner Anggia Ermarini terpilih sebagai Ketum Umum Fatayat masa khidmah 2015-2020. Anggia terpilih secara aklamasi melalui keputusan sidang pleno terakhir dengan agenda pemilihan ketum baru.
<>
Keputusan tersebut dibacakan pada rapat pleno terakhir dengan ketua sidang Hj Wartiah (PW Fatayat NTB) dan sekretaris sidang Hj Muslimat (PW Fatayat Sulawesi Selatan) di Aula Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Senin (21/9) malam.

Anggi, demikian ia akrab dipanggil, dikukuhkan sebagai nakhoda baru organisasi perempuan muda NU pada Kongres ke-15 Fatayat yang digelar sejak 18 September 2015 kemarin.

Ucapan selamat dan sejumlah harapan diberikan kepada Anggi oleh para pimpinan Fatayat yang hadir di sidang pleno terakhir. Setelah dikukuhkan secara aklamasi, agenda Kongres XV Fatayat dinyatakan ditutup.

Anggia menyatakan terima kasih atas dukungan mayoritas anggota Fatayat yang diberikan kepada dirinya. Ia berharap, terpilihnya dia sebagai Ketum PP Fatayat menjadi manfaat bagi NU, Fatayat, dan maslahah bagi keluarganya.

"Semoga bermanfaat dan maslahah bagi semua, khususnya keluarga saya," ujar Anggi kepada NU Online di Aula Mina Asrama Haji Surabaya usai pengukuhan.

Disinggung agenda terdekat, Anggi menegaskan pihaknya segera menyusun kepengurusan baru dan percepatan program. Selain itu, ia akan menjalin silaturrahim dan komunikasi yang baik tidak hanya di pusat namun juga di daerah.

"Target saya, Oktober ini selesai semua kepengurusan. Lalu, November pelantikan dilanjutkan raker. Terima kasih yaa..," pungkas Anggi sembari tersenyum simpul. (Musthofa Asrori/Mahbib)

Selasa 22 September 2015 0:4 WIB
Dubes Inggris Harap Pelajarnya Lihat Kelenturan Islam Indonesia
Dubes Inggris Harap Pelajarnya Lihat Kelenturan Islam Indonesia

Jakarta, NU Online
Duta Besar Inggris untuk Indonesia Muazzam Malik menginginkan para pelajar dan mahasiswa Eropa khususnya Inggris melihat langsung pola keberagamaan orang-orang Indonesia menjalankan ajaran agama Islam. Dalam kunjungan kerja samanya dengan PBNU, Muazzam menyatakan dirinya terpikat dengan pemahaman dan praktik muslim Indonesia yang sangat toleran dan lentur dalam beragama.
<>
“Menurut saya, masyarakat muslim di Inggris masih terfokus ke Timur Tengah ketika melihat Islam. Padahal kalau saja mereka mau melirik gerakan Islam di Indonesia ini, mereka akan tercengang,” kata Muazzam ketika berkunjung ke Kantor PBNU, Jakarta, Senin (21/9) sore.

Ia sendiri terpana ketika melihat wanita berkerudung mengendarai sendiri sepeda motor di Yogyakarta. “Jujur saja, saya ini muslim. Tetapi menyaksikan pemandangan begini di Inggris atau di luar Indonesia, belum pernah,” kata Muazzam yang agak lancar berbahasa Indonesia.

Melihat pemandangan itu, ia mengambil gambar lalu mengirimkannya via whathapp kepada anaknya dan beberapa temannya. “Kamu semua harus lihat bagaimana orang Islam di Indonesia. Mereka sangat maju. Kalian harus melihat sendiri pemandangan ini,” kata Muazzam.

Sementara Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj (Kang Said) menyarankan tamunya untuk berkunjung ke pesantren-pesantren di pedalaman Jawa.

“Saudara akan menemukan banyak pemandangan baru di pesantren-pesantren itu. Bagaimana para santri itu sangat terikat pada tradisi seperti bersarung dan berkopiah, tetapi bacaan mereka menjangkau pemikiran Timur hingga Barat,” kata Kang Said.

Muazzam berharap Inggris dan NU melanjutkan kerja sama terutama di bidang pendidikan dengan pertukaran pelajar. “Saya senang kalau pelajar Inggris berkunjung ke sini sehingga dapat membuka pandangan mereka. Saya ingin mereka sadar bahwa kekerasan Islam selama ini hanya stigma.”

Selama ini, menurut Muazzam, pelajar Inggris hanya melihat citra Islam Wahabi dan Salafi di Timur Tengah. (Alhafiz K)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG